
Pagi itu Eren sang ibu datang ke Penthouse nya. Berniat untuk mengajak Kaisar makan malam keluarga nanti malam. Akan tetapi hal mengejutkan terjadi. Dia malah memergoki sang anak tengah bersama dengan seorang wanita.
Dalam hati dia bertanya-tanya siapakah wanita itu, yang bersama dengan Kaisar? Terlebih mereka berdua yang baru saja keluar dari lobby apartemen. Apakah itu kekasihnya? Tidak jarang Kaisar membawa seorang wanita ke rumah nya, bahkan tidak pernah sekalipun. Karena itu Eren begitu bersemangat. Dia berharap Kaisar bisa memiliki seorang wanita yang bukan sekedar mainan nya saja.
“Selamat datang, Nyonya,” sapa seorang pelayan saat Eren memasuki Penthouse milik sang anak.
Pandangan nya mengedar menatap beberapa pelayan yang tengah sibuk membersihkan sisa-sisa pesta semalam. Dia biasa saja dan tidak memperdulikan nya. Eren bergegas ke dalam kamar Kaisar. Dia yakin bahwa semalam Kaisar pasti tidur bersama dengan wanita tersebut.
Buru-buru Eren menaiki tangga dan masuk ke dalam kamar Kaisar. Mata nya berbinar melihat keadaan kamar yang berantakan sedang di bereskan oleh beberapa pelayan.
“Ah, Kaisar. Akhirnya apa yang aku tunggu selama ini akan terjadi. Kaisar mungkin akan menikahi wanita ini. Tapi, siapa dia? Kaisar masih tidak mau memperkenalkan nya padaku,” seru bahagia yang keluar dari mulut nya.
Eren pun memutuskan untuk pergi dari Penthouse tersebut. Berniat mencari tahu sendiri tentang wanita yang berhubungan dengan sang anak. Eren tidak sabar ingin bertemu langsung dengan nya.
...***...
Pukul 12 siang, California. Gedung pencakar langit yang di penuhi kaca itu memantulkan terik nya matahari. Seorang pria berkacak pinggang berdiri menatap keluar jendela kaca di lantai 99. Di ruang kerja miliknya.
Dari belakang Lee sekertaris nya datang. Membawa beberapa berkas di tangan nya. Kemudian menghampiri Kaisar yang sedang termenung memikirkan sesuatu.
“Ini dia, Tuan. Berkas-berkas tentang sidang perebutan hak asuh Syeera Alvarez anak Nona Fabricia Winter.” Lee memberikan berkas-berkas itu kepadanya.
Lalu dia mulai memeriksa nya dengan seksama. “Bagus, cari pengacara yang terbaik. Aku tidak mau tahu, Winter harus menang dan mempertahankan hak asuh Syeera di tangan nya.”
Lee mengangguk dan mengambil kembali berkas-berkas itu. “Baik, Tuan. Saya akan menyerahkan berkas ini kepada pengacara terbaik yang sudah saya siapkan untuk Nona Winter.”
“Tapi ingat, Lee. Jangan sampai Winter curiga... buatlah senatural mungkin!” perintahnya tegas.
Lee pun pergi meninggalkan ruang kerjanya. Kaisar menarik nafas lega dan segera kembali duduk di meja kerja. Memikirkan hal lain untuk membuat Jordan sengsara.
Drrt drrt drrt.
Ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar. Ia menatap ke arah ponselnya yang tidak berhenti mengganggunya yang sedang sibuk. Kaisar menghela nafas nya melihat nama sang ibu yang tertera di layar panggilan.
“Mommy? Ah, aku tahu dia pasti akan menanyaiku tentang masalah tadi pagi,” ucap Kaisar seraya memijit pelipisnya yang penat.
“Yes, Mommy? Ada apa?”
“Kaisar? Nanti malam ada acara makan malam keluarga tempat Uncle Robert.”
“Ya? So what?”
“Kita harus menghadirinya, Kai. Apa kau mau Mommy datang sendirian? Lagi pula sesekali saja, adik sepupu mu Prilly akan segera menikah.”
“Menikah? Baiklah, aku akan menjemput Mommy jam 8.”
“Hmm...”
Kaisar mengernyit mendengar suara sang ibu yang terhenti. “Ada pa lagi, Mommy?”
“Kau tidak mau mengajak kekasihmu?”
Kaisar menghela nafasnya. Benar saja kan tebakan nya. “Kekasih yang mana sih, Mom?”
“Kau ini! Pura-pura bodoh segala!”
“Sudah lah, Mom. Aku ini sibuk sekali, masih banyak yang harus di kerjakan. See u, nanti malam jam 8... bye Mom.”
Kaisar menyandarkan tubuhnya dan bernafas lega setelah menutup telepon. Berbicara dengan sang ibu selalu saja membahas tentang pernikahan, hubungan, wanita, dan perjodohan. Hal yang sangat tidak di sukai oleh Kaisar.
...****************...
