Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 38 : Berjanji.



Saat ini Kaisar membawa Winter dan juga Syeera kesebuah acara. Acara pertemuan keluarga Diesel sang ibu. Itu sudah menjadi tradisi keluarga Diesel, jika akan ada sebuah pernikahan. Mereka akan berkumpul bersama, sebelum acara pernikahan itu di laksanakan. Hanya sebuah acara kecil makan malam bersama dan mengobrol hangat.


“Kai, kita mau kemana? Dari tadi kau tidak menjawab pertanyaan ku?” Wajah Winter sedikit cemberut melirik sinis Kaisar yang fokus mengendarai mobil.


“Acara makan malam, sayang. You are so beautiful this night, baby!”


Winter tersenyum dan menyentuh pundak Kaisar. “Apa kau yakin aku yang paling cantik?”


Kaisar mengangguk menatap sekilas Winter lalu kembali fokus pada jalanan.


“Kalau begitu nanti di acara makan malam, kau tidak boleh melirik wanita manapun selain aku!” ucap Winter sembari tersenyum miring.


“No, Mommy. Dia hanya akan memandang Syeera saja. Karena Syeera adalah yang paling cantik,” sanggah Syeera yang tiba-tiba ikut menyahut.


Mengundang tawa Kaisar dan juga Winter. Kaisar melirik Syeera dari kaca sepion tengah. Gadis kecil berwajah cantik seperti ibunya itu, juga menatap kearahnya dengan tersenyum.


“Benar kan... Daddy?” ucap nya sambil tersenyum lebar.


Sontak membuat Kaisar tertegun dia sampai tidak fokus mengendarai mobilnya. Dia pun meminggirkan mobilnya dan berhenti di pinggir jalan.


“Daddy?” Winter menoleh kebelakang menatap Syeera dengan mata berkaca.


“Iya, Mommy. Apa Syeera salah? Jika kau Mommy ku berarti dia adalah Daddy ku, bukan?” jawab Syeera polos.


Kaisar tak bisa berkata-kata. Dia hanya bisa diam memandangi wajah Syeera. Tangan nya terukur menyentuh pipi gadis kecil itu.


“Boleh kah Syeera memanggilmu, Daddy Kai?” tanya gadis kecil itu lagi dengan tatapan hangat nya yang begitu polos.


Kaisar tersenyum dan mengangguk. “Tentu, Sweetie.”


“Daddy berjanjilah sesuatu,,” ucap Syeera menatap Kaisar dengan penuh harapan.


Winter dan Kaisar pun saling menatap lalu kembali beralih ke arah Syeera.


“Ada apa, sayang? Kenapa kau membuat Daddy Kai berjanji?” tanya Winter penasaran.


“Daddy Kai, berjanjilah bahwa kau akan selalu membahagiakan Mommy dan menjaganya dari apapun,” ucap Syeera sembari tak lepas pandangan nya terhadap Kaisar.


Winter merasakan ada sesuatu yang membuat dadanya sesak. Mendengar perkataan Syeera yang tiba-tiba itu.


“Sweetheart, ada apa ini? Kenapa kau bicara seperti itu?”


Entah kenapa Winter semakin dibuat tidak tenang. Terlebih melihat raut wajah Syeera yang tidak berpaling sedari tadi dari Kaisar.


Kaisar juga merasa aneh. Dia memandang Winter dan Syeera secra bergantian. Lalu meraih tangan kecil nya dan mengecupnya dengan hangat.


“Tentu, Sweetie. Aku akan berjanji selalu membahagiakan dan menjaga Mommy-mu. Dan tentunya padamu juga... kau tidak perlu khawatirkan apapun, ada Daddy disini, okay.”


Kaisar pun paham dengan keadaan ini. Dia tahu bahwa Syeera pasti takut Jordan sewaktu-waktu akan menyakiti Winter. Gadis yang malang, Kaisar berpaling dengan cepat lalu mengusap kasar wajahnya. Dia begitu marah dan kesal terhadap Jordan. Teganya dia sudah berkata sangat jahat dan mengancam gadis kecil seperti Syeera. Dia benar-benar seorang binatang dan bahkan iblis dari neraka yang tidak punya hati.


*


Hotel Swiss, New York.


Pukul 9 malam.


Suasana nya begitu ramai. Para kerabat keluarga Diesel telah berkumpul. Begitu juga Jordan dan Prilly pasangan pengantin yang mengadakan acara tersebut.


Mereka berdua nampak bergandengan mesra. Menyapa satu persatu tamu dengan sangat ramah. Tak jarang mereka saling memuji dan memperlihatkan bahwa hubungan mereka sangat romantis.


Kini Kaisar tengah menggandeng Winter di sisi kirinya dan menggandeng Syeera di sisi kanan nya. Dia berjalan masuk ke dalam Ballroom itu . Beberapa pelayan menyambutnya dengan hangat.


Semua pandangan pun tertuju pada mereka. Kaisar meraih pinggul Winter dan menariknya ke dekat nya.


Winter menatap Kaisar yang tersenyum. Begitu pun dengan Syeera yang berdecak kagum dengan sikap Kaisar. Dia bahagia bahwa sang ibu bisa menemukan lelaki hebat seperti Kaisar. Syeera semakin yakin bahwa Kaisar adalah pilihan terbaik untuk menjadi ayah nya.


