
Dengan kecepatan maksimal mobil sport milik Kaisar menyalip mobil Jordan membuatnya berhenti di tengah jalan.
Sempat dia dan Jordan saling menatap beberapa detik. Jordan tersenyum miring seperti iblis. Sedangkan Syeera nampak terlelap tidak sadarkan diri.
“Kau tidak akan bisa menggagalkan rencana ku kali ini, Kai!” ucap Jordan.
Dengan cepat dia memutar arah mobil nya dan melaju kencang. Sedangkan Kaisar terjebak macet karena beberapa mobil orang yang menghalangi jalan nya.
“Oh come on. Shittt!!!!” makinya seraya memukul setir kemudi.
Di melihat mobil Jordan dari kejauhan berbelok di perempatan. Kaisar pun mengambil jalan yang dia ketahui akan membuatnya bertemu dengan Jordan.
Kini mobil Jordan kembali berada di depan nya. Kaisar tidak mau sampai kehilangan jejak lagi. Dia terus mengikuti arah yang Jordan tuju. Sampai akhirnya mereka berada di kawasan hutan pinus. Beberapa truk besar mereka lewati.
“Berhenti, Jordan! Atau kau akan tau akibatnya?” teriak Kaisar saat mobil mereka sejajar.
“Hahaha! Jangan ikut campur, Tuan Syareef.” Jordan malah tertawa dan dia sempat menyenggol mobil Kaisar semakin ke kanan.
Mobil Kaisar hilang kendali. Dan dia hampir bertabrakan dengan truk tangki yang dari arah berlawanan. Namun, dengan cepat dan cekatan dirinya dalam mengendarai mobil. Kaisar bisa selamat.
Kaisar menekan klakson beberapa kali. Untuk mengingatkan Jordan berhenti. Namun pria itu benar-benar sudah gila. Dia malah menekan dalam pedal gasnya. Membelokan kemudinya ke arah kanan untuk menyalip mobil yang ada di depan nya.
Akan tetapi tiba-tiba saja. Muncul mobil dari arah berlawanan. Membuat Jordan tersentak dan membanting setir semakin ke kanan. Dia berhasil menghindarinya.
Kaisar yang melihat hal itu. Sempat terkejut bukan main. Sedangkan Jordan pria gila itu malh tertawa dan meledek Kaisar dengan jari tengah nya.
“Hahaha, aku masih hidup!” teriaknya seperti orang gila.
“JORDAN!!!!AWAS!!!!” Mata Kaisar membulat dan dia refleks berteriak.
Saat melihat sebuah truk pembawa kontainer melaju kencang di depan Jordan. Dan beberapa detik kemudian.
Terdengar suara benturan yang sangat keras. Mobil yang Jordan kendarai terhempas dan terbalik. Lalu terseret sejauh 100 meter.
“SYEERAAAA!!!”
Sontak Kaisar menghentikan mobil nya di tengah jalan. Syok melihat keadaan mobil Jordan yang begitu parah. Aliran darah mengalir dari mobil tersebut.
Kaisar melotot dan bernafas dengan tidak karuan. Melihat aliran darah tersebut. Tiba-tiba sebuah bayangan tentang kecelakaan nya bersama sang ayah beberapa tahun lalu, melintas di pikirannya.
Bayangan waktu dia menyaksikan tak berdaya meledaknya mobil sang ayah dan menewaskan nya. Membuatnya tersadar dengan cepat.
Kaisar menatap arah dalam mobil Jordan. Syeera yang masih bernafas dan bergerak sedang memegangi kepalanya yang berdarah. Kaisar juga tidak sengaja mencium aroma bahan bakar yang menyebar.
Pandangannya pun tertuju pada percikan api dari mesin mobil yang sedikit lagi akan mengenai genangan bahan bakar yang bocor.
“TIDAK!!!!” teriak Kaisar dengan mata melotot.
Kaisar pun keluar dari mobil nya. Dia berlari sekencangnya walaupun kini dia tengah lemas karena ingatan buruknya kembali. Tapi Kaisar berusaha kuat untuk menolong Syeera yang masih ada di dalam mobil itu.
“Aku tidak akan mengulangi kesalahan ku,” gumam nya dalam hati.
Kaisar membuka pintu mobil bagian Syeera duduk yang sudah bengkok dan rusak. Agak keras dan berat, karena keadaan mobil yang terbalik. Tapi Kaisar terus berusaha. Akhirnya terbuka dan dia dengan cepat menarik Syeera dan menjauh dari mobil itu.
Beberapa detik kemudian.
DUARR!!!!!
Mobil Jordan meledak dengan sangat hebat. Hanya berselang detik saja mobil itu kembali meledak sangat kuat. Hingga pecahan kaca nya sempat mengenai Kaisar yang berjongkok menatap Syeera.
“Syeera, Sweetie. Bertahan sayang... jangan tinggalin Daddy, bukan kah kita sudah berjanji untuk hidup bahagia bersama? Hiks hiks hiks,” tangis Kaisar sambil memeluk Syeera yang terkulai lemas.
Wajah mungil nya yang cantik. Kini pucat dan penuh darah yang menetes. Tubuhnya lemas dan sangat dingin.
Kaisar terus berteriak sambil mengguncang-guncang tubuh Syeera. Lalu dia menggendong Syeera masuk kedalam mobilnya. Kemudian menancap gas dengan sangat kencang menuju rumah sakit terdekat.
Di depan ruang operasi yang lampunya berwarna hijau. Tanda bahwa sedang ada operasi yang dilakukan. Benar saja, di dalam ruangan itu. Syeera gadis kecil malang itu tengah berperang melawan kematian.
