Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 12 : Terbuka kebenaran baru.



“Kau merindukan ku?” bisik Kaisar di telinga Winter. Membuat wanita cantik itu bergidik merasakan nafas Kaisar yang mengenai leher nya.


“Tidak, aku biasa saja!” jawab nya dingin sembari menjauhkan dirinya dari Kaisar.


Kaisar mengernyit. Merasa ada yang tidak beres dengan sikap Winter. Tatapan nya yang dingin membuat hatinya sedikit sakit.


Kaisar pun merangkul Winter. Semuanya tersenyum dan meledek keduanya. Membuat Winter menarik nafas merasa tidak nyaman. Esmee yang melihat Winter tidak nyaman pun berdiri dan menarik Winter pergi.


“Sudah saat nya kau tampil, baby. Berikan penampilan mu yang luar biasa, sayangku,” teriak Esmee menyemangati Winter yang berjalan ke arah meja tempur nya.


Semua nya bersorak meneriaki Winter. Terlebih Kyle dan Bryan yang tidak bisa menahan diri untuk memuji keindahan dari Winter. Kaisar menatap skeptis Winter yang tidak menghiraukan dirinya. Namun dia tetap stay cool seperti biasa. Bahkan wanita seksi yang tadi duduk di pangkuan nya kembali mendekatinya.


“Heh, lihat saja apakah kau bisa tahan untuk tidak menghiraukan diriku!” Kaisar terkekeh menatap Winter dari kejauhan.


Mata nya tidak bisa berhenti memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Winter. Teringat kembali malam itu saat Winter membuat nya terbang ke angkasa. Kaisar tersenyum mengingat nya, sungguh luar biasa pikir pria tampan itu.


“Lihatlah, dia bahkan duduk bersama wanita lain? Tapi dia terus menatapku! Kai, aku membencimu,” gerutu Winter dengan cemberut sambil memainkan piringan musik nya.


Sedangkan disisi lain pintu lift Penthouse terbuka. Baru saja seorang pria melangkah masuk dan bergabung di pesta. Pria itu nampak begitu terkejut melihat Disk Jockey yang sedang menari dengan seksi di depan sana. Sambil memainkan piringan musik.


“Winter?” gumam nya pelan.


Kaisar yang tidak sengaja mendengarnya langsung menoleh ke arah Jordan yang tidak berkedip menatap Winter.


“Dia mengenal Winter?“ batin Kaisar bertanya-tanya.


Hingga Winter selesai. Jordan terus menatap ke arah Winter yang duduk di sebelah Kaisar. Keduanya saling menatap. Winter menatap tajam bertanya-tanya untuk apa pria brengsek itu ada di pesta Tuan Shareef.


“Aku permisi ke toilet sebentar,” ucap Winter seraya beranjak dan pergi dari tempat duduk nya.


Kaisar dan yang lainnya mengangguk dan membiarkan Winter pergi. Sedangkan Jordan tersenyum tipis melihat kepergian Winter. Dia pun beranjak dari tempat duduk nya.


“Kau mau kemana?” tanya Kaisar menatap curiga Jordan.


“Hmm, saya mau ke toilet, Tuan.” Kaisar sedikit gugup dengan tatapan menyelidik dari Kaisar.


“Baiklah, pergi sana!” ucap Kaisar seraya meneguk minuman dalam gelasnya. Setelah itu dia meletakkan gelasnya di atas meja dengan sedikit kuat. Dia pun berdiri dan pergi begitu saja.


Brak!


Winter memegangi bahunya yang terasa sakit saat tubuhnya terhempas ke dinding di dalam toilet. Jordan pria brengsek itu sengaja mengikutinya hingga ke toilet. Winter mendorong tubuh kekar Jordan dan berusaha melepaskan diri darinya.


“Kau mau apa? Lepaskan aku! Plak!” Satu tamparan kuat mendarat di pipi Jordan.


“Aku tidak akan mengambil hak asuh Syeera,” ucap Jordan tersenyum licik.


Winter mengernyit tidak mengerti.


“Dengan syarat kau harus kembali padaku!” lanjut Jordan tertawa licik. Dia mengecup pipi Winter dengan paksa.


“Kau sudah gila! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!” Winter mendorong tubuh Jordan hingga terjatuh ke lantai.


Winter terdiam menatap kepergian Jordan. Setelah itu dia berbalik menatap pantulan dirinya di cermin wastafel. Tatapan nya begitu tajam dan murka. Tangan nya juga menggenggam kuat ujung wastafel.


“Brengsek sekali kau Jordan! Aku lebih baik mati dari pada harus kembali padamu!” geram Winter dengan mata yang terasa panas dan berair.