“Prilly, sayang. Ada apa dengan mu? Dia adalah Winter wanita yang dicintai oleh Kakak mu Kaisar,” ucap Eren dengan tersenyum.


“Hah? Be-benarkah?” Prilly sampai terbata-bata saking tidak percayanya.


“Sayang? Kau-” Prilly menoleh kearah Jordan berusaha meminta jawaban. Sedangkan yang di tatap malah membuang muka ke arah lain.


“Ayo, aku perkenalkan dia denganmu!” ajak Eren yang menggandeng Prilly menemui Kaisar dan juga Winter.


“Kaisar, Winter, ada Syeera juga...apa kabar sayang?” Eren langsung memeluk dan menyambut Winter juga Syeera dengan sangat hangat.


Bola mata Prilly semakin panas. Melihat Winter berdiri dengan percaya diri di samping Kaisar. Terlebih sikap Eren yang menyambut nya dengan hangat.


“Aku baik, Mom. Bagaimana dengan Mommy?” tanya Winter balik dengan tersenyum.


“Always, fine.” Eren tersenyum hangat.


“Syeera, sweetie. Mau makan sesuatu? Ayo Grammy temenin, ” ajak Eren sambil menyambut tangan kecil Syeera.


Gadis kecil itu merasa senang dan langsung menggandeng Eren. Eren pun mengajak Syeera pergi. Karena dia tahu bahwa akan ada sesuatu yang terjadi, dilihat dari sikap Prilly yang sangat terkejut.


Sepeninggal Eren dan juga Syeera. Prilly menghela nafas panjang dan menatap kesal kepada Winter. Dia menatap nya dari ujung rambut hingga ujung kepala.


“Mau apa si ****** ini kemari? Mengotori pestaku saja!” hardik Prilly dengan tatapan hina nya pada Winter.


Winter mengepalkan tangan nya menahan amarah. Dia ingin berkata namun ditahan oleh Kaisar. Winter menatap kesal Kaisar yang menahan nya. Pria itu menggelengkan kepalanya dan melangkah sedikit maju mendekat ke arah Prilly.


“Dia adalah kekasihku, dan kau! Bagaimana bisa ****** seperti mu malah mengatai wanita lain sebagai ******? Aku sangat heran,” bisik Kaisar dengan nada merendahkan.


Membuat Winter yang mendengarnya seketika langsung tertawa dan menutup mulutnya. Dia melemparkan pandangan sinis nya ke sisi perut Prilly yang membuncit.


“Kaisar! Kau ini!” decak Prilly tidak terima.


“Diam kau! Dasar ******!” Prilly mengangkat tangan nya dan hendak menampar wajah Winter.


Akan tetapi langsung di tangkap oleh Jordan yang tiba-tiba sudah ada disamping Prilly. “Jangan lakukan hal bodoh! Disini banyak anggota keluarga yang lain sedang menatap mu.”


Prilly tersadar dan menatap sekeliling nya. Semua pandangan mata tertuju padanya. Dia pun tersenyum menampakan dua wajah nya yang berbeda.


“Selamat datang, kakak ku Kaisar. Aku senang kau sudah datang ke pestaku ini.” Prilly tersenyum palsu agar semua orang tidak mencurigai apapun.


“Selamat datang, Tuan Syareef. Nikmati makan malam nya,” sambung Jordan yang menyodorkan tangan untuk berjabatan dengan Kaisar.


Kaisar menatap tangan Jordan dan beralih ke wajah pria itu. Lalu melemparkan senyuman merendahkan nya.


Kaisar menoleh ke arah Winter. “Honey, ayo kita menemui Mommy dan Syeera...”


Winter mengangguk. Tanpa menjabat tangan Jordan Kaisar malah pergi begitu saja. Melewati tangan Jordan yang masih diam di depan nya. Sungguh sangat memalukan. Membuat Jordan mengepalkan tangan nya dan menggeretakkan giginya menahan rasa malu juga amarah nya.


Prilly begitu kesal. Dia langsung menarik Jordan ketempat sepi untuk bicara.


“Jordan, apa-apaan ini? Bagaimana bisa mantan istrimu yang rendahan itu bisa bersama dengan Kakakku Kaisar?” ucap Prilly kesal sembari melipat tangan di dadanya.


“Cih, orang-orang seperti kalian memang tidak tahu malu. Mengincar keluarga kaya untuk menjadi pasangan,” sambung Prilly dengan mulut sinisnya.


Jordan kesal dan langsung mencengkram lengan Prilly dengan kuat. “Apa kau bilang! Hati-hati kalau bicara, jangan samakan aku dengan dia! Atau ku robek mulutmu itu!”


“Awwhh sakit! Lepas kan!” Prilly menghempaskan tangan Jordan dari tangan nya. “Kalau begitu jangan diam saja! Lakukan sesuatu! Aku tidak suka wanita itu ada di dekat Kaisar!”


Dia pun lalu bergegas pergi meninggalkan Jordan. Pria itu menghela nafas dengan kasar. Dan mengusap wajahnya yang memerah karena marah.


“Brengsek! Kaisar Syareef! Aku akan membalas mu!” maki Jordan seraya menendang sebuah dinding.


To be continued...