Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 42 : Sean Galael.



Kaisar baru saja turun dari mobil sport mewah nya. Dengan mengenakan kaos hitam, celana jeans, dan sepatu kets putih, dia menatap lampu kerlap-kerlip di depan pintu masuk klub malam yang dia datangi.


“Club malam ini sudah lama aku tidak kemari,” imbuh nya sambil tersenyum mengingat awal pertemuan nya dengan Winter di club malam tersebut.


Kaisar pun melangkahkan kakinya masuk kedalam club malam itu. Beberapa bodyguard dan pelayan yang bekerja di sana menyapa nya dengan santun. Kaisar hanya membalas dengan senyuman singkatnya.


Langkah nya pun terhenti. Bibirnya yang sensual melengkung membentuk senyuman dan matanya berbinar terpukau dengan keindahan di depan sana.


“You are so beautiful, Winter.”


Wanita itu nampak sangat cantik dengan rambut terurai dan gaun hitam cantik yang melekat di tubuhnya. Membuat nya terlihat sangat seksi. Hingga semua pasang mata tidak berhenti menatap nya. Betapa indah alunan musik yang dia mainkan.


Setelah melihat Winter tampil dan pergi dari panggung. Kaisar pun melanjutkan langkah nya. Melewati kerumunan orang-orang yang tengah berjoget ria dengan dentuman musik DJ. Menuju ruang ganti pribadi milik Winter.


Saat tangan nya hendak meraih gagang pintu yang bertuliskan “DJ Fabricia” itu, terhenti seketika. Saat telinganya mendengar ada suara pria di dalam sana. Kaisar pun membuka sedikit pintu itu dan mengintip ke dalam.


“Hai, selamat ya...” kata seorang pria yang tak lain adalah Sean. Mantan pacar Winter saat di SMA, tapi kini hanya sebagai sahabat saja untuknya.


“Sean!” Winter menoleh dan tersenyum riang. “Kau sudah kembali dari New York? Kenapa tidak bilang kalau mau datang!”


“Hahaha, aku sengaja ingin memberikan kejutan untuk mu,” kata Sean sembari tertawa.


“Ini untuk mu.” Lalu dia memberikan sebuket bunga kepada Winter.


“Woah, cantik sekali. Thank you so much, my friend.” Winter meraih buket tersebut lalu mencium nya.


Tangan Winter tidak sengaja menyentuh pundak Sean. Pria itu langsung meraih tangan tersebut. Lalu menggenggam nya dengan erat.


“Sean?” Winter menatap nya dengan penuh tanya. “Ada apa?”


“Winter, aku tahu aku tidak sempurna. Aku juga tahu bahwa kau masih sangat membenci dan tidak percaya kepada pria. Tapi, aku...”


Sean mengalihkan pandangan nya dari Winter sejenak. Lalu kembali menatap nya dengan lekat. Membuat seseorang yang sedang mengintip merasa panas. Darahnya seakan mendidih melihat wanitanya di sentuh oleh pria lain. Namun, Kaisar tetap sabar dia mau lihat bagaimana tanggapan Winter ke Sean.


Winter tersenyum dan meraih tangan Sean yang sedang menggenggam erat tangan nya yang sebelah. “Tapi apa, Sean?”


“Hmm, aku mencintaimu Winter. Sangat mencintaimu, mau kah kau memberikan kesempatan untuk ku?”


Winter terkejut mendengar perkataan Sean. Dia diam menatap lekat wajah Sean yang terlihat bersungguh-sungguh. Dia pun tersenyum.


“Sean, memang benar aku sangat membenci dan tidak percaya kepda pria, tapi itu dulu sekarang sudah tidak...” jelas Winter.


“Benarkah? Kalau begitu apakah ada kesempatan untuk ku? Aku janji akan membuatmu dan Syeera bahagia,” sambung Sean.


Winter melepaskan genggaman tangan Sean. Lalu tersenyum memegang pundak pria itu. “I'm sorry, Sean.”


“Kau sudah terlambat, karena hatiku sudah memilih percaya pada seseorang,” ucap Winter.


Deg.


Seperti di lempar batu di bagian dada rasanya sangat sakit. Matanya berkedut menahan cairan panas yang akan keluar. Dan bibirnya terbungkam tak bisa berkata, yang saat ini dia rasakan adalah kekecewaan karena ditolak.


