Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 8 : Sangat Terkejut.



Pukul 8 am, pagi hari di California.


Alarm yang berada di nakas sebelah nya tidur. Berdering sangat keras, membuatnya mengerjap beberapa kali. Tangan nya yang putih dan jarinya yang lentik meraih alarm tersebut dan mematikan nya.


Winter mengucek matanya dan mengusap wajah nya. Membuka matanya perlahan sambil merenggangkan tubuh. Membuat seseorang yang tidur di sebelah nya terjaga. Merasakan gerakan tersebut, membuat Winter tersadar dan matanya terbelalak. Dia bangun dan duduk di atas tempat tidur. Sambil memegangi selimut menutupi bagian tubuh depan nya yang polos.


“Oh my god, apa yang ku lakukan semalam? Kaisar.” Winter menutup mulutnya sambil menatap Kaisar yang masih terlelap.


Pria itu nampak sangat menggemaskan. Di tidur dengan posisi terlentang dengan setengah tubuhnya tertutup oleh selimut. Tanpa sadar Winter tersenyum melihat nya.


“Tubuh nya sangat bagus,” ucap nya tertawa pelan.


Winter mendekat ke wajah Kaisar. Di tatap nya dengan lekat setiap sudut wajah pria itu. Jari nya yang lentik menyentuh satu persatu bagian wajah nya yang indah. Mata yang lentik, hidung yang mancung, rahang yang kokoh, serta bibir yang seksi. Dia begitu sempurna, dari posisi mana pun dilihat dia tetap tampan.


Winter menggigit bibir bawah nya gemas. Saat dia asik memandangi wajah tampan Kaisar. Pria itu membuka matanya tersenyum menawan dan langsung mengecup bibir Winter.


“Kai!“ Mata Winter membulat terkejut, dia menutup bibir nya dengan tangan nya.


Kaisar terkekeh, lalu dia menarik tangan Winter dari mulutnya. Kemudian mengecup beberapa kali bibir Winter. Membuat wanita itu menjadi malu, wajah nya memerah merona.


Tiba-tiba saja.


Dor dor dor.


Suara pintu kamar Winter yang di gedor dari luar. Membuat keduanya tersadar dan sama-sama menoleh ke arah pintu. Winter menarik nafas nya dan segera lompat dari tempat tidur dan meraih gaun tidur yang tergantung.


“Mommy, wake up! Mommy, bangun lah...aku akan terlambat ke sekolah, ” gerutuan seorang gadis kecil dari balik pintu.


Sontak membuat Kaisar yang saat itu masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benang. Terkejut setengah mati, dia tidak bergerak dari posisinya yang berbaring dengan setengah tubuh tertutup selimut. Sedangkan Winter sudah sibuk merapikan baju-baju mereka yang berantakan sisa semalam.


“Yes, Honey. Wait the minute, Mommy segera keluar,” seru Winter yang semakin membuat Kaisar terkejut.


“Mommy?” kata-kata yang keluar dari mulut Kaisar.


Winter tersenyum pada Kaisar, lalu melempar ****** ***** dan celana pendek putih milik Kaisar padanya. Kaisar masih syok dan tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.


Masih sangat pagi untuk bekerja keras memikirkan banyak hal. Tapi saat ini otak nya sudah mulai bekerja keras, menerka-nerka suatu hal. Mommy? Winter sudah punya anak? Lalu suami bagaimana? Apakah dia sudah berselingkuh dengan istri orang? Oh my god, ini hal yang sangat gila, jika terus dia pikirkan.


Winter pun masuk kedalam kamar mandi, dan membiarkan pintu kamar nya tidak terkunci. Saat dia keluar dari kamar mandi. Bersamaan dengan pintu kamar nya yang terbuka. Mata Kaisar tertuju pada seorang gadis kecil yang cantik dan imut. Tengah berdiri di depan pintu kamar, mengenakan seragam sekolah tengah menatap nya dengan tajam.


Lalu dia berteriak keras. “Oh my god, Mommy? Are you kidding me? Ada seorang pria di kamar mu?”


Membuat Kaisar terkejut. Dia menoleh kearah Winter yang sedang menatap nya.


Winter menoleh ke arah Gadis kecil itu. Lalu menghampirinya dan mengecup kening nya. “Good morning, honey. Mommy akan membuatkan mu sarapan.”


Winter pun membawa gadis kecil itu keluar dari kamar. Kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar nya menemui Kaisar.


“Winter, celana dan kemeja ku mana?” tanya Kaisar yang berdiri di sebelah tempat tidur dengan hanya mengenakan celana pendek saja.


Winter tersenyum melihat Kaisar yang dia tahu pasti sedang kebingungan. Dia pun berjalan menghampiri Kaisar. Lalu mengecup bibir pria itu yang sedikit manyun.


“Kemeja sama celana mu sedang aku cuci, mungkin dua jam lagi selesai, ” jawab Winter santai.


“Dua jam? Lalu aku bagaimana-,” ucapan nya terhenti saat Winter kembali mengecup bibir nya membuat nya terdiam.


Winter tersenyum menatap Kaisar dari atas hingga bawah. Dadanya yang busung dan kekar serta perut yang berkotak-kotak, begitu gagah di lihatnya. “Keluar saja seperti ini, aku membuatkan sarapan.”


“Kau gila? Di depan anak kecil aku seperti ini,” ucap Kaisar sedikit menekuk wajahnya.


