
“Kaisar!! Kau dan Aunty Eren harus datang ke acara pernikahan ku di New York okay!” kata Prilly sembari menggandeng Kaisar keluar dari lobby kantornya.
Kaisar yang tak suka di sentuh oleh Prilly pun. Melepaskan tangan Prilly dan memberi jarak untuk tubuh mereka. “Kita tidak sedekat itu hingga kau seenaknya menggandeng ku! Ini kantor, aku suka sikap mu yang tidak sopan seperti ini Prilly!”
Prilly menghentikan langkah nya menatap Kaisar dengan kesal. “Kau selalu saja seperti itu padaku, Kai. Padahal kau tahu kita ini saudara!”
Kaisar menoleh sekejap lalu kembali berpaling. “Terserah kau saja mau bilang apa! I don't care, Prilly!”
“Sayangku! Kau ada disini?” sapa seorang pria yang langsung merangkul Prilly dengan mesra.
Kaisar mengenali suara tersebut. Dia hanya tersenyum tipis lalu masuk kedalam mobil nya. Tidak memperdulikan kedua orang yang tidak tahu malu itu.
“Kai, kau pasti datang kan. Jordan lah yang memilih kota New York. Dia juga sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk semua orang,” kata Prilly dengan manja sambil mengelus pipi Jordan.
Jordan hanya tersenyum miring dengan licik. Lalu mengecup kening Prilly.
Mendengar apa yang Prilly katakan membuat Kaisar meminta Lee untuk jangan menancap gas. Dia langsung menoleh ke arah Prilly dan beralih menatap tajam Jordan disampingnya.
Tatapan mata nya mengisyaratkan sesuatu. Kaisar melemparkan senyuman tipis nya. “Tentu, aku akan datang!”
Lee pun segera menancap gas dengan kecepatan sedang, keluar dari lobby kantor. Menuju apartemen Kaisar. Di perjalanan Lee sesekali melirik Kaisar dari kaca sepion tengah. Dia tahu saat ini Kaisar pasti sedang memikirkan sesuatu.
“Ada apa, Tuan? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda?” tanya Lee membuka percakapan.
“Lee, aku rasa Si brengsek itu akan melakukan hal buruk lagi kepada Winter. Dia sengaja memilih kota New York, pasti karena ada sesuatu.”
Seketika itu Kaisar merasa sangat cemas pada Winter dan Syeera. Dia takut hal buruk akan menimpa mereka berdua.
“Apa Tuan mau saya mencari tahu tentang rencana Jordan?”
Kaisar mengangguk menatap Lee dari kaca sepion tengah. “Cari tahu sebelum hari pernikahan nya!”
“Baik, Tuan. Serahkan pada saya,” jawab Lee dengan sigap.
*
Keesokan harinya. Kaisar mengemudikan mobil sport mewah miliknya sendiri. Menuju suatu tempat. Dengan pandangan tajam ke jalanan. Tanpa menoleh ke arah lain. Pikiran nya tidak tenang semalaman.
Shittttttttt!!!
Ban nya berdecit ketika dia menginjak rem secara tiba-tiba. Ada seekor rusa yang dari ke jalanan. Disekitarnya juga ada beberapa mobil yang berhenti karena di serang oleh Rusa bertanduk itu.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Kaisar segera menerima panggilan tersebut. “Ada apa Lee? Apa kau sudah menemukan sesuatu?”
“Tuan, ini gawat! Jordan sudah benar-benar nekat. Dia berencana akan menculik Syeera sebelum hari pernikahan nya besok.”
Mata Kaisar membulat dan rahang nya menjadi keras. “Apa kau yakin?”
“Saya sangat yakin, Tuan!”
“Brengsek! Berani sekali dia! Segera siapkan Jet, dia tidak boleh berhasil dengan rencananya kali ini!”
“Baik, Tuan.”
Dengan kecepatan penuh, Kaisar memutar balikkan arah mobilnya. Lalu menancap gas dengan kencang. Dipikirannya kali ini hanyalah Winter dan Syeera. Jika terjadi sesuatu pada mereka berdua. Dia tidak akan memaafkan diri sendiri.
Beberapa jam kemudian. Kini Kaisar telah berada di kota New York. Lee mengantarkan nya kesebuah gedung pentas tari. Yang dimana Syeera saat ini sedang tampil menari dengan teman sekelasnya.
Kaisar pun duduk di salah satu bangku penonton. Ditengah kerumunan, dia melihat Winter dari kejauhan. Wanita itu duduk di bangku paling depan. Sambil tersenyum haru menatap putrinya yang tampil dengan memukau.
Kaisar tersenyum melihat nya. Dia sangat merindukan wanita itu. Dan sekarang dia bisa melihatnya secara langsung. Ingin rasanya berlari dan mendekap erat wanita itu. Tapi tidak bisa dia lakukan. Mengingat bagaimana hubungan mereka yang renggang.
Syeera dan teman-temannya sudah selesai tampil. Mereka semua bergegas kebelakang panggung. Karena harus diganti dengan tim tari dari sekolah lain.
