
Winter mengelus dadanya yang tidak bisa tenang. Sebelum lampu hijau di depan ruang operasi tempat dirinya sekarang berada mati. Karena di dalam sana dua orang yang sangat dia sayangi dan cintai. Sedang berjuang untuk hidup.
Beberapa waktu kemudian. Lampu tersebut telah mati. Keluarlah Dokter yang menangani Syeera dan juga Kaisar.
“Dokter, bagaimana operasinya? Anak saya bisa di selamatkan kan,” tanya Winter seraya menangkupkan kedua tangan di depan sang Dokter.
“Operasi berjalan lancar, kita tinggal menunggu waktu pemulihan nya saja. Sebentar lagi keduanya akan di pindahkan keruang perawatan,” jelas Dokter.
“Oh god, thank you!” Tanpa sadar air matanya menetes dia memeluk Eren yang berada disebelahnya.
“Syukurlah, sayang. Berkat Kaisar Syeera bisa tertolong,” ucap Eren seraya mengusap-usap punggung Winter. Untuk menenangkan nya.
Tidak lama berselang. Kaisar dan Syeera di antarkan oleh beberapa perawat ke kamar perawatan.
“Thank you so much, Kai. Kau telah menyelamatkan Syeera. Hiks hiks hiks,” lirih Winter yang kini tengah duduk di samping tempat tidur Kaisar.
Sambil menatap sendu wajah Kaisar dan mengecup punggung tangan pria itu. Penuh kasih dan haru.
“Itu sudah tugas ku, Honey.”
Winter terkejut saat tangan Kaisar bergerak dan menyentuh pipinya. “Aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan menjaga dia dan dirimu...”
Kaisar menatap kearah Syeera yang masih terbaring lemah di tempat tidurnya. Dengan selang infus ditangan dan masker oksigen yang membantunya bernafas, serta perban yang menutupi sebagian kepalanya. Entah apa yang akan terjadi saat dia terbangun, dia menyadari bahwa rambut panjang nya yang indah kini sudah tidak ada lagi. Karena proses operasi dokter harus mencukur habis rambut Syeera.
“Jangan menangis, Honey. Bantu aku bangun,” ucap Kaisar seraya mencoba bangun dengan dipegangi oleh Winter.
“Kau memang malaikat ku, Kai. Aku tidak tahu bagaimana jadinya aku jika tanpamu,” tutur Winter yang langsung memeluk Kaisar dengan erat.
“Karena itu, berjanjilah! Kau tidak akan pernah meninggalkan ku lagi, aku bisa gila karena hal itu, Winter.” Kaisar menyentuh dagu Winter dan membuatnya mendongak menatap nya.
Kecupan hangat dan penuh kasih mendarat di bibir dan kening Winter. Rasanya saat ini kebahagiaan nya sudah kembali lagi. Dengan lengkapnya orang-orang yang dia sayangi.
BRAK!!!
Pintu terbuka dengan keras. Hingga terbanting mengenai dinding. Semua pandangan tertuju kepadanya. Kini Prilly tengah berdiri dengan wajah yang berantakan.
Rambut acak-acakan, muka kusam, mata bengkak dan hitam, dan dia kini memakai pakaian rumah sakit.
Dia menatap tajam Winter seperti malaikat maut. Dia mendekat dan langsung menarik Winter dengan kasar.
“Prilly, apa yang kau lakukan?” bentak Kaisar yang mencoba turun dari tempat tidur. Walau tubuh nya masih sangat lemah, tapi di berusaha membantu Winter dari cengkeraman Prilly.
“Aku kehilangan suamiku! Pernikahan ku hancur! Dna sekarang Bayiku juga pergi, ini semua salahmu! Kau harus mati Winter!!!!!” Prilly meracau tidak jelas. Meluapkan emosi nya yang tertahan.
“Prilly, lepaskan aku. Kau sudah gila! Bukan aku penyebab semua itu!” Winter mencoba melepaskan tangan Prilly dari rambut panjang nya.
“Kau benar, aku sudah gila karena itu sekarang aku ingin membunuhmu! Bayiku yang malang, hiks hiks,” teriak Prilly.
Mata Winter membulat saat darah mengalir di lantai. Saat di lihat darah itu keluar dari dalam celana Prilly. Wanita itu mengalami pendarahan hebat dari bagian intim nya.
“Prilly, kau berdarah!” teriak Winter.
Prilly tidak perduli lagi. Pikiran nya kosong dan dia tidak mendengar perkataan siap pun. Dalam ke sekian detik, dia berhasil meraih pisau buah di atas meja. Lalu ingin menusuk perut Winter.
“Kaisar!” teriak Winter.
Kaisar menahan ujung pisau itu yang hampir mengenai perut Winter. Lalu dia mendorong Prilly dengan kuat hingga tubuhnya terjatuh ke lantai. Wanita itu pingsan dan kehilangan kesadaran.
