Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 21 : Si bajingan #2



“Ternyata begini permainan seorang Billionaire,” ucap Jordan seraya bertepuk tangan di depan Kaisar.


“Kaisar menatap nya dengan tajam. “Apa maksud mu?”


“Jika Winter adalah kekasihmu... lalu kau mau apa, Tuan? Seperti di sebuah drama? Kau akan membalas dendam dengan memecat ku? Hahaha.” Jordan semakin berani berbicara membuat Lee yang saat itu berdiri di belakang Kaisar terkekeh.


“Dia pikir dia bisa melawan Tuan?” batin Lee.


Kaisar mengembangkan seringaian nya. Seketika membuat bulu kuduk Jordan berdiri. Namun dia tetap berusaha setenang mungkin.


“Apakah kau merasa sedang hidup di dunia drama? Tentu saja tidak, tapi kau hidup dalam dunia Kaisar. Dimana hidup mu di tentukan oleh ku!” ucap Kaisar dengan penuh penekanan. Berhasil memonopoli nyali Jordan.


“Aku tidak pernah takut oleh siapa pun!” tekan Jordan sekali lagi dengan percaya diri.


Kaisar kembali tertawa. “Untuk apa aku memecat mu? Jika aku ingin bahkan sekarang aku bisa melenyapkan mu tanpa jejak. Kau akan menghilang bagai di telan bumi, tidak ada satu orang pun yang perduli kau ada atau tidak!”


Jordan menelan salivanya yang sekeras batu. “Lalu kau mau apa?” tanya nya dengan gelisah.


“Aku hanya mau memperingatkan mu, jangan pernah kau mengganggu Winter dan Syeera lagi! Jika tidak aku akan benar-benar membuatmu menghilang dari muka bumi ini!” Kaisar menekan kunci pelatuk nya.


Membuat Jordan semakin gemetar. “Kau sudah gila, Tuan. Kau harus ingat Syeera adalah anak ku. Kau tidak bisa membuat ku untuk tidak bertemu dengan Syeera!”


“Bisa, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini untuk ku! Aku akan segera menikahi Winter dan menjadi ayah yang baik untuk Syeera, ” tukas Kaisar.


Jordan terbelalak mendengar ucapan Kaisar. Dia pun segera berdiri dari duduk nya sembari merapikan jas dan kemejanya.


“Maaf, Tuan. Jika tidak ada urusan pekerjaan lagi, saya pamit kembali bekerja.”


Kaisar tidak memperdulikan nya dia menaruh kembali pistol tadi kedalam nakas. Lalu dia berdiri dan berjalan ke arah kursi kerjanya. Jordan berbalik tersenyum miring menatap ke arah Kaisar.


“Kau bilang kau akan segera menikahi Winter? Apa aku tidak salah dengar? Kau bahkan tidak jujur padanya tentang dirimu! Bayangkan jika Winter tahu yang sebenarnya, dia pasti tidak ingin bertemu dengan mu lagi!”


Dengan hentakan keras, Jordan menutup pintu ruang kerja Kaisar. Lalu berjalan ke arah lift. Sebelum lift tertutup dia sempat menyeringai ke arah Lee yang menatap kepergian nya.


“Brengsek!” Kaisar menggenggam kuat pulpen ditangan nya hingga remuk dan hancur.


Kata-kata terakhir Jordan. Tidak bisa dia lupakan. Selalu terbayang raut wajah Winter yang bahagia jika bersamanya. Akan kah kebahagian itu hancur saat Winter tahu yang sebenarnya bahwa selama ini dia berbohong.


Kaisar meremas rambutnya dan menghela nafas berat. Dia tidak mau kehilangan Winter. Apa yang harus dia lakukan?


Tiba-tiba ponsel nya di atas meja bergetar sebuah panggilan masuk. Senyum nya terurai saat membaca nama Winter di layar panggilan tersebut. Tanpa menunggu lama Kaisar mengangkat panggilan itu.


“Hai, baby? Bagaimana kabarmu?” sapa Kaisar dengan mesra.


“I'm fine, honey. Oh iya malam ini apa kau ada waktu? Aku akan tampil di klub.”


“Hmm...” Kaisar mengingat-ingat apakah dia ada jadwal nanti malam. “Nothing, aku kan menemui mu. Dan...”


“And what? Ada apa sayang? Apa terjadi sesuatu? Suara mu seperti tidak biasanya.”


“Aku ingin membicarakan hal penting dengan mu, nanti malam kita bertemu ya.” Kaisar menarik nafas.


“Hmm, baiklah sayang. Bye see you, muahh.”


Panggilan pun terputus. Kaisar menyandarkan kepala nya dan menutup mata. Berharap nanti malam adalah waktu yang tepat untuk jujur semuanya pada Winter.


Cklek!


Pintu ruangan nya tiba-tiba terbuka. Lee masuk dengan tergesa-gesa. Wajah nya yang kalut pasti sudah terjadi sesuatu.


“Ada apa, Lee?” tanya Kaisar.


“Tuan, ada masalah. Sepertinya kita harus segera datang ke distrik 76,” jawab Lee dengan gusar.


Kaisar mengerinyit. “Jawab yang jelas, apa yang terjadi?”


“Crane yang di gunakan untuk pembangunan tiba-tiba jatuh saat sedang proses pembongkaran, ” jelas Lee.


Sontak membuat Kaisar terkejut dan segera berdiri dari duduk nya.


“Ada satu korban jiwa, yaitu operator nya,” sambung Lee lagi.


“Baiklah, segera siapkan Jet ku. Kita berangkat sekarang!” perintah Kaisar.


Setelah Lee pergi. Kaisar mencoba menghubungi Winter berkali-kali. Namun wanita itu tidak menjawab panggilan nya. Kaisar ingin mengabari bahwa dia tidak bisa bertemu malam ini. Karena urusan pekerjaan yang mendadak.


To be Continued.