“Baiklah, tidak masalah. Selagi kau bahagia, aku pun akan ikut bahagia dan mendukung mu. Tapi, apa aku boleh tahu? Siapa pria itu?” Sean memaksakan senyuman yang menyakitkan.


“Dia--”


Belum sempat Winter berkata. Pintu ruangan itu pun terbuka. Sean dan Winter menatap ke arah tersebut secara bersamaan.


“Kaisar?” Bola mata Winter membulat melihat sang kekasih yang tiba-tiba muncul.


“Perkenalkan aku, Kaisar Syareef. Calon suami Winter,” ucap Kaisar tersenyum sambil menyodorkan tangan di depan Sean.


Sean nampak biasa melihatnya walaupun sebenarnya hatinya begitu sakit. Melihat seorang pria bisa begitu dekat dengan Winter. Dengan ramah Sean menjabat tangan Kaisar.


“Sean Galael, salam kenal Tuan Syareef. Senang bertemu dengan anda,” sapa Sean.


“Ya, senang bertemu dengan anda juga Tuan Galael,” sahut Kaisar.


Sean menatap Winter yang tersenyum bahagia menatap Kaisar. Lalu dia menarik nafas panjang dan tersenyum.


“Baiklah kalau begitu saya permisi, semoga kalian selalu bahagia,” ucap Sean seraya berbalik dan hendak pergi.


“Tunggu, apa kau mau bergabung?” tanya Kaisar.


Sean menggeleng tersenyum. “Tidak, terima kasih Tuan Syareef. Lain kali saja, aku tidak mau mengganggu waktu kalian berdua...have fun!”


Sean pun berlalu pergi. Kaisar menatap Winter yang menaikan kedua bahunya. “Kenapa dia seperti itu? Padahal aku berniat baik.”


“Entahlah, aku juga bingung. Tidak biasanya Sean seperti ini. Tapi aku merasa aneh dengan tatapan nya saat melihatmu,” ucap Winter bingung.


“Apa dia cemburu? Mungkin saja kan, karena aku lebih tampan dan seksi darinya! Hahaha,” sahut Kaisar dengan percaya diri.


“Cih, siapa bilang kau seksi!” Winter terkekeh dan mencubit perut Kaisar.


“Oh jadi aku tidak tampan? Tidak seksi?” Kaisar memalingkan wajah kesalnya.


“Hahaha, kau lucu sekali sayang.” Winter tertawa gemas.


“Benarkah? Kalau begitu cium aku sekarang! Atau aku akan pergi!” Kaisar mendekatkan pipinya ke wajah Winter.


Wanita itu pun langsung meraih wajah Kaisar dan mengecup bibirnya yang sensual. Membuat Kaisar terdiam dengan mata membulat.


“I love you, sayang.”


Kaisar pun tersenyum dan menarik Winter kedalam dekapan nya. “Aku juga sangat mencintaimu, Honey.”


“Oh iya, apa yang kau lakukan disini sekarang. Di jam segini seharusnya kau istirahat besok masih banyak kerjaan kan di kantor.” Winter melepaskan pelukan Kaisar.


“Pakai ini, aku mau membawamu kesebuah tempat.” Kaisar membalikan tubuh Winter. Lalu memasangkan penutup mata kepada wanita tersebut.


“Kaisar, kita mau kemana? Gelap sekali, aku takut jatuh,” ucap Winter seraya meraba-raba udara di depan nya karena pandangan nya gelap tak terlihat.


“Jangan takut, honey. Ada aku disini, aku tidak akan membuatmu jatuh, apalagi terluka. Trust me, honey.” Kaisar meraih tangan Winter dengan erat menggandeng nya keluar. Menuju mobil nya yang terparkir tepat di depan club malam itu.


Di perjalanan Kaisar tak henti menggenggam tangan Winter yang duduk disebelah nya. Dengan mata tertutup dan pandangan yang gelap. Dia tidak sabar melihat reaksi Winter saat sampai di tempat tujuan.


Tidak lama berselang. Mobil Kaisar memasuki gerbang yang bertuliskan Pelabuhan khusus kapal-kapal pesiar. Dia berhentikan mobil nya di parkiran khusus. Beberapa pria berjas hitam menghampiri mobil Kaisar dan salah satunya membukakan pintu untuk Kaisar dan juga Winter.


“Tuan, semua nya sudah siap,” kata Lee pada Kaisar.


“Hmm, baiklah.” Kaisar pun berjalan mendekati Winter. Dan meraih tangan wanita nya itu. Menggandeng nya dengan mesra.


To be Continued....