Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 13 : “Milikku!“



“Merindukan ku? Hahaha,” ucap Winter terkekeh.


Kaisar mengerinyit heran. “Ada apa? Kenapa kau tertawa?”


Winter melepaskan dekapan Kaisar, lalu berbalik menatapnya. “Aku tidak akan pernah percaya perkataan seorang pria!” tegasnya seraya menunjuk dada bidang Kaisar.


“Heh, kau yakin?” Kaisar terkekeh dan menaikan alisnya sebelah. “Aku rasa ada seseorang yang bilang katanya dia memang tidak pernah percaya dengan perkataan seorang pria, tapi dia percaya dengan kata-kata ku. Bahkan kau tahu, dia juga langsung menciu--,” kata-kata nya terhenti saat Winter langsung menutup mulut Kaisar menggunakan tangan nya.


“Frontal sekali, bagaimana jika ada yang dengar!” Winter menggerutu sambil memukul pelan dada Kaisar.


“Kan itu memang kenyataannya. This is real, baby.” Kaisar mendekat ke wajah Winter.


“A-apa yang mau kau lakukan?” Winter menjadi gugup dan sedikit gelagapan.


Matanya membulat ketika Kaisar mengusap pipinya menggunakan sapu tangan, yang baru saja dia keluarkan dari saku celana.


“Ada kotoran di pipimu, jadi harus dibersihkan,” kata Kaisar datar sembari terus mengusap pipi Winter yang dia lihat habis di kecup oleh Jordan.


Winter terdiam dan sedikit panik. Apakah Kaisar sempatmelihat kejadian tadi? Saat Jordan mengecup pipinya dan mendengar apa yang semua mereka bicarakan tadi?


“Sudahlah, aku sedang tidak ingin bercanda dengan mu, Kai. Biarkan aku pergi!” Winter menepis tangan Kaisar dari pipinya dan hendak pergi.


“Kau tidak boleh pergi kemana pun, kau itu adalah milikku! Hanya aku yang boleh menyentuhmu dan mencium mu!” kata Kaisar dengan ambisius dia meraih pinggul Winter. Menariknya hingga bersentuhan dengan tubuhnya.


“Apa-apaan sih kau ini!” Winter menggerutu. “Kau bilang aku adalah milikmu dan kau sangat merindukan ku! Tapi apa? Kau tidak memberiku kabar selama seminggu lebih! Kau brengsek, Kai!”


Kaisar terdiam dia memang salah. Karena tidak memberikan kabar dirinya pada Winter. Tapi mau bagaimana lagi beberapa hari ini dia memang sangat sibuk, bahkan untuk pulang ke rumah saja dia tidak sempat. Lagi pula dia juga tidak memiliki kontak Winter.


“I'm really sorry, baby. Aku sangat sibuk, kau tahu sendiri kan bagaimana pekerjaan seorang sepertiku, yang harus mengikuti kemana pun Tuan Shareef pergi, ” ucap Kaisar berusaha meyakinkan Winter.


“I don't care, Kai. Aku sudah tidak mau mendengar penjelasan mu yang--,”


Tanpa aba-aba Kaisar langsung mendekat dan mencium bibir Winter. Membuat wanita itu berhenti menggerutu. Awalnya Winter sempat menolak dan berusaha melepaskan diri. Akan tetapi permainan lembut bibir dan lidah Kaisar membuatnya terbuai.


Kini kedua tangan nya tanpa sadar melingkar di leher Kaisar. Semakin panas dan semakin ganas. Kaisar mengangkat pinggul Winter dan menggendong nya sambil berciuman menaiki anak tangga dan menuju kamarnya.


Kaisar merebahkan tubuh Winter dengan sedikit hentakan. Membuat tubuh seksi nya terguncang di atas tempat tidur. Tatapan mata Winter terlihat sayu dan nafas nya naik turun tidak karuan.


Kaisar membuka satu persatu kancing kemejanya dan melepaskan arloji di lengan kirinya. Kemudian dia naik ke atas tempat tidur menindih tubuh Winter. Lalu mencium bibirnya kembali dengan lahap.


Winter mengerang pelan saat bibir nya di gigit oleh Kaisar. Pria itu melepaskan nya. Wajah keduanya begitu dekat dan hanya berjarak satu jengkal saja. Nafas Kaisar yang terengah mengenai batang hidung Winter.


“Kaisar,” ucap Winter dengan serak dan nafas yang tidak teratur.


“I want you, baby,” kata Kaisar tersenyum tipis.


Winter tersenyum dan mengangguk. Membuat mata Kaisar berbinar, lampu hijau untuk nya. Tanpa menunggu lama, Kaisar segera beranjak.


Tersenyum sembari menarik sepatu hak tinggi Winter satu persatu. Lalu mengelus kakinya yang jenjang dari ujung hingga pangkal paha. Membuat Winter menggelinjang sambil menutup matanya. Merasakan sentuhan Kaisar yang membuat tubuhnya melayang.


