Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 16 : Hari persidangan.



Dua hari kemudian.


Di kantor pengadilan. Winter tengah duduk termenung di kursi tunggu. Menunggu waktu yang sudah ditentukan. Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri nya. Ia mendongak dan memperhatikan wanita itu dengan lekat.


“Siapa?”


“Perkenalkan saya Myra, dengan Nona Winter?” Wanita itu menyodorkan tangan nya.


Winter meraih tangan Myra dan bertanya, “Ada apa ya?”


“Saya pengacara yang akan membantu persidangan tentang hak asuh Syeera Alvarez.”


Winter menatap heran ke arah wanita bernama Myra itu. Dari penampilan nya yang rapi, dia percaya bahwa Myra seorang pengacara.


“Maaf, tapi saya tidak menyewa pengacara,” jelas Winter seraya beranjak dan ingin pergi. Dia takut jika Myra adalah orang suruhan Jordan untuk mengacaukan sidang nanti.


“Nona Winter, tunggu. Percayalah saya pengacara yang sangat jujur, saya akan membantu anda. Anda tidak perlu membayar saya, karena saya di pekerjakan publik...” jelas Myra berusaha meyakinkan Winter.


Dia terdiam dan menatap penuh kecurigaan pada Myra. “Pengacara publik?”


“Iya, anda benar. Saya seorang pengacara publik. Saya berjanji akan membantu anda mempertahankan hak asuh anak anda.”Myra meraih tangan Winter dan menatapnya penuh keyakinan.


Winter pun percaya dengan perkataan Myra yang meyakinkannya. Dia pun mulai berbincang dengan Myra, mengenai sidang yang akan di laksanakan sebentar lagi. Sesekali Winter mengangguk mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh Myra. Myra adalah pengacara profesional dengan bayaran sangat tinggi, hampir semua kasus yang dia tangani selalu menang. Andaikan Winter tahu bahwa Kaisar yang mengirim Myra dan sudah membayar pengacara hebat itu untuk membantunya. Dia pasti sudah berpikiran aneh-aneh, dari mana Kaisar mendapat uang sebanyak itu untuk membayar seorang pengacara.


Tap tap tap.


Suara langkah kaki seorang pria mendekat ke arah nya. Winter dan Myra menoleh bersamaan. Dia segera menghela nafas dan membuang muka ke arah lain. “Tidak sudi, aku menatap wajahnya!” gumam Winter kesal.


Myra yang merasa ketegangan terjadi. Mengerti dan langsung meninggalkan Winter berdua dengan pria yang tersebut.


“Apa kau sudah siap, honey?”


Suara nya saja sudah membuat telinga Winter sakit dan terbakar. Apalagi melihat wajah nya, rasanya semua isi perutnya ingin keluar, mual dan muak melihatnya.


“Please, jangan mengganggu ku hari ini, Jordan,” ucap Winter seraya memijit pelipisnya yang menegang.


“Hahaha, bukan kah aku sudah mengatakan nya padamu waktu kita di pesta Tuan Syareef. Syarat spesial yang pastinya saat menguntungkan buatmu. Kembali padaku adalah pilihan terbaik, Winter.”


“Cuihh, jangan harap!” Winter mendecih sambil menatap Jordan yang kini duduk disebelah nya. “Dasar bajingan, kau bilang waktu itu kekasih mu sedang hamil. Dan sekarang kau dengan tidak tahu malunya merayuku!”


“Aku memang akan segera menikah, dan kau bisa menjadi istri keduaku, sayang! Memang nya ada yang salah?”


“Dasar, bajingan gila!” gumam Winter pelan.


Winter menarik nafas dan menutup matanya. Lalu membukanya kembali sambil tersenyum menyeringai. “Oh iya aku lupa, bahwa kau bukan manusia...terlebih kau adalah seorang iblis yang tidak punya hati nurani.”


“Winter, jaga ucapan mu!” Jordan mencengkeram tangan nya saat dia hendak berdiri. Membuat tubuhnya terhuyung dan hampir saja terjatuh.


Tapi dengan cepat sepasang tangan menarik tubuhnya agar tidak terjatuh ke dalam dekapan Jordan. Winter terkejut dan menoleh ke arah seseorang yang baru saja membantunya.


“Tuan, Lee.” Mata Jordan membulat, terkejut melihat sekertaris pribadi Tuan Syareef berada ditempat itu.


“Manager Jordan, kau tidak boleh kasar terhadap seorang wanita.” Lee menatap nya sangat tajam.


Sedangkan Winter hanya diam bertanya-tanya siapakah pria berkulit putih seperti kapas itu. Terlebih Jordan yang memanggilnya Tuan. Membuat Winter mulai mengingat wajah Lee.


“Bukan kah kau yang waktu itu berada di pesta, Tuan Syareef?” ucap Winter pada Lee.


Lee pun menoleh ke arah Winter dan tersenyum. “Benar sekali, Nona. Saya Lee sekertaris pribadi Tuan Syareef,” jawab Lee.


“Tuan, Lee. Apa yang anda lakukan disini?” tanya Jordan kembali.