Kaisar melihat Winter yang berdiri dari duduk nya dan hendak ke belakang panggung mengikuti Syeera. Namun, tiba-tiba saja. Lampu mati dan beberapa gumpalan asap keluar dari bawah panggung.
Winter terlihat panik saat percikan api mulai menyala di depan pintu masuk ke belakang panggung.
“Mommy, Mommy!” suara Syeera terdengar memanggil namanya. Membuat Winter semakin panik. Dia berusaha meminta bantuan pada seseorang. Tetapi, semua orang sibuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Sedangkan keadaan di belakang panggung sangatlah kacau. Anak-anak dan para petugas acara berlarian menyelamatkan diri masing-masing.
Di tengah gumpalan asap dan pencahayaan yang redup. Kaisar mencoba mencari sosok Syeera. Asap semakin tebal, dia pun menutup hidung dan mulut menggunakan kemejanya.
“Mommy! Mommy!”
Kaisar mendengar suara Syeera. Dia pun mengikuti asal dari suara tersebut. Saat sudah sangat dekat. Tiba-tiba Syeera di tarik oleh seseorang dan di bekap. Samar-samar terlihat oleh Kaisar.
“Syeera!” teriak Kaisar seraya berlari mengejar nya.
“Lepaskan! Brengsek kau!”
Kaisar berhasil menarik baju orang itu. Lalu meninju wajahnya dengan keras hingga tersungkur di lantai. Syeera terjatuh, dan pingsan. Sedangkan orang yang mau menculiknya. Berlari pergi ketakutan karena takut ketangkap oleh Kaisar.
“Syeera, sweetie! Sadarlah!” Kaisar menggendong Syeera sambil terus memanggil namanya. “Syeera, sadarlah sayang.”
Keadaan di luar gedung. Winter di tarik paksa keluar oleh petugas penyelamat. Dia terus menangis dan berteriak berkata bahwa anak nya masih ada di dalam. Sedangkan sebagian gedung sudah terbakar.
Begitu juga dengan Lee yang berjalan mondar mandir memerintahkan para petugas penyelamat itu untuk masuk dan memeriksa keadaan Tuan nya yang masih tertinggal di dalam. Dia sangat frustasi. Karena salah dia sudah meninggalkan Tuan nya itu sendirian dan pergi mencari minuman.
“Cepat cari, Tuan Syareef masih ada di dalam!” tukas nya kepada para anak buahnya.
Bugh!
Dia tidak sengaja menabrak Winter yang juga sedang panik. Mereka berdua saling bertatapan beberapa detik.
“Lee?” Winter nampak sangat terkejut.
“Nona, Winter. Apa anda baik-baik saja?” tanya Lee seraya memperhatikan keadaan Winter dari atas sampai bawah.
“Aku baik-baik saja! Ta-tapi Syeera... dia masih ada di dalam! Lee tolong selamatkan Syeera, please aku mohon! Hiks hika hiks!” ucap Winter sambil menangis dan menarik-narik kemeja Lee yang sudah berantakan.
Lee semakin panik saat mengetahui Syeera juga masih ada di dalam gedung. Tapi dia berusaha tetap tenang agar Winter tidak merasa semakin cemas dan panik.
“Tenang saja, Nona. Petugas penyelamat sudah masuk dan akan menyelamatkan mereka berdua!” ucap Lee.
Seketika mata Winter membulat dia menatap Lee dengan tidak mengerti. “Berdua? Apa maksud mu Lee?”
Dia pun langsung sadar dan menutup mulut dengan kedua tangan nya. “Kaisar?”
Lee mengangguk. “Tuan, Kaisar juga ada di dalam gedung itu, Nona. Tapi kau tidak perlu khawatir, mereka akan selamat!”
Seketika tubuhnya semakin lemas. Dia menatap gedung yang terbakar itu. Kedua orang yang dia sayangi ada di dalam gedung tersebut. Winter mengacak rambutnya. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi, jika terjadi sesuatu pada mereka berdua. Winter tidak akan sanggup untuk hidup lagi.
“Tuan, Kaisar!” teriak Lee.
Winter tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah yang di lihat oleh Lee. Matanya tidak bisa berhenti menatap Kaisar yang tengah menggendong Syeera keluar dari gedung tersebut.
“Kaisar, Syeera!” lirihnya dengan meneteskan air mata. Dia mengembangkan senyuman nya menatap mata Kaisar sambil berlirih, “Terima kasih, Kai.”
Akan tetapi, tiba-tiba saja. Ledakan terjadi, semburan api keluar dari pintu masuk gedung itu. Kaisar dan Syeera terlempar karena jarak mereka yang masih dekat dengan pintu itu.
Mata Winter terbelalak. Begitu pun juga dengan Lee dan semua orang.
“Kaisar! Syeera! TIDAKKKKKK!!!” teriak Winter.
“Tuan!” teriak Lee juga.
Winter segera berlari ke arah Kaisar dan Syeera. Kaisar tersenyum sebelum akhirnya dia menutup mata dan tidak sadarkan diri.
“Kaisar, bangunlah!”
To be continued...