“Kai, kau tidak apa-apa?”
Saat itu juga Lee pun datang. Dengan nafas terengah-engah dia masuk kedalam ruangan. Matanya terbelalak melihat seisi tuangan dipenuhi darah. Serta tangan sang Tuan yang berdarah.
“Tuan, apa anda baik-baik saja?” tanya Lee dengan cemas.
“Dari mana saja kau ini! Kau hampir membuat Winter mati karena wanita gila ini!” bentak Kaisar marah.
“Maafkan saya, Tuan. Saya akan mengurus Nona Prilly,” ucap Lee seraya menunduk bersalah.
“Dia sudah gila, masukkan dia kedalam rumah sakit jiwa. Jangan sampai dia keluar dan melukai Winter lagi,” perintah Kaisar.
“Baik, Tuan.” Lee pun segera pergi menyeret Prilly dengan beberapa anak buah yang dia panggil.
Sejak saat itu mereka tidak lagi bertemu dengan sosok Prilly. Yang dikabarkan telah di kurung di ruangan isolasi sebuah Rumah Sakit Jiwa. Atas perintah dari Kaisar.
Bahkan Richard sang ayah juga tidak berani melawan perintah dari Kaisar. Karena takut akan investasi yang Kaisar tanam di perusahaannya akan ditarik kembali. Sungguh miris, dia lebih mementingkan harta dari pada anak nya.
Dua bulan telah berlalu dengan cepat. Kini Kaisar dan Winter telah memindahkan Syeera ke rumah sakit yang ada di California untuk perawatan. Meskipun sudah pulih, tapi Syeera masih harus menjalani beberapa rangkaian perawatan. Untuk pemulihan nya yang maksimal.
“Daddy, Kai!” decak bahagia Syeera saat melihat Kaisar masuk ke dalam kamar nya.
“Hai, sweetie! Bagaimana kabarmu?” Kaisar memeluk Syeera yang duduk di kursi roda.
“Aku baik-baik saja, Daddy.” Syeera mengedipkan matanya sebelah dan tersenyum penuh arti.
Kaisar menyipitkan matanya tidak mengerti. Lalu wajahnya ditarik oleh Syeera mendekat. Lalu gadis kecil itu berbisik pelan.
“...aku sudah sehat, Daddy. Dan sekarang aku sudah bisa makan ice cream lagi,” bisiknya pelan yang membuat Kaisar tergelak. Gadis kecil yang manis pikirnya.
“Baiklah, aku akan membelikan mu Ice Cream. Tapi sekarang aku mau kau membuka hadiah ini dulu, ” ucap Kaisar seraya memberikan sekotak hadiah kepada Syeera.
“Daddy, ini apa?” tanya nya dengan berbinar menatap wajah Kaisar.
“Bukalah,” jawab Kaisar.
Syeera pun segera membuka kotak itu. Matanya terbelalak, dan penuh rasa bahagia dalam tatapan nya. Dia memeluk Kaisar kembali.
“Ini untuk, Syeera?” tanya nya yang kini mulai menangis.
“Hei, princess Daddy tidak boleh menangis.” Kaisar mengusap air mata yang mengalir di wajah imutnya.
“Aku bantu memakainya ya,” Kaisar meraih hadiah tersebut.
Ternyata hadiah itu adalah sebuah rambut palsu yang sengaja dia pesan dari desainer terkenal. Sesuai dengan kriteria Syeera. Rambut palsu itu sangat spesial. Dia menghadiahkan itu agar Syeera tidak sedih lagi karena kehilangan rambut aslinya yang indah. Walaupun gadis kecil itu tidak pernah mengeluh atau menampakan kesedihannya. Tapi Kaisar tahu bahwa dia sangat kecewa saat di awal dia sadar dari koma, mengetahui bahwa rambutnya sudah tidak ada, rambut yang menjadi mahkota setiap wanita.
“You are so beautiful, Sweetie.” Kaisar memeluk Syeera dengan erat dan mengecup kening nya.
“Thank you, Daddy. You are the best,” sahut Syeera.
Tanpa mereka berdua sadari sepasang mata menyaksikan keharuan yang terjadi di dalam kamar itu.
Cairan bening menetes beberapa kali dari si pemilik mata itu. Melihat putri nya tersenyum bahagia, membuat hatinya tersentuh. Winter tak kuasa jika mengingat keadaan di saat Syeera mengalami kecelakaan itu.
“Aku bersyukur, Tuhan mengirimkan seseorang malaikat yang berhati mulia seperti mu untuk wanita seperti ku, Kaisar.”
To be Continued.
Note : Maaf ya Author baru bisa up hari ini, karena kemaren-kemaren author sakit, flu demam jadi mau nulis satu bab aja susah banget😭😭🙏🏻🙏🏻