
“Halo, Es? Aku baru mau berangkat ketempat mu,” ucap Winter pada Esmee di seberang telpon seraya menyeret sepatu boot hak nya yang belum dia resleting.
Siang ini dia sudah janjian dengan Esmee untuk makan siang bareng. Sekalian membicarakan pekerjaan untuk nya di New York.
Esmee mengirim pesan, alamat kafe tempat mereka janjian. Dengan pakaian kasual celana jeans hitam, kaos pendek merah yang ketat, lalu sepatu boot hak hitam. Membuat nya nampak sangat cantik dan seksi. Lengkuk tubuhnya yang ramping membuat semua mata terpana ke arah nya.
Sekitar setengah jam dia mengemudi ke alamat yang di kirim Esmee. Kini telah sampai di depan sebuah kafe vegetarian. Winter merogoh ponsel di dalam tas nya. Memeriksa apakah ada notifikasi pesan atau panggilan tak terjawab dari Kaisar. Namun hasil membuatnya cemberut karena tidak ada sama sekali kabar dari Kaisar.
Sedikit kesal namun Winter tidak mah ambil pusing. Dia pun berjalan memasuki kafe yang di penuhi pengunjung. Mereka menoleh ke arah Winter saat pintu kafe membunyikan bel yang terkait saat orang membuka pintu dia akan berbunyi.
Beberapa pria tidak berhenti menatap nya. Bahkan ada yang menyapa nya dengan genit. Winter hanya tersenyum membalas sapaan sapaan yang tertuju kepadanya itu.
“Win, disini?!” seru Esmee sembari melambai pada Winter.
Meja paling ujung dekat jendela dan sebuah tv yang tergantung. Winter pun meletakan tas nya di atas meja lalu duduk dengan anggun nya.
“Kita sambil makan ya, soalnya aku lapar banget,” ucap Esmee sambil memegangi perutnya.
Winter terkekeh, “Baiklah, terserah kau saja,” jawab nya.
Winter menatap sekeliling nya, kafe itu ramai sekali siang ini. Apakah ada acara resmi pikirnya. Mereka pun memesan makan siang berupa sandwich, salad, dan jus buah.
“Jadi bagaimana tentang tawaran ku? Apa kau mau menerima nya?” tanya Esmee sambil menyuap salad nya ke dalam mulut dan mengunyah nya.
Winter hanya diam memikirkan sesuatu. Dia memutar-mutar garpu di piring salad nya. Pikiran nya melayang memikirkan seseorang yang sedari kemarin menghilang.
“Hey, Winter kau sangat menyebalkan!” seru Esmee seraya menjentikkan jari didepan wajahnya.
“Maaf, tapi Es aku masih ragu. New York sangat jauh dari rumah, ” ucapnya dengan wajah tidak bersemangat.
“Oh ayolah, Winter. Ini adalah satu-satunya jalan untuk kesuksesan mu. Kau bisa lebih terkenal lagi disana, karir mu akan memuncak. Kau bisa membawa Syeera dan pindah kesana.” Esmee berbicara dengan penuh semangat sambil meraih tangan Winter.
“Entahlah, aku masih bingung.”
“Kau ini bodoh sekali,” ucap Esmee kesal sambil mengunyah salad nya. “Kabari saja aku nanti.”
Winter mengangguk. Lalu dia kembali menyantap makanan nya. Namun, tiba-tiba saja seseorang menabrak meja mereka. Membuat jus buah di atas meja tumpah dan mengenai bajunya.
“Oh, ****!” umpat Winter seraya berdiri.
“I'm sorry, Nona. Aku tidak sengaja, maaf maaf. Aku benar-benar minta maaf,” ucap wanita tadi.
“Thank you, Nona.” Wanita itu pun pergi.
“Kau ini malah bilang tidak apa-apa... kau seharusnya memarahinya karena tidak hati-hati. Lihatlah, bajumu jadi kotor,” ucap Esmee mengomel sambil menunjuk baju Winter.
“Sudahlah, tidak apa-apa... aku ke toilet dulu ya, bersihkan ini.”
Esmee mengangguk. “Baiklah sana, jangan lama-lama ya.”
Winter pun pergi membersihkan baju nya di toilet. Akibat jus tadi kaos favorit nya itu menjadi kotor. Tapi Winter tidak marah, dia tahu wanita tadi tidak lah sengaja.
Setelah selesai membersihkan kaosnya. Winter oun keluar dari toilet. Langkah nya terhenti saat beberapa orang berdiri didepan pintu toilet seperti sedang berkerumun. Entah apa yang sedang mereka lihat. Membuat Winter kesusahan untuk kembali ke kursinya.
Sesampainya dengan susah payah di meja tempat mereka. Saluran berita di tv itu membuat semua orang heboh. Awalnya Winter tidak perduli sampai ada yang mengatakan...
“Wah, dia sangat tampan. Billionaire misterius yang tidak pernah dilihat orang. Kaisar Syareef,” celetuk seorang wanita di sebelahnya.
Dengan badan yang bergetar dia takut-takut menoleh ke tv yang tergantung dinding. Sontak matanya membulat, kedua tangan nya menutup mulutnya.
“Hi Everyone, perkenalkan saya Kaisar Syareef. Pemimpin serta pemilik, perusahaan Syareef Company. Siang ini saya akan menjelaskan kepada publik bahwa tidak ada kecurangan yang dilakukan perusahaan tentang kompensasi korban dari kejadian di Distrik 76. Semua yang diberitakan itu tidak benar. Saya, Kaisar Syareef tidak pernah berbuat hal kotor dalam berbisnis. Kompensasi sudah masuk kedalam rekening masing-masing karyawan yang bekerja dari awal untuk pembangunan Resort ‘Snow Forest In Winter’. Sekali lagi saya mohon maaf karena kejadian ini publik California menjadi heboh. Selamat siang.”
Pria tampan yang berbicara dengan gagah nya di dalam siaran langsung itu berjalan diikuti sekertaris pribadinya. Semua orang di kafe itu menjadi heboh. Beberapa wanita juga terus memuji ketampanan seorang Kaisar Syareef.
“Winter,” lirih Esmee menatap panik Winter yang hanya diam membisu.
Seperti tertusuk pisau belati di jantung nya. Air mata Winter tiba-tiba jatuh. Bibirnya yang merah bergetar ingin mengatakan sesuatu namun terlalu kelu. Esmee menghampiri dan memeluk nya yang masih berdiri.
“Es, apakah aku salah lihat? Kaisar? Syareef? Ini tidak mungkin kan,” lirihnya menatap Esmee dengan sedih.
Air mata terus mengalir di wajah cantiknya. Kepalanya terasa pusing. Tubuh Winter menjadi lemas dan dia terhuyung. Untung saja ada Esmee yang menahan nya.
“Winter, kau baik-baik saja?Ayo aku akan mengantarmu pulang.” Esmee memapah Winter dengan perlahan. Keluar dari kafe dan menuju mobilnya yang terparkir.
To be continued.
Note : Jangan lupa like dan komentar nya ya🤗🤍
Biar aku makin semangat ya🥰