Tanpa dia sadari ternyata Kaisar sedang memperhatikan mereka berdua. Saat itu Kaisar ingin menyusul Winter yang pergi ke toilet. Perasaan nya sangat tidak enak karena Jordan juga bilang ingin ke toilet.


Dan benar saja, apa yang di khawatirkan oleh Kaisar terjadi. Ternyata Jordan ada niat yang buruk terhadap Winter. Dia mengira Jordan tertarik dengan Winter dan ingin melecehkan nya.


Akan tetapi, malah suatu kebenaran yang terungkap. Ternyata Jordan adalah mantan suami Winter. Sangat kebetulan, Kaisar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Jordan bisa bersikap sangat kasar terhadap seorang wanita, apalagi pada wanitanya.


Saat Jordan mengecup pipi Winter. Kaisar hampir tidak tahan ingin mendobrak masuk toilet dan ingin sekali melayangkan tinjunya di wajah brengsek Jordan. Namun tetap dia tahan, karena tidak ingin Winter mengetahui bahwa dirinya lah Kaisar Shareef. Dia pun hanya diam dan mendengarkan percakapan Winter dan Jordan sampai selesai.


Kaisar begitu geram. Wajahnya memerah menahan amarahnya sejak tadi. Tiba-tiba Jordan keluar dari dalam toilet. Tidak sengaja berpapasan dan hampir menabrak Kaisar yang berdiri di dalam toilet itu.


Jordan terkejut melihat Kaisar. Terlebih raut wajah Kaisar yang terlihat sangat marah dan menatap nya tajam seperti elang.


“Tuan Shareef?” Jordan menjadi gugup.


“Apakah Tuan Shareef mendengar semua pembicaraan ku dengan Winter? Tapi apa perduli dia jika aku bicara dengan Winter? Untuk apa dia marah?” batin Jordan.


Dalam sedetik raut wajah Kaisar berubah biasa. Dia tersenyum tipis di balik rasa muak nya melihat wajah Jordan. Laki-laki yang ternyata adalah mantan suami Winter wanitanya.


“Kau sudah selesai? Kembali lah ke pesta, aku sudah meminta Lee untuk memberikan bonus untuk mu,” ucap Kaisar.


Jordan pun bernafas lega. Dia percaya Kaisar tidak mendengar pembicaraan nya dengan Winter tadi. “Baik Tuan, terima kasih!” Pria itu lalu pergi meninggalkan Kaisar di depan toilet.


Setelah merasa keadaan mulai tenang dan Jordan sudah tidak terlihat lagi. Kaisar pun ingin membuka pintu toilet. Akan tetapi pintu toilet itu duluan dibuka oleh Winter dari dalam.


Wanita itu terkejut, badan nya terhuyung karena sepatu hak tingginya terpeleset. Tapi dengan cepat pinggul ramping nya di raih oleh Kaisar. Dan dia jatuh kedalam dekapan pria tampan itu.


Mata Winter membulat saat pipinya bersentuhan dengan dada Kaisar. Detak jantung pria itu terasa sangat cepat. Sontak Winter langsung mendorong tubuh Kaisar menjauh.


“Maafkan aku,“ ucap Winter gugup.


“Kau mau kemana?” Kaisar menarik tangan Winter saat wanita itu buru-buru ingin pergi.


“Lepaskan aku, Kai!” Winter memberontak, tapi matanya tidak mau menatap ke arah Kaisar. Dia tidak mau hati nya melemah jika melihat tatapan mata Kaisar yang hangat kepadanya. Winter sudah membuang harapan nya jauh-jauh. Saat Kaisar tidak memberinya kabar selama seminggu lebih.


“Why? Kenapa aku harus melepaskan mu?” Kaisar semakin nakal dia malah memeluk tubuh Winter dari belakang dengan kuat.


Winter mencoba melepaskan diri. Akan tetapi tenaganya tidak cukup kuat melawan tenaga Kaisar. “Ah, Kai lepaskan aku, nanti ada yang lihat. Aku tidak enak ini adalah rumah Tuan Shareef.”


Kaisar tersenyum dari balik tubuh Winter. Ini memang rumah Tuan Shareef. Dan Tuan Shareef itu sekarang tengah memeluk mu! Itu yang ada dipikiran Kaisar saat ini.


“Aku sangat merindukan mu, baby,” bisik nya sembari menggigit kecil telinga Winter. Membuat wanita itu menutup matanya dan mendesah pelan. Merasakan kulit tubuhnya yang meremang, karena hembusan nafas Kaisar di leher jenjang nya.


To be continued...