Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 28 : Tetap bekerja



“Kaisar Syareef,” gumam nya sambil menatap lurus jalanan yang dia lewati.


“Sebenarnya apa tujuanmu membohongiku, Kai? Apakah aku terlihat seperti perempuan matre yang hanya menginginkan hartamu? Hingga kau harus mengelabui ku seperti ini? Aku sudah seperti orang bodoh! ****!”


Winter menginjak rem dengan sangat dalam. Ketika seseorang melintas di depan nya. Hampir saja, Winter menutup wajahnya menggunakan tangan. Menepuk-nepuk pipinya agar tetap fokus.


“Sudah jam segini, aku bisa terlambat,” gerutu Winter seraya melirik arloji di tangan kirinya. Dia pun kembali menancap gas dengan perlahan menuju Klub malam Diamond.


Klub malam Diamond, pukul 10 malam. Winter keluar dari mobil nya yang terparkir. Lalu berjalan dengan anggun menggunakan sepatu hak tingginya memasuki klub. Dua bodyguard klub malam yang berdiri di depan pintu menyambut kedatangan nya.


“Winter, apa yang kau lakukan?” tanya Esmee yang terkejut melihatnya.


“Apa maksudmu? Tentu saja untuk bekerja, ” jawab Winter tersenyum lebar.


“Tapi...” kata-kata Esmee mengambang saat Winter menatap dirinya dengan tersenyum. “Kau yakin? Apa tidak sebaiknya kau istirahat di rumah?”


“Hahaha, untuk apa aku beristirahat? Aku tidak sedang dalam drama apapun, hingga harus beristirahat,” ucap nya secara gamblang.


Sontak membuat Esmee merasa semakin khawatir. Dia tahu saat ini Winter pasti merasa sangat tertekan. Atas kejadian siang tadi. Dia telah di bohongi, oleh orang yang dia cintai. Itu pasti sangat menyakitkan.


Walaupun dia tersenyum. Di dalam hatinya dia pasti menangis, merintih, dan memaki dirinya yang terlalu bodoh untuk menyadari kebohongan itu dari awal.


“Tega sekali kau berbuat seperti ini pada, Winter. Kai, kau begitu brengsek!” gumam Esmee di dalam hatinya.


Menatap punggung kepergian Winter yang memasuki ruang gantinya. Esmee mengusap air mata yang keluar dari sudut matanya.


“Brengsek, kau sangat brengsek Kai!”


Dia mengusap air matanya menggunakan tisu. Lalu memperbaiki riasan nya lagi. Tidak tahu harus bagaimana. Yang Winter rasakan saat ini. Adalah marah, sedih, perih, sakit yang sangat sakit. Bahkan sakit nya pisau belati yang menggores, tidak bisa menandingi sakit hatinya saat ini.


Sudah waktunya dia tampil. Tepat pukul setengah 11 malam. Winter naik keatas panggung. Memainkan piringan musiknya seperti biasa. Meresapi dentuman dan irama musik yang membuatnya sedikit tenang. Melupakan sejenak masalah hidupnya yang rumit.


“Karena inilah aku tidak percaya pada perkataan semua pria! Mereka semua sama saja!” teriaknya di tengah dentuman musik yang keras.


Esmee yang berada di bawah panggung. Miris melihat sahabatnya itu yang sangat hancur di buat oleh Kaisar. Dia juga tidak menyangka bahwa Kaisar ternyata adalah Tuan Syareef yang sebenarnya.


“Aku tidak akan memaafkan mu, Kaisar. Kau telah membuat Winter menangis dalam senyuman nya,” ucap Esmee dengan sangat lirih. Dia terus memperhatikan Winter yang sudah seperti orang gila. Dia mengeluarkan semua energinya malam ini. Bertempur dengan piringan musik. Membuat semua pelanggan di klub malam Diamond. Berteriak histeris memujanya.


Setelah selesai tampil. Arlojinya menunjukan tepat pukul 12 malam. Winter berdiri di balkon klub. Merogoh saku dan mengeluarkan sekotak rokok.


Dia tersenyum tipis dengan mata berkaca. Menatap Sebatang rokok yang terjepit diantara jemari tangan nya yang lentik. Dia mengingat pertemuan nya waktu itu dengan Kaisar. Saat dia menyesap rokok yang baru saja di hisap oleh Kaisar. Malam itu terasa begitu natural. Winter tidak menyadari ternyata dia hanya sebagai mainan.


Winter pun membakar ujung rokok itu. Menyesapnya sangat dalam, lalu menghembuskan asap nya ke udara. Dengan mata tertutup, Winter memegangi dadanya yang terus berdebar jika mengingat sosok Kaisar. Pria itu sudah benar-benar membuatnya jatuh cinta. Dengan perlakuan manis nya dan penuh kasih sayang kepadanya.


To be continued...


Note : Jangan lupa kasih rating ya karya ini.