Winter mendekat dan langsung memeluk Kaisar dan menyandarkan wajah nya di dada pria itu. Kaisar terdiam merasakan pelukan hangat Winter yang begitu erat. Tanpa sadar tangan nya melingkar membalas pelukan Winter. Sambil mengusap kepala wanita itu.


Kaisar menarik nafas nya dalam-dalam. Untuk memenangkan dirinya yang memang sedikit gusar. “Maafkan aku, Kai.”


Kaisar pun mengelus lembut kepala Winter dan mengecup pucuk kepalanya. “It's okay, baby.”


Winter mendongak menatap wajah Kaisar dengan wajah sedih. Kaisar membalas tatapan Winter dengan tersenyum. Membuat wanita itu perlahan-lahan menjadi tenang. Jujur saja, dia takut Kaisar akan marah dan mulai berpikiran yang tidak-tidak. Sebelum dia menjelaskan semuanya.


Diruang makan. Kaisar duduk di kursi nya dengan sedikit canggung. Dia menatap kearah Winter yang sibuk memanggang roti. Lalu menatap kearah gadis kecil yang tengah duduk tepat di depan nya. Tatapan gadis itu tajam dan penuh menyelidik. Kaisar ingin tertawa melihat tingkah lucu gadis kecil itu.


“Ini dia, sarapan lah, honey.” Winter menaruh sepiring roti panggang di depan Syeera. Lalu menaruh dua piring lain nya didepan Kaisar.


“Dan ini untuk mu, Kai.” Dengan menyentuh bahu Kaisar dan menatapnya nakal. Membuat pria itu tersenyum tipis. Winter pun ikut duduk di sebelah Kaisar.


“Ini susu mu, honey. Jangan lupa untuk meminum nya disekolah, okay.” Winter menaruh botol minuman di dekat Syeera. Gadis itu masih manyun dan tidak memperdulikan apa yang di lakukan Winter.


“Kau mau kopi atau susu?” tanya Winter pada Kaisar yang mulai menyantap roti nya.


Kaisar berhenti dan menoleh menatap Winter. Keduanya saling menatap dan tersenyum. Kaisar pun mendekat dan berbisik di telinga Winter.


“Bagaimana kalau aku mau susu, tapi susu yang spesial darimu? Ckck,” bisik kaisar dengan nada menggoda.


Bulu kuduk Winter meremang mendengar bisikan yang disertai hembusan nafas Kaisar di telinga nya. Dia terkekeh geli.


“Ish, apa-apaan sih kau ini.” Winter mencubit perut Kaisar. Membuat pria itu kegelian. Mereka tidak sadar jika sedari tadi dua bola mata indah sedang memperhatikan mereka dengan tajam.


“Mommy!!!” teriak Syeera merengek.


Winter dan Kaisar lalu menoleh ke arah Syeera secara bersamaan. Kaisar hampir lupa jika ada anak kecil didepan nya.


“Yes, honey? Jangan berteriak, Mommy mendengar mu, ada apa?”


“Mommy, apa kau tidak malu bermesraan di depan anak kecil,” ucap Syeera cemberut.


Winter mengulum bibirnya menahan tawa. Sedangkan Kaisar sudah terlebih dulu tertawa tapi dia tutup mulutnya dengan tangan. Lucu sekali gadis kecil itu saat mengomel dan cemberut. Dia cantik dan mirip sekali dengan Winter.


“Honey, Mommy tidak bermesraan. Mommy hanya-”


“Just what? Just what, Mommy? Kau bahkan membawa seorang pria masuk ke dalam kamarmu,” serang Syeera kembali. Membuat Winter mati kata, sedangkan Kaisar masih tergelitik dengan tingkah Syeera.


Winter pun menoleh ke arah Kaisar. Pria itu menaikan kedua bahunya mengisyaratkan dia tidak tahu harus berkata apa.


“Semalam om ini ada kerjaan sama, Mommy. Jadi karena sudah terlalu malam, Mommy minta om ini menginap, ” jelas Winter seraya melirik Kaisar.


Kaisar ingin tertawa. Kerjaan? Ya, mereka bekerja keras semalaman. Pikiran Kaisar melayang mengingat pekerjaan mereka semalam yang melelahkan.


“Pekerjaan?” tanya Syeera.


Winter mengangguk.Sedangkan Kaisar hanya bisa terus tersenyum sambil menyantap rotinya.


“Dan kau!” tunjuk Syeera pada Kaisar menggunakan garpu.


Kaisar tersentak dan menatap Syeera dengan senyuman. “Yess, Miss.”


“Kemana bajumu? Kenapa hanya memakai celana pendek saja? Dan kenapa kau tidur di tempat tidur Mommy?”


“Mmmhh, itu...karena kemeja ku dikotori oleh Mommy mu, itu sedang di cuci.” tunjuk Kaisar ke arah mesin cuci. Syeera melirik Winter yang mengangguk.


“Baiklah, aku percaya. Maaf aku sangat cerewet, ” ucap Syeera sembari kembali menyantap roti nya.


Kaisar terdiam melihat sikap Syeera yang tiba-tiba berubah. Dia terlihat murung dan sedih. Mereka pun kembali menyantap sarapan masing-masing. Setelah selesai Winter mengantar Syeera keluar rumah. Karena sudah ada bis sekolah yang menunggu nya.