
Syeera tengah duduk sendiri sambil memakan cream puff chinamond, kue kesukaannya. Dia duduk di kursi sambil menggoyang-goyangkan kakinya yang tergantung.
“Ini sangat enak,” ucap nya senang.
Tap tap tap.
Suara sepatu hak tinggi seseorang membuat Syeera menoleh ke arah tersebut. Nampak seorang wanita dengan wajah sombong menatap rendah kepadanya. Syeera membuang mukanya, karena masih kesal pada Prilly karena sudah memukul Mommy nya. Beberapa bulan yang lalu.
“Apa kau suka?” tanya Prilly ikut duduk disebelah Syeera.
“Hmm,” gumam Syeera pelan sambil mengangguk.
“Kalau begitu kau bisa membungkusnya dan bawa pulang. Ibumu yang rendahan dan tidak tahu malu itu pasti tidak bisa memberikan makanan enak seperti ini kan. Kasihan sekali hidupmu!” hardik Prilly berbisik dengan kejam.
Syeera tersentak dan matanya mulai berkaca-kaca. “Tante, kenapa kau begitu jahat padaku dan Mommy? Apa salah kami padamu?” tanya gadis malang itu dengan lugu.
“Heh, kau tanya kenapa? Karena kau dan ibumu hidup! Jika saja kau dan ibumu itu lenyap dari hidupku aku akan sangat merasa senang,” ucap Prilly sembari terkekeh dan tersenyum tipis.
“Kau sangat jahat, Tante. Semoga kau dan Daddy-ku selalu bahagia,” ucap Syeera seraya bangun dari duduk nya dan hendak pergi. Tapi tangan nya di tarik kuat oleh Prilly.
“Tante, sakit,” jerit Syeera pelan.
“Kau mau aku bahagia kan.” Prilly menatap nya dengan tajam. Syeera mengangguk lemah. Matanya semakin berkaca-kaca. Menahan sakit juga di lengan nya yang di cengkeram oleh Prilly.
“Kalau begitu, ENYAHLAH! Pergi dari hidup ku dan juga Jordan. Bawa ibumu yang tidak tahu malu itu ke neraka!” ucap Prilly dengan kejam. Sungguh tega sekali.
Dia pun melepaskan tangan Syeera dengan sedikit mendorong tubuh gadis kecil itu. Syeera menatapnya lalu pergi dengan air mata yang telah menetes. Dia menatap sang ibu yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
Melihat kehidupan yang dijalani sang ibu selama ini. Begitu menyakitkan untuk anak seusianya tahu. Meskipun Syeera belum mengerti permasalahan yang terjadi pada orang dewasa. Tapi yang dia tahu, bahwa ibunya adalah wanita hebat yang selalu di sakiti oleh orang-orang seperti Jordan dan Prilly.
“Mom-”
Mulut Syeera ditutup oleh tangan besar. Lalu dia di seret ke tempat sepi. Apa daya seorang gadis kecil sepertinya untuk memberontak, tenaganya tidak kuat.
“Daddy?” Mata Syeera membulat dengan beberapa tetes air mata yang masih ada di sekitar pipi nya.
“Syeera, sayang. Kau ingat kan kata Daddy waktu itu?” ucap Jordan seraya menoleh ke kiri dan kanan. Barang kali ada seseorang yang melihat, tapi aman.
Syeera mengangguk lemah. Wajahnya nampak begitu sedih. Dia tertunduk tidak berani menatap mata Jordan. Karena mata itu sudah bukan seperti mata sang ayah yang dulu menyayanginya. Kini telah berubah menjadi seekor binatang buas yang kelaparan.
“Syeera, Daddy seperti ini karena Daddy sangat menyayangimu!” ucap Jordan seraya memegang kedua pundak Syeera.
“Apakah begini cara orang dewasa menyayangi anak nya?” tanya Syeera dengan suara lirih. Air matanya kembali menetes.
“Beginilah cara Daddy menyayangimu, Syeera. Daddy tidak mau kau hidup dengan Mommy mu dan pria itu. Dia tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu, sayang. Hanya Daddy lah yang terbaik,” ucap Jordan dengan penuh penekanan.
“Dan kau, pasti mau ibumu selamat kan. Maka turuti apa yang Daddy katakan. Kau mau kan?” tekan Jordan kembali.
Syeera menoleh ke arah Winter dan Kaisar yang mulai panik karena menyadari Syeera telah tiada. Kemudian Syeera menatap Jordan dengan lekat.
Dia mengangguk lemah. “Syeera akan ikut dengan, Daddy. Berjanjilah untuk tidak menyakiti, Mommy.”
“Bagus, anak pintar. Aku janji tidak akan menyakitinya.” Jordan tersenyum lebar dengan merdeka.