Kaisar pun menanggalkan satu persatu pakaian yang Winter kenakan. Kini wanita itu polos tanpa sehelai benang di tubuhnya. Sungguh pemandangan yang begitu indah bagi Kaisar. Tubuh mulus dan bervolume itu membuatnya tidak bisa menahan lagi. Akhirnya Kaisar menerkam Winter seperti seekor harimau yang sedang kelaparan.


Dia tidak memberi celah Winter untuk berkata apa-apa. Hanya ******* dan erangan nikmat yang keluar dari bibir manis wanita itu. Kaisar begitu bangga dengan dirinya yang bisa membuat Winter puas. Karena sebelumnya waktu di rumah Winter, dia yang di puaskan oleh wanita itu. Tapi kini dia sebagai tuan rumah, Kaisar tidak mau kalah oleh Winter.


Tepat tengah malam.


Kaisar memakai satu persatu pakaian nya. Dia menatap kearah Winter dan berjalan mendekat. Kemudian mengecup lembut kening Winter dan menyelimuti tubuh Winter yang masih polos tanpa apapun.


“Good night, baby.”


Kaisar pun segera keluar dari kamarnya. Turun ke ruang bawah dan kembali bergabung dengan para sahabatnya. Ternyata keadaan semakin menjadi-jadi. Kaisar melihat para sahabatnya yang tidak berhenti berpesta dengan para wanita seksi. Bahkan ada Kyle yang sudah membawa masuk salah satu wanita seksi itu ke dalam kamar tamu.


Sedangkan Bryan bercumbu sambil bersulang dengan dua wanita cantik di sebelah kiri dan kanan nya. Jordan pun sama, Kaisar menatapnya dengan tajam. Pria brengsek itu sedang memeluk salah satu wanita seksi.


“Cih, dasar brengsek! Tadi dia memaksa Winter untuk kembali padanya, tapi sekarang lihatlah kelakuan nya.” Kaisar mendecih geram dengan kelakuan Jordan.


“Tuan, apakah ada lagi yang harus saya lakukan?” ucap Lee yang baru saja datang dari arah belakang Kaisar.


“Kau sudah membereskan semua yang aku bilang?” tanya Kaisar seraya mengedarkan pandangan nya.


“Sudah, Tuan. Semua sudah beres,” jawab Lee dengan sigap.


“Nice, sekarang kau sadarkan Jordan dan suruh dia pulang!”


“Baik, Tuan.” Lee pun pergi menghampiri Jordan yang sudah mabuk berat.


Sebelum nya Kaisar meminta Lee untuk menyembunyikan semua barang yang berkaitan dengan nya di Penthouse ini. Karena dia tidak mau nanti jika Winter bangun dia melihat barang-barang itu dan mulai curiga padanya.


Kaisar mengedarkan pandangan nya mencari sosok Pedro yang tidak terlihat. Kaisar berjalan ke arah balkon yang pintunya terbuka. Ternyata benar Pedro berada di sana. Dan dia ditemani oleh wanita cantik dan seksi yang berwajah judes, dia adalah Esmee.


Kaisar tersenyum tipis melihat keduanya yang tengah mengobrol santai di balkon sambil menatap keindahan kota. Kebetulan ada Esmee, Kaisar ingin menanyakan sesuatu padanya.


Kaisar pun mendekat dan menarik nafas sebelum bicara. Memulai akting nya sebagai seorang supir. “Permisi, Tuan.”


Keduanya terkejut dan menoleh ke arah Kaisar bersamaan. Pedro tersenyum dan ingin tertawa melihat wajah Kaisar. Tidak dengan Esmee yang masih kesal atas sikap Kaisar terhadap Winter.


“Dimana Winter?” tanya Esmee ketus.


“Dia ada di kamarku, sepertinya sangat mabuk. Dia tertidur dengan lelap,” jelas Kaisar.


“Kamarmu?” Esmee terheran-heran. Dia menatap Kaisar dan Pedro secara bergantian.


Pedro pun tersadar dia langsung menyela. “Iya benar, Kaisar juga tinggal disini bersamaku. Jadi tentu saja dia memiliki kamar disini, ya kan, Kai.“


Kaisar manggut-manggut sambil menatap Pedro yang mulai aneh. Kenapa tiba-tiba dia yang bersemangat untuk berakting di depan Esmee.


“Oh benarkah? Kau sangat baik hati, Tuan Shareef,“ puji Esmee. Pedro tersenyum sumbang di tatap oleh Kaisar.


“Nona, Esmee? Boleh saya bertanya?” Kaisar bertanya pada Esmee yang tidak berhenti saling melempar pandang dengan Pedro.


“Ada apa?” jawab Esmee singkat.


“Bagaimana dengan Syeera? Apakah ada yang menjaganya? Jika Winter tidak pulang malam ini?” tanya Kaisar serius.


Esmee terdiam dan langsung menoleh ke arah Kaisar. “Kau? Bagaimana kau tahu tentang Syeera?”


“Winter sudah memanggil pengasuh untuk menjaga Syeera malam ini, kau tidak perlu khawatir.”


To be continued.