
Dua hari yang lalu. Syeera gadis kecil itu mengintip di jendela kamar nya. Melihat sang ibu dan ayahnya bertengkar di teras rumah.
“Ingat ya, Winter. Sampai kapanpun kau dan Syeera akan selalu menjadi milikku. Kau tidak akan bisa pergi kemana pun!” bentak Jordan seraya menggenggam tangan Winter dengan kuat.
Belum sempat Winter melepaskan tangan Jordan. Tiba-tiba saja seorang wanita datang dan langsung menampar Winter dengan keras.
PLAK!
“Kau! Apa-apaan ini?” Winter menatap tajam sembari memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras tadi.
“Prilly, honey. Apa yang kau lakukan disini?” tanya Jordan yang terkejut dengan kehadiran Prilly.
“Dasar perempuan murahan, apa tidak puas kau merayu semua pria di klub malam... dan sekarang kau merayu calon suamiku!” serang prilly dengan kata-kata jahat nya.
Winter sangat jengkel dan kesal dihina seperti itu. Tangan nya tergerak ingin menampar balik Prilly. Akan tetapi dia tahan saat melihat perut Prilly yang membuncit. Dia sadar bahwa Prilly sedang hamil.
“Hei kau! Cepat bawa pergi kekasihmu ini! Jangan membuat keributan di rumahku!“ Betapa marah nya Winter hingga dada nya naik turun menahan emosi.
“Dasar wanita ******! Tanpa kau usir aku akan pergi!” Prilly mendekat dan langsing mendorong Winter hingga terjatuh. Sedangkan Jordan ingin membantu tapi dia memilih untuk mengejar Prilly yang pergi begitu saja.
“Brengsek!” Winter mengeram dan menggertak kan giginya karena begitu kesal dan marah dengan Prilly yang sudah menghina dan menyakitinya.
Syeera yang melihat kejadian waktu itu. Lebih banyak menyendiri dan menangis saat tidak ada orang yang melihat. Rasa bencinya pada Jordan semakin besar. Dia bahkan sudah tidak mau bertemu Jordan lagi.
...****************...
Siang itu di gedung pencakar langit, Syareef Company. Ada sebuah Meeting besar yang dihadiri para pemegang saham, serta klien-klien hebat yang bekerja sama dengan Syareef Company. Dalam Meeting tersebut Kaisar mengumumkan bahwa dua minggu ke depan. Proyek Resort Mewah yang ada di distrik 76, akan launching.
“Saya akan mengundang kalian semua untuk menghadiri pesta launching nya yang sangat meriah tentunya, thank you.”
Semua nya bersorak dan bertepuk tangan atas keberhasilan tersebut. Tak jarang dari mereka juga terus memuji kehebatan Kaisar dalam berbisnis. Setelah meeting selesai, Kaisar kembali keruangan nya bersama dengan Lee.
“Panggil Si bajingan itu kemari!” perintah Kaisar.
Lee mengangguk dan bergegas pergi memanggil orang yang dimaksud Kaisar, dia tahu itu Jordan. “Baik, Tuan.”
Setelah beberapa saat, Lee pun kembali dengan membawa Jordan bersamanya. “Silahkan masuk,” ucap Lee mempersilahkan Jordan duduk di sofa yang berada di depan meja kerja Kaisar.
PLAK!
Sebuah amplop terhempas di depan meja di hadapan Jordan. Jordan menoleh ke arah Kaisar yang berdiri dengan menatap tajam dirinya.
“Ada apa, Tuan?” tanya nya bingung.
Kaisar hanya diam dan menunjuk ke arah amplop tersebut. Jordan pun membuka dan mengeluarkan isi di dalam amplop tersebut. Yang tidak disangka itu potret dirinya yang suka mengganggu dan mendatangi Winter. Bahkan ada potret dimana dia mencoba melecehkan Winter secara paksa.
Mata Jordan membulat. Tangan dan kakinya seketika dingin. Dia gemetar ketakutan. “I-ini... saya bisa jelaskan Tuan.”
“Jelaskan? Baiklah silahkan,” ucap Kaisar santai. Dia pun ikut duduk di sofa untuk mendengarkan penjelasan Jordan.
“Tuan, ini tidak seperti yang kau bayangkan. Saya tidak pernah bermaksud untuk mempermainkan Prilly. Sebenarnya wanita ini adalah--” kata katanya terhenti.
“Mantan istrimu!” sambung Kaisar sembari tersenyum miring.
“Bagaimana Tuan bisa tahu? Saya benar-benar minta maaf, saya tidak bermaksud mempermainkan Prilly. Wanita ini!” Jordan menunjuk wajah Winter di foto itu.
“Dia seorang pelacur dia yang menggodaku dan memaksaku untuk kembali padanya!” sambung Jordan dengan kebohongan menjijikkan nya.
Sontak membuat Kaisar murka dan tidak bisa menahan diri lagi. Kaisar dengan cepat membuka laci nakas dan mengeluarkan sebuah pistol. Lalu menodongkan nya di kepala Jordan.
“Brengsek! Bisa-bisanya kau mengatakan Winter adalah seorang pelacur!” bentak Kaisar dengan tatapan tajam seakan ingin membunuh Jordan.
“Tu-tuan, tunggu dulu. Bagaimana anda tahu Winter? Saya bisa jelaskan.” Jordan tergugup ketakutan menahan pistol yang tertodong di kepalanya.
“Apalagi yang mau kau jelaskan. Saya tidak perduli kau mau menyakiti Prilly atau kau mau meninggalkan nya sekalipun, itu bukan urusan ku!”
“Yang aku mau kau jangan mengganggu Winter lagi!” ucap nya dengan penuh penekanan.
Jordan mengerinyit kebingungan. Dia diam dan memikirkan sesuatu. “Tapi Tuan, bukan kah Winter sudah memiliki kekasih seorang-”
“Supir pribadi maksud mu? Hahaha, kau pikir supir itu siapa?” Kaisar tertawa renyah.
Jordan pun akhirnya mengerti. Ternyata dia tidak salah lihat. Waktu itu dia tidak sengaja melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Kaisar sedang memeluk Winter dengan erat di depan klub malam tempat Winter bekerja. Senyuman licik pun tergambar di wajah Jordan.