Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 17 : Mansion Mewah pinjaman.



Setelah sidang tentang penentuan hak asuh Syeera satu bulan yang lalu. Hubungan Kaisar dan juga Winter semakin dekat. Mereka berdua sering pergi keluar bersama dengan Syeera. Entah kenapa Kaisar merasa nyaman berada di antara dua perempuan hebat itu. Winter adalah wanita kuat yang menghidupi sang anak sendirian.


Walaupun dia sempat putus asa untuk mendapat pekerjaan, tapi dia tetap dengan prinsip bahwa dia tidak akan pernah bekerja sebagai pelacur. Dia juga tahu itu adalah pekerjaan instan yang dalam semalam pun dia bisa dapat hingga ribuan dolar. Tapi Winter bersikeras menjauhi pekerjaan tersebut. Itu yang membuat Kaisar jatuh cinta pada nya. Meskipun Kaisar tahu bahwa jalan hidup Winter tidak semulus kehidupan nya. Bahkan Winter sudah memiliki seorang anak. Tidak menutup kemungkinan untuk Kaisar jatuh cinta pada Winter.


“Kai, bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?”


Di sebuah mansion mewah yang berada di pinggiran kota Los Angeles, California. Yang tepat nya di sebuah pantai berpasir putih yang begitu indah. Mansion mewah yang sudah lama Kaisar miliki, sejak dirinya belum terlalu sukses seperti sekarang. Mansion itu hanya menjadi tempat Kaisar untuk menenangkan diri. Dia tidak pernah membawa siapa pun ke tempat itu termasuk Ibu dan Sahabat-sahabat nya.


Tapi malam ini. Di tepi pantai berpasir putih yang indah itu. Dia tengah memeluk erat seorang wanita dari belakang. Sesekali dia mengecup pucuk kepala wanita itu dengan penuh kasih. Membiarkan helai demi helai rambut ikal wanita dibawa hembusan angin menerpa wajahnya. Wanita itu adalah Winter. Dan di dalam Mansion itu ada seorang gadis kecil yang tengah terlelap dengan nyenyak.


Winter membalikkan tubuhnya ke posisi menghadap Kaisar. Dia mendongak sedikit untuk bisa menatap wajah tampan kekasihnya itu.


“Ada apa, sayangku?” tanya Kaisar.


Winter tersenyum sembari tangan nya bergerak mengelus rahang kokoh Kaisar. “Bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta padamu?”


“Hahaha, so? Apakah ada yang salah dengan itu, Winter?” Kaisar tertawa mendengar perkataan Winter.


Winter mengerutkan dahi dan melepaskan pelukan Kaisar Dia kemudian berjalan memberi jarak pada mereka berdua. Kaisar mengerinyit heran.


“Apa yang kau lakukan, sayang? Sini kemari lah, udara sangat dingin, kembali ke pelukanku,” ucap Kaisar sembari hendak melangkah ke dekat Winter.


“Hey, baby. What's strong with you? Kenapa kau seperti ini?” Kaisar mendekat dan meraih wajah Winter dengan kedua tangan nya.


Menatap kedua matanya dengan begitu lekat lalu mengecup kening nya. “Aku juga jatuh cinta padamu, jadi apa yang sedang kau khawatirkan?”


“Aku merasa kau seperti orang lain, apakah karena aku yang belum begitu mengenalmu? Kau seperti sebuah sejarah, penuh dengan misteri.”


Kaisar terdiam. “Apa maksudmu?”


“Lihatlah malam ini? Kau membawaku ke sebuah mansion mewah? Apakah aku harus percaya kalau misalkan Tuan Syareef membiarkan kita menginap disini? Bukan hanya ini saja Kai. Aku merasa ada yang janggal terhadap mu... setiap kali aku memikir--”


Kaisar mendekat dan langsung mencium bibir Winter. Menariknya ke dalam dekapan nya kembali. “Percayalah, suatu saat nanti kau akan tahu segalanya... tapi tidak sekarang, sayang.”


“Tahu apa? Kaisar, aku sangat membenci pria yang mempermainkan hati wanita!” Winter menunjuk ke wajah Kaisar dengan tatapan serius.


“Sayang, please. Malam ini aku tidak ingin bertengkar dengan mu, biarkan kita menikmati indahnya pantai ini,” ucap Kaisar dengan sungguh-sungguh.


Winter menarik nafas nya dengan berat. Dia pun mengangguk dan memaksa senyuman. Membiarkan Kaisar memeluk nya kembali. Walaupun hatinya belum bisa tenang dan masih banyak kecurigaan nya terhadap Kaisar.