
Winter tengah merias dirinya di dalam ruangan ganti. Sedari tadi dia sudah menghubungi Kaisar dari tadi siang. Saat dirinya tidak sempat mengangkat panggilan darj pria itu. Entah kerjaan apa yang membuatnya membatalkan janjinya malam ini. Membuat Winter sedikit kesal.
“Kaisar! Kau sangat menyebalkan. Kerjaan apa yang membuatnya sampai bekerja hingga larut? Bukan kah dia hanya seorang supir pribadi. dan bukan seorang karyawan perusahaan.” Dia terus menggerutu sambil menghias diri.
“Apakah dia lupa bahwa hari ini tepat sebulan kami menjalani hubungan! Dia bahkan tidak mengucapkan apapun dari tadi pagi,” gerutunya lagi.
“Ya ampun, Winter. Ini sudah waktunya kau tampil! Tapi kau masih belum selesai.” Esmee membuka pintu ruangan nya dan langsung menerobos masuk untuk memarahinya.
“Esmee, apakah Kaisar sudah datang?” tanya nya dengan wajah cemas.
“Oh my god, kau malah memikirkan Kaisar! Mereka tidak ada, Kaisar dan para Tuan-Tuan tampan itu tidak ada.” Esmee merasa kesal dengan tingkah Winter.
“Come on, Winter!” teriak Esmee.
“Baiklah, iya aku akan segera keluar.” Winter mendorong tubuh Esmee keluar dari ruangan nya.
“Kaisar! Kau sangat menyebalkan.”
***
Tubuh Winter terhempas ke dinding saat seseorang menarik tangan nya. Dengan sangat kesal dan marah, Winter menampar wajah orang itu. Samar terlihat di bawah kerlap kerlip lampu klub malam yang minim.
“Jordan? Apa yang kau lakukan disini?” ucap Winter sembari mendengus kesal lalu bergegas pergi keruangan nya.
Tanpa disadarinya Jordan mengikuti nya hingga kedalam ruangan gantinya. Pria itu menarik kembali tangan nya. Membuatnya semakin kesal.
“Apa mau mu?”
Jordan tersenyum miring, lalu tangan nya menyentuh dagu Winter. Dengan marah Winter menepis tangan Jordan dengan kuat.
“Don't touch me, dasar brengsek! Jika kau menyentuhku lagi, aku akan-” kata kata nya terhenti.
Jordan menyelanya dengan cepat. “Akan apa? Akan memberitahu kekasih ku yang kaya raya itu! Hahaha, dasar ******! Hebat sekali kau sudah berhasil merayu seorang Billionaire,” ucap Jordan.
Winter hanya diam dan menatap Jordan dengan alis yang naik sebelah.
“Entah bagaimana caranya! Apakah kau menggunakan tubuh mu yang seksi ini untuk menggodanya? Sudah ku duga, tidak salah apa yang keluarga ku katakan tentang mu Winter. Kau tidak lebih dari seorang PELACUR!” Jordan kembali melontarkan kata-kata menyakitkan yang di dengar oleh telinganya.
Winter melotot dan tangan nya terayun. Menampar kuat wajah Jordan hingga meninggalkan bekas memar. Begitu pun juga dengan tangan nya yang terasa panas.
“Jaga ucapan mu itu! Jangan sembarang bicara!” Tatapan nya begitu tajam dan murka.
“Sembarang? Itu semua kenyataan Winter. Kau sangat hebat dalam hal menggoda pria!” Jordan bertepuk tangan di depan wajah Winter.
Membuatnya semakin marah. Lagi-lagi dia mengangkat tangan nya ingin menampar Jordan. Tapi tangan nya di tangkap dengan pria itu.
“Jangan seenaknya kau menamparku, Winter. Menggunakan tangan kotor mu ini.” Jordan menghempaskan dengan kuat tangan Winter.
“Pergi sekarang juga! Aku tidak mau mendengar perkataan mu lagi!” Winter menunjuk arah pintu mengusir Jordan keluar.
“Fine, aku akan segera pergi! Tapi percayalah jika pacar kaya rayamu itu akan mendapat balasan, sudah membuat rencana yang ku buat selama ini hancur!” Jordan pun pergi menghempas pintu dengan kuat.
“Kaisar? Billionaire? Apa maksud dari perkataan Jordan? Siap Billionaire sebenarnya? Apakah Kaisar selama ini membohongiku?” Air matanya menetes tepat di layar ponselnya.