Dia pun langsung menggendong Syeera pergi dari hotel tersebut. Menggunakan mobil nya yang terparkir di parkiran hotel.
Sedangkan disisi lain.
“Tenang lah, Honey. Aku sudah meminta Lee mencarinya.” Kaisar juga panik dan cemas. Tapi dia berusaha tenang agar Winter tidak semakin panik.
“Kai, Mommy juga tidak menemukan Syeera. Kemana perginya dia?” Eren datang dan berkta begitu. Membuat Winter semakin panik dan mencemaskan sang anak.
“Kai, aku tidak mah terjadi sesuatu pada Syeera. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri. Hiks hiks hiks.” Winter menangis dan terisak.
“Jangan menangis, honey. Kau harus kuat demi Syeera, kita pasti akan menemukan nya.” Kaisar mendekap Winter dan mengusap-usap punggung nya untuk menenangkan.
“Apa Jordan menghilang? Bagaimana bisa fia tidak ada? Cepat cari dia!”
Kaisar seketika menoleh saat mendengar Prilly memarahi pelayan nya. Dia pun mulai sadar dan menoleh kiri kanan. Jordan tidak ada. Kaisar langsung paham dengan apa yang terjadi.
“Tuan, lihat ini!” Lee berlari dan menghampiri Kaisar.
Mata Kaisar membulat melihat rekaman cctv yang diperlihatkan oleh Lee. Di sana terlihat Jordan menggendong Syeera masuk ke dalam mobil, lalu membawanya pergi.
Winter menutup mukutnya dan tangisan nya pecah. Dia mencengkram kemeja Kaisar dan menguncang-guncang tubuh pria itu.
“Kai, itu Jordan. Fia sudah membawa Syeera. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada anak ku. Jordan akan membawanya kemana. Kaisar, hiks hiks hiks.” Winter terduduk dilantai dengan lemas. Seakan dunia nya hancur saat itu juga.
“Honey, tenang saja. Aku akan membawa Syeera kembali. Aku akan mengejar si brengsek itu!” Kaisar langsung berlari pergi.
“Kaisar!” teriak Winter dan juga Eren.
“Tuan, tunggu!” Lee ikut berlari mengejar Kaisar.
Sedangkan Prilly menghampiri Winter yang menangis di pelukan Eren. Dia mencengkeram tangan Winter dan menarik nya kuat untuk berdiri.
“Ini semua salahmu dasar wanita ****** tidak tahu diri!” hardik Prilly dengan tamparan keras di pipi Winter.
“Prilly! Apa-apaan kau ini!” Eren membentaknya.
“Ini memang salahnya! Jika terjadi sesuatu pada Jordan awas saja kau!” ancam Prilly.
Winter menautkan alisnya dan berdiri tegak di hadapan Prilly. Dia menunjuk dada Prilly dengan kuat.
“Seharusnya aku yang berkata seperti itu! Jika terjadi sesuatu pada anak ku! Akan ku pastikan kau dan Jordan akan pergi ke neraka!” ucap Winter yang terlihat sangat murka kepada Prilly.
Eren pun mengajak Winter pergi dari pesta itu. Pesta yang sudah sangat kacau. Prilly membanting semua vas bunga yang ada di meja-meja kelantai. Dia mengamuk seperti kesetanan. Semuanya hancur! Mengingat besok adalah hari pernikahan nya. Tapi kenapa ini bisa terjadi.
“BRENGSEK KAU, WINTER! Kau dan anak mu hanya menjadi benalu saja buat hubunganku dan Jordan selama ini!” teriak Prilly.
*
Di dalam mobil sport miliknya. Kaisar tidak berhenti menginjak pedal gas. Dan melaju kencang di jalanan kota New York. Setelah mendapat informasi bahwa Jordan sempat terlihat di dekat sebuah taman.
Sesampainya di dekat taman. Benar sekali. Saat dia sedang berhenti di lampu merah. Mobil Jordan melintas tepat di depan mobilnya. Kaisar melihat jelas Syeera yang duduk di bangku sebelah Jordan yang mengemudi.
Tanpa berpikir panjang. Kaisar menerobos lampu merah. Dia tidak memperdulikan lagi dia akan di tilang oleh polisi. Atau mobilnya yang hampir tertabrak oleh mobil lain. Yang ada di dalam pikiran nya saat ini adalah Syeera. Dia sudah berjanji pada gadis kecil itu, untuk selalu menjaga dia dan ibunya.
“Jordan kau memang binatang! Dia itu darah daging mu, bagaimana bisa kau begitu kejam padanya,” lirih Kaisar dengan tetesan air mata di wajahnya.
Sungguh menyedihkan dan sangat menyakitkan ini semua untuk Syeera. Kaisar benar-benar tidak habis pikir anak seusianya harus melihat kehidupan yang sangat kejam seperti ini.
To be continued.