Kaisar duduk di kursi tunggu dengan kepala yang tertunduk. Air matanya tak bisa dibendung. Dia mengacak rambutnya karena frustasi. Dia tidak mau Syeera kehilangan nyawanya. Mengingat kejadian waktu dulu di tidak berdaya dan membiarkan ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil. Kini dia menyelamatkan Syeera dari ledakan mobil tersebut. Tapi masih harus berjuang hidup di dalam ruang operasi itu.
“Syeera, bertahanlah. Kau harus kuat, aku berjanji akan selalu menjaga mu dan Winter. Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti kalian berdua lagi... ini semua salahku yang tidak becus, aghhhh!” Kaisar terus meranyau tidak jelas sambil terisak.
“Kaisar!” teriak seorang wanita yang sangat familiar suaranya. Membuat Kaisar langsung menoleh dan berdiri dari duduk nya.
Wanita itu adalah Winter. Dengan wajah sembab dan keadaan nya yang berantakan. Winter berlari menghambur memeluk Kaisar.
“Kai, Syeera? Hikss hikss, kenapa ini terjadi padanya? Kenapa bukan aku saja, dia pasti sangat kesakitan...” tangisan Winter menjadi-jadi. Dia tidak habis pikir sang anak merasakan sakit yang luar biasa.
Tap tap tap...
Bunyi suara sepatu mendekat. Winter terhuyung kebelakang saat seseorang tiba-tiba menariknya dari Kaisar.
“Apa-apaan kau ini!” bentak Winter menatap Prilly.
“DASAR ******! INI SEMUA KARENA MU!” Prilly menampar wajah Winter beberapa kali. Sampai berhenti karena di halat oleh Kaisar dan beberapa orang.
Wanita itu nampak sangat berantakan. Wajahnya merah dan penuh amarah. “INI JUGA SALAHMU, KAISAR! KAU TELAH MEMBUAT CALON SUAMIKU MENINGGAL! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKAN KALIAN BERDUA!”
“AGHHHH! KAU JUGA HARUS MATI ******!” Prilly kembali mencengkram leher Winter dan mencekiknya tanpa ampun.
Kaisar dan yang lain berusaha melepaskan cengkraman Prilly. Tatapan wanita itu sudah kosong dan saat ini keinginannya hanyalah kematian Winter.
Wajah Winter sudah membiru. Nafasnya semakin sesak. Sampai akhirnya terhenti saat Prilly merasakan keram dan nyeri di perutnya. Dia pun pingsan dan tidak sadarkan diri. Beberapa perawat mambantu dan membawanya ke ruangan UGD.
“Kau baik-baik saja, honey?” Kaisar mengusap wajah Winter yang pucat.
Winter mengangguk lemah sambil memegangi lehernya yang memar bekas tangan dan kuku Prilly.
Dari ruang operasi keluarlah seorang pria berjas putih dan berkaca mata bersama beberapa perawat wanita. Dia adalah Dokter yang menangani Syeera.
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya? Tolong selamatkan dia, hiks hiks hiks,” ucap Winter dengan terisak sambil menyatukan kedua telapak tangan memohon di depan Dokter.
“Bagaimana keadaan nya Dok?” tanya Kaisar yang juga sangat cemas.
“Maafkan saya, Tuan Syareef.” Wajah Dokter nampak sangat lusuh dan dia menunduk.
“Ada apa Dok? Ada apa dengan anak saya? Tolong selamatkan dia!” Winter semakin panik dan tidak terkendali dia mengguncang-guncang tubuh Dokter tersebut.
“Maaf, Nyonya. Nona Syeera mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya. Dia kehabisan darah, lebih baik secepatnya mendapatkan pendonor yang cocok. Karena golongan darah Nona Syeera yang sangat langka yaitu AB+. Rumah sakit tidak memiliki stok untuk golongan darah tersebut. Maafkan kami,” jelas sang Dokter.
Winter pun mulai terkulai lemas. Dia tidak sanggup berdiri lagi. Rasanya saat ini dia begitu hancur. Mengingat Jordan yang ayah kandung Syeraa telah meninggal, tidak bisa mendonorkan darahnya. Kemana lagi dia mencari? Sedangkan itu sangat susah, terlebih Dokter bilang harus secepatnya.
“Biarkan saya yang jadi pendonornya Dok!” ucap Kaisar.
Sontak membuat Winter terkejut dan langsung mendongak menatap pria itu dengan mata yang penuh air mata.
Kaisar mengangguk dan tersenyum. “Syeera pasti baik-baik saja! Kau tenang saja!”
“Saya siap dan bersedia mendonorkan darah saya untuk Syeera, Dok. Golongan darah saya juga AB+,” ucap Kaisar kepada Dokter.
“Baguslah, kalau begitu mari ikut kami... karena tidak ada waktu lagi, Tuan. Nona Syeera harus segera di selamatkan.”
Kaisar pun ikut bersama Dokter dan perawat. Kedalam ruangan operasi. Bersiap untuk melakukan transfusi darah buat Syeera.
Kaisar menoleh ke kiri. Menatap Syeera yang terkulai lemas dengan beberapa luka di kepalanya. Kini dia sudah berada di ruang operasi. Dan darah nya kini menjadi penyelamat untuk Syeera. Setelah selang transfusi sudah mengalirkan darah Kaisar ke tubuh Syeera. Dokter mulai melakukan operasi kembali.
“Tenanglah, Sweetie. Kau tidak perlu takut, ada aku disini. Jangankan hanya darah, nyawa pun alan aku pertaruhkan untukmu,” gumam Kaisar sebelum akhirnya dia menutup matanya.
To be continued...