
Beverly Hospital, pukul 8 malam.
Beberapa kali dia mengerjapkan matanya. Tangan nya memegangi kepala bagian kirinya karena terasa sakit. Kaisar perlahan bangun dari tidurnya. Dia menatap sekeliling, dia sadar bahwa dia berada di rumah sakit.
Cklek!
Pintu kamar nya terbuka. Matanya membulat dan tidak dapat berkedip. Saat seorang wanita masuk dengan membawakan nampan berisi makanan di tangan nya.
“Kau sudah sadar, Kai?” tanya nya sembari melemparkan senyuman indah yang memabukkan.
Seakan saat itu juga Kaisar sudah pulih, saat melihat senyuman indah itu. “Winter,” ucap nya sendu.
“Bagaimana keadaan mu? Apa kau sudah merasa baik?” Winter berjalan mendekat, lalu menaruh nampan tersebut ke atas meja dan dia segera duduk di kurai yang berada di sebelah tempat tidur Kaisar.
“Winter, honey! Apa kau baik-baik saja?” Kaisar malah meraih tangan nya dan menanyakan hal yang sama kepada Winter.
Dia teringat kembali akan kejadian tadi siang.
“Syeera? Bagaimana dengan Syeera? Apa Sweetie baik-baik saja?” tanya Kaisar kembali dengan sangat cemas.
Winter tersenyum haru. Dia meraih balik tangan Kaisar. Menggenggam nya dengan kuat lalu mengecup punggung tangan itu dengan kasih.
“Syeera baik-baik saja, Kai. Kau sudah menyelamatkan nyawanya. Maafkan aku, hiks hiks. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada dirimu, maafkan aku,” lirih Winter sambil menunduk.
Suaranya bergetar tanda bahwa dirinya sudah menangis. Tapi dia tidak bisa menengadahkan pandangan nya. Tidak mau Kaisar melihat dia menangis.
Dipandanginya dengan lekat wajah cantik Winter. Betapa rindunya dia saat ini. Tangan Kaisar bergerak mengusap air mata yang membasahi wajah Winter. Kemudian menarik nya ke dalam dekapan nya. Kaisar memberikan pelukan hangat dan kecupan manis di pucuk kepala Winter.
“Maafkan, aku honey. Aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik,” lirih Kaisar.
Winter melepaskan pelukan nya dan menggelengkan kepala. “No, don't say sorry. You are my hero, honey! Thank you!”
“Maaf aku sudah membuat mu tersiksa selama beberapa bulan ini. Aku tahu bagaimana kau melewati hari-hari mu, ” ucap Winter membuat Kaisar terkejut dan menatap nya bingung.
“Bagaimana kau bisa tahu?” Kaisar menautkan kedua alisnya. “Apa jangan-jangan kau?”
Winter tersenyum dan mengangguk. “Kau benar, aku sering menanyakan kabarmu pada Kyle dan Bryan. Aku juga tahu waktu itu kalian pergi ke klub malam, dan kau memarahi seorang wanita karena ingin menyentuh tubuhmu.”
Kaisar sangat terkejut. “Honey, kau-”
“Maafkan aku, Kai. Aku memang sangat mencintaimu. Aku membuatmu tersiksa dengan perpisahan kita. Tapi mau bagaimana, hatiku pun sangat hancur saat itu, saat tahu kau membohongiku. Dan satu-satunya jalan terbaik adalah menjauh sejenak darimu.” Winter menunduk sedih.
Kaisar meraih kembali dagu Winter. Lalu mengecup bibir nya secara singkat. “I love you, Winter.”
Winter pun memeluk Kaisar dan menangis haru di dalam dekapan nya. “Aku juga mencintaimu, Kaisar. Terima kasih kau sudah menyelamatkan, Syeera.”
“Berjanjilah, kau tidak akan meninggalkan aku lagi,” ucap Kaisar.
“Aku janji, Kai. Aku tidak akan meninggalkan kamu lagi,” jawab Winter sembari terisak dan semakin menenggelamkan wajahnya pada dada Kaisar.