“Saya sedang ada urusan penting disini, dan saat saya lewat. Tidak sengaja melihat anda bersikap kasar kepada Nona ini,” jelas Lee dengan tatapan tidak suka.


“Sudahlah, saya tidak mau tahu. Sekarang saya sedang sibuk,” ucap Lee seraya berbalik menatap Winter. “Saya pergi dulu, Nona. Selamat siang!”


Winter terheran-heran dengan sikap Lee. Dia merasa begitu spesial di mata pria itu. Padahal dia tidak terlalu dekat dengan Tuan nya. Tapi kenapa Lee memperlakukan nya dengan begitu hormat.


Sidang pun segera dimulai. Selama persidangan berlangsung Jordan merasa begitu terpojok. Dengan serangan dari Myra yang menjadi pengacara Winter. Dia terheran-heran dari mana Winter bisa mendapatkan banyak uang untuk menyewa pengacara terkenal itu.


Bahkan bukan hanya Jordan yang terheran. Winter pun juga sama-sama bingung. Pengacara publik yang sedang membantunya itu begitu pintar dan hebat. Semua kelemahan Jordan dia serang dan membuat pria itu mati kata.


Akhirnya sidang pun ditutup. Dengan kemenangan dari pihak Winter. Hak asuh Syeera masih bertahan padanya. Winter memeluk Myra dengan penuh haru. Air matanya yang dari tadi dia tahan akhirnya keluar. Air mata bahagianya karena sudah berhasil mengalahkan Jordan.


“Thank you so much, Myra.”


“Tidak masalah, Nona. Sudah tugas saya membantu, anda.”


“Aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika tidak ada dirimu, semoga tuhan selalu menjaga dan memberikan kemudahan dalam urusan mu, ” ucap Winter penuh rasa syukur.


Diluar ruangan. Jordan berdiri di depan ruang sidang menunggu Winter keluar. Saat wanita itu keluar dengan cepat Jordan menariknya dan membawanya ke tempat sepi.


“Lepaskan aku! Atau aku akan berteriak!” Winter melepaskan cengkraman kuat tangan Jordan di lengan nya.


“Diam!” bentak Jordan.


“Tolong! To-” teriakan nya terhenti saat Jordan menutup mulut Winter menggunakan tangan besarnya.


“Aku bilang diam!” bentak Jordan kembali dengan wajah semerah tomat karena sangat kesal sudah kalah dari Winter.


Di sisi lain. Dari balik dinding ada seorang pria yang tengah memperhatikan Jordan yang menarik Winter ke tempat sepi. Langkah membawanya menuju tangga darurat. Di sana dia melihat Jordan yang Lagi-lagi kasar terhadap Winter.


Darahnya seketika mendidih. Tangan nya mengepal kuat ingin sekali mendaratkan tinjuan ke wajah brengsek Jordan saat itu.


“Brengsek kau Jordan! Kau membuat wanita ku kesakitan!” geram nya pelan sambil terus memperhatikan apa Winter dan Jordan.


“Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Winter. Tidak akan pernah! Syeera dan dirimu adalah milikku, selamanya milikku!” Jordan mendorong tubuh Winter ke dinding dan membuat Wanita itu mengeram kesakitan di punggungnya.


Setelah menyakiti Winter, Jordan pun pergi dengan rasa tidak bersalah. Dia memang benar-benar seekor binatang. Winter menatap murka kepergian nya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Sedetik kemudian dia merasa tangan nya di genggam oleh seseorang. Sontak membuat Winter terkejut dan ingin melepaskan tangan orang tersebut.


“Kaisar?” Matanya membulat ada binar dan kesedihan dalam tatapan nya.


Kaisar tersenyum dan mengusap air mata yang membasahi pipi Winter. “Jangan menangis, baby. Kau terlihat sangat jelek jika menangis.”


Winter pun manyun mendengar perkataan Kaisar. Dia memukul pelan dada pria itu. “Kau ini, apa yang kau lakukan disini?”


Cups.


Kecupan mesra mendarat dibibir Winter yang manyun, membuatnya terdiam tak berkata. “Kau manyun seperti itu membuatku ingin mencium mu! hahaha,” Kaisar tertawa.


“Nakal sekali!” Winter pun mencubit perut Kaisar membuat pria itu bergelinjang kegelian. “Bukan nya menjawab pertanyaan ku, tapi kau malah mencium ku!”


“Hahaha, baby. Kau sangat lucu dan menggemaskan.” Kaisar tertawa dan tiba-tiba meremas bokong Winter.


“Kaisar! Kau ini!” Winter berteriak dengan wajah merah. “Dasar mesum, tolong tolong ada pria mesum disini!”


“Hei hei, jangan sembarang bicara. Apa kau mau aku di pukuli orang dan di tangkap polisi? Karena salah paham,” ucap Kaisar sembari hendak menangkap Winter yang berlari.


“Who is care? Aku tidak perduli itu memang kenyataan. Ada seorang pria mesum yang begitu seksi sedang meremas bokong ku, hahaha.” Winter tidak mau kalah. Dia melakukan hal yang dilakukan Kaisar tadi. Lalu berlari pergi meninggalkan pria itu sendiri.


“Winter, tunggu aku!” Kaisar mengikuti langkah Winter.


To be continued.....