Pukul 8 malam, di kediaman Robert Diesel. Adik laki-laki Eren Diesel, ibu Kaisar.
Pria itu keluar dari mobil nya. Menatap sekeliling sambil merapikan lengan kemeja hitam yang dia kenakan. Kemeja hitam yang sedikit ketat, hingga membentuk otot-otot tubuhnya. Celana jeans hitam dan sepatu keta putih menambah kesan kasual nya.
Kaisar mengusap rambutnya ke belakang. Lalu menggandeng sang ibu memasuki rumah tersebut. Para pelayan menyambut mereka dengan ramah dan sopan.
“Silahkan Tuan dan Nyonya.” Salah satu pelayan menuntun mereka ke ruang makan yang telah disiapkan.
“Kai, tersenyumlah...” Eren berbisik padanya.
“I know, Mommy. Aku hanya tidak suka dengan orang-orang penjilat!”
“Hush, mulutmu itu memang setajam silet! Mau bagaimana pun Uncle Robert adalah adik Mommy. Kau harus menjaga sikap mu, Kai.” Eren sedikit kesal dengan sikap Kaisar yang begitu frontal.
“Ya ya ya, terserah Mommy.”
“Hai, Aunty Eren... apa kabarmu? Aku sangat merindukanmu, Aunty.” Seorang wanita berjalan mendekati Eren dan langsung memeluknya dengan erat.
“Hai Prilly, honey. Oh my god?” Eren menutup mulutnya karena terkejut dengan penampilan Prilly keponakan nya. “Are you pregnant?”
“Yes, I'm so happy, Aunty. Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu dan kau akan menjadi seorang nenek.” Prilly tersenyum dengan haru sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit.
“Selamat ya, honey. Selamat untuk kehamilan mu dan pernikahan mu,” ucap Eren.
“Thank you, Aunty, ”
“Kaisar, hei... apa kabar kakak?” Prilly langsung memeluknya. Kaisar merasa tidak nyaman dan melepaskan diri dari tubuh Prilly.
Dia menatap Prilly dari atas hingga kebawah tanpa berkata apa-apa. Kaisar malah berjalan melewatinya dan menyapa Uncle Robert yang sedari tadi berdiri di belakang Prilly.
“Apa kabar, Uncle.” Kaisar menjabat tangan Robert dengan sopan. Eren tersenyum melihat sikap Kaisar.
“Baik, Nak. Bagaimana denganmu? Terima kasih kau sudah mau datang ke acara makan malam ini,” ucap Robert tersenyum.
Kaisar membalas senyuman Robert. “Tidak masalah, Uncle. Kita semua adalah keluarga.”
“Kai, di sana para kolega bisnis ku berkumpul. Apa kau mau bertemu mereka? Aku akan mengajak mu,” ucap Uncle Robert tanpa rasa malu.
Kaisar menarik nafas dan mencoba sabar. Inilah hal yang dia tidak sukai. Sebenarnya kehadiran nya di acara makan malam ini. Hanya sebagai magnet untuk Uncle Robert. Dia sengaja mengambil kesempatan untuk memperkenalkan Kaisar kepada rekan-rekan bisnis nya. Agar dia di percaya dan banyak mendapat proyek besar. Saat mereka tahu bahwa dia mempunyai hubungan keluarga dengan Kaisar Syareef Billionaire muda yang berbakat dalam hal bisnis.
“Ayah, nanti dulu. Acara kenal-kenalan nya nanti saja. Sekarang aku akan memperkenalkan kepada semua orang calon suamiku,” ucap Prilly bersemangat.
“Kakak, kau pasti mengenalnya. Karena dia juga bekerja di perusahaan mu,” sambung Prilly seraya merangkul lengan Kaisar.
Kaisar mengernyit heran. Saat mendengar suara langkah kaki di belakang nya. Dia pun menoleh ke arah suara tersebut. Seketika matanya melebar menatap pria yang begitu familiar buatnya.
“Jordan?”
“Selamat malam, Tuan Syareef.” Jordan pria yang berdiri dan berdampingan dengan Prilly adik sepupunya.
“Mulai sekarang dia adalah adik ipar mu, kakak,” ucap Prilly dengan senang sambil merangkul lengan Jordan.
Kaisar tersenyum. “Selamat Jordan, Prilly.”
Setelah bersalaman dengan kedua calon pengantin itu. Kaisar pun berbalik berjalan ke arah balkon. Senyuman nya berubah menjadi senyuman tipis yang licik.
“Si bajingan serakah itu, ternyata dia akan segera menikah. Dia bahkan menghamili Prilly.” Kaisar kembali berbalik menatap Jordan yang tengah berbincang dengan Prilly dan keluarganya.
“Aku tahu cara untuk memanfaatkan nya mulai sekarang, Jordan Alvarez? Kau telah salah sudah berurusan dengan Kaisar Syareef...hahaha, ” tawa licik nya begitu menyeramkan.
To be continued.