Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 32 : Bertemu Eren.



Keesokan paginya. Winter bangun dari tidurnya. Dia menatap sekelilingnya. Mencari sosok yang mungkin akan masuk ke dalam kamar. Akan tetapi sosok itu tidak ada. Dia pun sadar semua luapan emosinya sudah dia keluarkan pada Kaisar semalam.


Dia keluar dari kamar. Berjalan menyusuri lorong dan beberapa ruangan. Tidak menemukan Kaisar dimana-mana. Seorang pelayan pun menghampirinya.


“Nona, ini pesan dari Tuan untuk anda.” Pelayan itu memberikan secarik kertas kepada nya.


Winter membuka kertas itu dan membacanya dengan seksama. Tertulis bahwa Kaisar tidak ingin mengganggunya untuk sementara. Karena dia ingin memberikan waktu buat Winter menenangkan diri. Diujung surat dia berkata bahwa dia benar-benar mencintai Winter dan tak ingin berpisah darinya.


Winter menaruh kertas itu diatas meja makan. Lalu kembali masuk ke dalam kamar. Membersihkan diri sebelum pergi dari mansion itu.


Kini dia telah berada di depan sebuah rumah mewah bergaya ala eropa. Yang tak lain adalah kediaman Eren ibu nya Kaisar. Untuk menjemput Syeera yang katanya ada di sana.


Winter menatap rumah tersebut dengan pikiran nya yang tidak jelas. Bersamaan dengan saat itu, Eren menggandeng Syeera keluar dari rumah itu.


“Mommy!” teriak Syeera senang sambil berlari ke arah Winter.


Winter tersenyum mengusap lembut wajah sang anak dan memberikan kecupan hangat di kening nya. “Morning, sweetie. Apa tidur mu nyenyak?”


“Tentu saja, Mom. Karena Grandma Eren sangat baik. Dia membuatkan aku susu dan menceritakan sebuah dongen padaku sebelum tidur.” Syeera bercerita singkat dengan wajah bahagia.


Winter tersenyum. Dia pun beralih menatap ke arah Eren. Tanpa berbicara sorot matanya membuat Eren mengerti apa yang sudah terjadi.


Syeera mengangguk dan menuruti perkataan Eren. Dia pun segera mencium pipi Winter lalu masuk ke dalam mobil. Dengan perlahan dan hati hati Ray supir pribadi Eren. Mengantar Syeera ke sekolah.


Setelah kepergian Syeera. Eren berjalan mendekati Winter. Wanita itu nampak lesu dan tidak bersemangat. Eren mengusap pucuk kepalanya dengan lembut.


Winter langsung menghambur memeluk Eren. Tangisan nya kembali pecah. Bahkan dia sampai menangis terisak-isak. Tubuhnya sudah tidak kuat menahan diri. Akhirnya tangisan nya yang tertahan keluar sampai terisak. Eren mengajak Winter duduk di teras belakang rumah nya.


“Berhentilah menangis, sayang. Aku tahu ini pasti sangat menyakitkan bagimu. Tapi kau juga tahu bahwa Kaisar sangatlah mencintaimu. Jangan menyakiti diri kalian masing-masing seperti ini. Jika berjauhan sehari saja kalian sama-sama merasa ingin mati. Apa lagi jika kalian harus berpisah, mungkin hati kalian sudah pasti mati!” tutur Eren seraya menggenggam kedua tangan Winter.


“I don't know what I do, Mommy. Aku juga sangat mencintai Kaisar. Tapi aku juga belum bisa menerima kebohongan nya selama ini. Aku bagaikan orang bodoh yang dia bohongi. Apakah aku begitu rendah dimatanya? Sampai dia membohongiku soal status sosial nya? Jujur aku tidak pernah menginginkan sebuah harta...” Winter mengusap air matanya.


“Husttt! Kau tidak boleh berkata begitu. Kaisar juga tidak pernah menganggap bahwa kau akan menginginkan hartanya. Melainkan kau sangat spesial dimata Kaisar. Kau adalah wanita hebat yang pernah dia temui,” ucap Eren memegang dagu Winter dan tersenyum.


“Tapi, Mom. Hatiku sangat sakit. Bayangkan jika berada di posisiku seperti apa? Aku jadi sadar bahwa aku tidak pantas bersanding dengan nya. Aku hanya seorang single mother, yang bekerja di dunia malam, untuk menghidupi gadis kecil kesayangan ku!”


Eren tak kuasa menahan diri. Akhirnya air matanya ikut tumpah. Dia memeluk Winter dengan sangat erat. Menepuk-nepuk punggung nya agar merasa tenang. Eren tahu jika Kaisar sang anak memang sudah melakukan kesalahan yang besar. Akan tetapi, dia juga merasa kasihan pada Winter. Bagi sesama wanita. Dia mengerti apa yang dirasakan Winter.


To be Continued. . .