Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 19 : Mansion Mewah pinjaman #3



Disisi lain di dalam Mansion.


Winter tidak menyadari ada seseorang yang masuk dari pintu depan Mansion. Dia terus berkutat di dapur itu tanpa menghiraukan apapun.


Namun, saat dia berbalik. Matanya seketika membulat dan piring yang dia pegang hampir terjatuh ke lantai. Akan tetapi dengan cepat di tahan oleh sepasang tangan yang membantunya membawa piring tersebut lalu menaruhnya di atas meja makan.


“Kau pasti wanita yang sudah tidur dengan Kaisar, bukan?” serang Eren yang tersenyum bahagia bertemu dengan Winter.


Winter terkejut dan gugup. “Hah? Ti-tidur?”


Tentu saja dia terkejut dan langsung tergugup. Jika pertanyaan yang dilontarkan oleh Eren sangat frontal dan menusuk ke jantung nya.


“Ehm, maksudku kekasihnya, Kaisar.” Eren tersadar dengan ucapan nya lalu menggenggam tangan Winter dengan erat.


“Oh my god, you are so beautiful, honey.” Eren kembali memuji Winter dan memeluk nya.


“Thank you, and who?” Winter bingung dan bertanya.


“Oh hahaha, aku sangat bersemangat sampai lupa untuk memperkenalkan diri.” Eren tertawa renyah wajahnya memperlihatkan sangat bahwa dia bahagia.


“Mommy?” Belum sempat Eren menjawab Kaisar pun datang dan langsung menghampirinya.


“Kaisar, my son. How are you, baby?” Eren menghambur memeluk Kaisar.


Kaisar sedikit panik dan jadi gugup. Dia menatap Winter membaca raut wajah wanita itu. Apakah Mommy membongkar semuanya? Dan membuat Winter marah? Seperti nya tidak, karena wajah Winter masih sama. Dia hanya sedikit bingung dengan kedatangan Eren ibunya Kaisar.


“Mommy?” teriak Syeera seraya berlari mendekati Winter.


Sontak membuat Eren terkejut setengah mati. Di menatap Syeera dan juga Winter dengan penuh kehancuran. “Mommy?” Eren mengulang katanya seraya menatap Kaisar penuh tanya.


“Mommy, bisa kita bicara berdua?” Kaisar menarik Eren keluar dari dapur.


Eren hanya bisa diam dan mengikuti langkah Kaisar sang anak. Dia begitu syok karena mengetahui kebenaran bahwa Wanita yang di cintai anak nya adalah seorang janda yang mempunyai anak.


“Mommy,” ucap Kaisar.


“Kai, are you okay? Apakah kamu tidak sedang sakit?” Eren bertanya seraya meletakan punggung tangan nya di kening Kaisar.


Kaisar mengerinyit tidak mengerti. “Mommy, I'm fine. Ada apa?”


“Ada apa kau bilang? Dia bukan kah wanita yang bersamamu waktu itu? Di depan apartemen?” tanya Eren.


Kaisar mengangguk.


“Yes, Mommy. Maafkan aku tidak sempat memperkenalkan kalian.” Kaisar merasa tidak enak pada Eren.


“Namanya Winter, Mom.” lanjutnya seraya menatap Winter yang tengah berada di dalam dapur dari balik jendela kaca.


Eren menoleh menatap sang anak yang terlihat sangat mencintai Winter. Terlihat jelas dari tatapan nya yang begitu dalam. Tapi...


“Kaisar, apa tidak ada wanita lain? Dia sudah memiliki anak! Kau yakin dengan hubungan ini?” Eren sedikit khawatir.


Kaisar mengerutkan kening nya menatap skeptis sang ibu. “Mommy, apakah selama ini kita hidup dengan memandang kasta dari seseorang? Mommy sendiri yang mengajarkan padaku, bahwa aku tidak boleh sombong jika suatu saat nanti aku akan menjadi orang hebat seperti sekarang? Apa Mommy lupa?”


“Kai, bukan seperti itu maksud Mommy,” ucap Eren dengan sedikit pelan sambil ikut menatap Winter dan juga Syeera yang tengah berbincang bahagia di dalam sana.


“Lalu apa?” Kaisar menatap dengan penuh kecewa pada Eren. Membuat hati Eren hancur seketika.


Memang benar dia yang telah mengajarkan pada Kaisar. Bahwa Kaisar tidak boleh sombong dan memandang seseorang melewati kasta mereka. Tapi, Eren juga sangat khawatir bahwa Kaisar hanya akan tersakiti. Memilih sembarang wanita yang mungkin hanya mengincar kekayaan nya saja. Kaisar akan sangat tersakiti jika di khianati karena harta.


“Mommy, are you trust me? Percayalah, pilihan ku tidak salah. Winter adalah wanita yang sangat baik hati. Asal Mommy tahu, Winter sama sekali tidak mengenal Kaisar Syareef sang Billionaire,” jelas Kaisar dengan tersenyim menggenggam tangan Eren sang ibu.


Eren mengerinyit tidak mengerti. “Maksud kamu apa Kai? Winter tidak mengenalmu? Lalu bagaimana kamu berkenalan dengan nya?”


“Dia tidak mengenal Kaisar Syareef sang Billionaire, tapi dia mengenal Kaisar yang hanya seorang supir pribadi.”


Seketika Eren tersentak dan menutup mulutnya dengan tangan. “Kaisar, jangan bercanda! Kau sudah membohonginya!”


“Ya mau bagaimana lagi, Mommy? Dari awal aku sudah berakting sebagai seorang supir pribadi di depan Winter. Awalnya ku hanya ingin bermain-main dengan nya, entah bagaimana bisa aku jadi jatuh cinta padanya.” Kaisar memijit pelipis nya yang menegang.


“Oh my god, Kai. Karena itu Mommy selalu mengingatkan mu untuk tidak bermain-main dengan wanita. Lalu sekarang kau mau bagaimana? Pantas saja waktu itu kau menghindar mempertemukan ku dengan Winter. Wanita yang malang, kau nakal sekali!” Eren mencubit perut Kaisar membuat pria itu menggelinjang kegelian.


“Ya ya ya, terserah apa kata Mommy. Tapi sekarang Mommy sudah yakin kan, kalau Winter adalah wanita yang baik. Dia bahkan tidak tahu bahwa Kaisar bisa membeli sebuah kota yang indah, lalu membuatnya menjadi ratu di tempat itu.” Kaisar tersenyum kembali menatap Winter yang melambaikan tangan padanya dari dalam dapur.


“Sayang, sarapan nya sudah siap. Ayo kita sarapan,” ucap Winter pada Kaisar.


“Hmm, Mommy. Aku juga sudah menyiapkan teh herbal untuk mu,” ucap Winter dengan gugup saat menatap Eren.


“Ah, aku sangat menyukainya. Kau memanggil ku dengan sebutan Mommy, suara mu sangat indah, baby. Ayo kita masuk,” ucap Eren bahagia seraya merangkul Winter mengajaknya masuk kedalam.


Kaisar tersenyum melihat sikap sang ibu yang ada-ada saja. Tadi dia yang paling khawatir tentang Winter. Tapi sekarang dia yang paling semangat menyambut Winter.


To be continued...