
Kaisar yang tengah berbaring lemah di atas tempat tidur. Tidak sengaja mendengar suara para sahabatnya yang berada di luar kamar. Benar saja, beberapa detik kemudian pintu kamarnya terbuka. Ketiga pria tampan itu langsung menghambur ke arah nya.
“Kaisar, are you okay men?” sapa Bryan yang duduk di pinggiran tempat tidur. Sedangkan Kyke dan Pedro berdiri di sisi lain nya.
“Kai, aku tidak tahu kau bisa selemah ini? Hahaha,” celetuk Pedro tertawa.
Kyle ikut tergelak, namun wajahnya dilempar tisu bekas mulut Kaisar. Membuat pria tampan yang kekanak-kanakan itu terdiam cemberut.
“Kai, ada masalah baru lagi!” ucap Kyle yang seketika wajahnya berubah serius. “Kau harus lihat ini.”
Tangan nya terulur menerima tablet yang di berikan oleh Kyle. Seketika mata nya membulat. Dia membaca artikel terbaru dari kasus Distrik 76.
“Brengsek!”
Giginya menggertak kan giginya dan memegang kuat tablet itu. Lalu tiba-tiba, tablet itu melayang dan jatuh ke lantai dengan keras.
PRANG!
Tablet itu hancur dan pecahan layarnya terhambur di lantai. Pedro menghela nafas nya dia tahu saat ini Kaisar sangat marah.
“Aku bekerja keras untuk membangun nya dan dalam sekejap dia ingin menghancurkan nya? Heh,” ucap nya menyeringai dan terkekeh.
Tidak habis pikir jika Jordan akan berbuat sejauh ini. Kaisar tidak akan pernah membiarkan kerja kerasnya hancur selama ini. Hanya karena satu sampah seperti Jordan. Perusahaan nya yang terkena dampak, dari masalah dia dengan Jordan.
Pedro menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir bahwa Kaisar akan sejauh ini berhubungan dengan Winter. Bahkan sekarang perusahaan nya sedang goyah. Hanya karena dirinya yang membela Winter. Membuat Jordan murka bertekad untuk menghancurkan dirinya.
“Bukan kah aku sudah mengingatkan mu, Kai?” ucap Pedro.
Kaisar menautkan alisnya sembari berdiri dengan sedikit sempoyongan. Dia menatap tajam Pedro yang kini sedang berdiri di depan nya.
“Apa? Apa yang kau ingatkan padaku?” tanya Kaisar dengan sedikit penekanan.
“Berhenti bermain-main dengan wanita. Kau bisa mendapatkan seribu wanita sekaligus. Tapi, jangan hanya karena satu wanita kamu harus kehilangan proyek besar milyaran dolar. Itu tidak sebanding Kai,” ucap Pedro seraya memegang pundak Kaisar.
“Apa kau bilang? Tidak sebanding? Kau tahu apa? Winter adalah segalanya buat ku! Jaga ucapan mu itu,” serang Kaisar seraya mendorong Pedro hingga punggung nya menabrak tembok.
Kyle dan Bryan tersentak kaget dan langsung menghalat keduanya. “Kai, apa kau sudah gila?” ucap Bryan menatap kedua sahabatnya itu.
“Kai, aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini. Kau tenang lah dulu,” kata Kyle dengan pelan untuk menenangkan Kaisar.
“Lepaskan aku!” Kaisar menepis tangan Kyle yang memegangi nya. “Siapa pun disini, kalian semua!”
Tunjuk nya kepada ketiga sahabatnya itu, dengan tatapan tajam. Kini tubuhnya sedang mengalirkan darah panas. Dia tidak suka mendengar siapapun merendahkan kekasihnya.
“Jika ada yang merendahkan Winter lagi dan tidak setuju dengan hubungan ku! Silahkan, pintu terbuka lebar untuk kalian keluar!”
Kaisar tersenyum miring sambil melangkah mendekati Pedro yang menunduk tak mau menatapnya. Bryan berdiri didepan Pedro untuk menghalangi sewaktu-waktu Kaisar akan memukul Pedro lagi. Kaisar menggeser tubuh Bryan kesamping agar tidak menghalanginya.
“Dan kau! Kau tahu apa soal cinta dan kesetiaan? Kau hanya pria pengecut yang meninggalkan cintanya demi mengikuti perjodohan konyol! Kau tidak benar-benar merasakan apa yang nama nya cinta!”
Kaisar pun berjalan ke arah pintu. Membukanya dan keluar meninggalkan ketiga sahabatnya itu di dalam kamarnya. Dengan hempasan pintu yang begitu kuat membuat Kyle dan Bryan tersentak kaget.
Kyle menatap Pedro dengan iba. Dia pun mendekat dan merangkul sahabatnya itu. Sedangkan Bryan mengusap wajahnya dengan gusar. Entah kenapa mereka yang biasa paling se frekuensi malah bertengkar.
“Bro, aku tahu kau sangat cemas dan mengkhawatirkan Kaisar. Tapi apakah kau tahu bahwa Kaisar begitu mencintai Winter. Aku tidak pernah melihatnya bahagia jika membicarakan seorang wanita. Tapi Winter, bisa membuat kebahagiaan nya terasa lengkap. Walaupun hubungan itu membuat bisnis nya goyah, dia pasti akan menanganinya.”
Panjang dan lebar Kyle menasehati Pedro. Pria itu mengangguk dengan lemah. Kepalanya masih menunduk dia merasa bersalah karena sudah berkata jahat kepada Kaisar. Bukan karena sengaja, tapi karena dia sangat khawatir terhadap Kaisar.
“I'm sorry, aku tidak sadar sudah berkata seperti itu padanya,” ucap Pedro lirih.
“It's okay, aku yakin Kaisar juga bisa mengerti,” sahut Bryan berusaha membuat Pedro tenang.
To be continued...