Namun dengan cepat dia usap. Kepalanya menggeleng dan mencoba mengatur nafasnya kembali. “No, it's not true! Aku tidak akan mempercayai mulut si bajingan itu!”
Ponselnya tiba-tiba berdering. Membuat nya tersadar dan cepat-cepat mengangkat panggilan masuk itu. “Yeah? Halo? ”
“Halo, Winter honey.” Suara yang familiar terdengar dari seberang panggilan.
“Hai, Mommy. Apa kabar?” sapa Winter dengan tersenyum. Merasa bahagia mendengar suara Eren.
“I'm fine. Congratulations, honey. Selamat hari jadi kalian, aku sudah menyiapkan hadiah dan mengirimnya ke rumahmu.”
Seketika bibirnya tersenyum simpul. Dia merasa begitu terharu sekaligus bahagia, ternyata Eren pun mengingat tanggal di hari ini. Bahkan dia sudah menyiapkan hadiah untuk nya.
“Thank you, Mom. Bolehkah aku memeluk mu jika kita bertemu?“ ucap Winter dengan suara pelan dan bergetar menahan sedih.
“Of course, honey. Ada apa dengan suaramu? Apa kau menangis?”
“Tidak, Mommy. Aku tidak menangis,” ucap Winter tersenyum walaupun Eren tidak dapat melihat senyuman nya.
Namun, seperti nya Eren tahu. Bahwa dirinya sedang sedih. Karena Kaisar yang tidak bisa di hubungi. Bahkan dia melupakan hari jadi mereka.
“Maafkan, Kaisar ya. Aku tahu kau pasti sedih karena dia tidak bisa menemui mu malam ini. Tapi percayalah, dia tidak sedang bermain-main diluar sana, melainkan ada sebuah pekerjaan yang yang sangat penting harus dia urus.”
Winter pun mengangguk dan mulai tenang. Setelah mendengar penjelasan dari Eren. Hatinya sedikit plong, tidak lagi berpikiran aneh.
Panggilan pun terputus. Winter diam menatap lurus ke depan. Memikirkan dirinya yang terlalu kekanak-kanakan. Pekerjaan adalah nomor satu. Keegoisan hanya akan membuat nya jatuh kedalam masalah. Dia tidak mau itu terjadi, apalagi sampai membuat hubungan nya dengan Kaisar menjadi renggang.
Kling!
Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponsel Winter. Wanita itu meraih kembali ponselnya dan memeriksa notifikasi tersebut. Ternyata notifikasi tentang berita trending saat ini di California.
“Proyek resort mewah Syareef Company, telah memakan satu korban jiwa. Di duga karena ada nya kesalahan saat pembongkaran sebuah crane, membuat crane tersebut jatuh. Dan operator crane itu mengalami luka serius dan meninggal di tempat.”
Awalnya Winter tidak perduli dengan berita-berita seperti itu. Akan tetapi, setelah mendengar perkataan Jordan tadi. Membuat nya penasaran dan akhirnya membuka berita tersebut. Membacanya dengan seksama, sangat miris kejadian tersebut sampai trending di urutan pertama.
“Apakah karena masalah ini? Kaisar jadi sangat sibuk? Sudahlah, aku tidak mau mengganggu nya untuk sekarang ini.” Winter mengangguk dan menenangkan dirinya.
Dia pun me membereskan kembali barang-batang nya dan mengganti pakaian manggung nya tadi. Sudah waktunya dia pulang, karena pekerjaan nya telah selesai. Winter juga buru-buru mau pulang ke rumah. Tidak sabar ingin melihat hadiah yang Eren berikan untuknya.
Tepat pukul 1 pagi dini hari. Winter memarkirkan mobilnya di garasi. Lalu turun dan masuk ke dalam rumah dari pintu yang ada di garasi.
Saat menyalakan lampu ruang santai. Matanya berbinar dia tersenyum. Mendapati sebuah kotak hadiah berwarna pink yang tergeletak di atas meja. Dengan cepat dia mendekati kotak itu. Lalu membukanya dengan hati-hati.
“Ya Tuhan!” serunya kaget sambil menutup mulut menggunakan tangan. “Bukan kah ini sepatu yang aku inginkan selama ini. Ada tasnya juga...ini sangat cantik!”
Ternyata Eren menghadiahkan Winter sebuah sepatu dan tas mewah berwarna hitam elegan, dari merek brand ternama. Tentu Winter tahu harga nya yang tidak murah. Apakah pantas jika dirinya menerima hadiah semahal itu?
To be continued....