Secret Billionaire & Hot Mother

Secret Billionaire & Hot Mother
Ch 18 : Mansion Mewah pinjaman #2



Keesokan paginya.


Kaisar mengerjapkan matanya beberapa kali sembari meraba bagian tempat tidur di sebelahnya. Matanya terbelalak saat tidak mendapati Winter yang semalam tidur di sebelahnya.


Dia pun segera beranjak dan berlari keluar kamar. Mencari-cari Winter di setiap ruangan yang ada di dalam Mansion. Tapi tidak juga menemukan nya. Kaisar menggaruk kepalanya kebingungan. Tapi tiba-tiba matanya tertuju pada pintu belakang Mansion yang terbuka. Dengan cepat dia pun berlari ke pintu itu.


“Winter, sayang, ” panggilnya dengan panik dan langsung menghambur memeluknya.


Winter terkejut dan saling menatap ke arah Syeera yang tengah bermain pasir. Syeera gadis itu menaikan kedua bahunya tidak mengerti.


“Ada apa dengan mu, Kai?” tanya Winter yang masih diam tak bergerak diposisi nya.


“Aku takut kau menghilang dari hidupku,” ujarnya tersenyum dan mengecup kening Winter.


“Apaan sih kau ini, masih pagi sudah merayuku!” Winter tersipu malu seraya memukul pelan dada Kaisar.


“Cih, dasar orang dewasa!” gerutu Syeera yang sedang menghancurkan istana pasir yang tadi dia buat dengan susah payah.


Kaisar dan Winter pun sadar bahwa disana bukan hanya ada mereka berdua, tapi juga ada Syeera. Kaisar tersenyum dan langsung berjongkok di depan gadis kecil yang cantik itu.


“Why, sweet heart? You wanna kiss?” Kaisar mengecup kening Syeera dengan penuh kasih. “Good morning, cantik.”


Syeera manyun dan mengusap kening nya lalu berlari menjauh. Kaisar menoleh menatap Winter. Wanita itu menaikan kedua bahunya tidak tahu.


“Kau bermainlah dengan Syeera, aku akan menyiapkan sarapan.” Winter pun pergi meninggalkan Kaisar yang masih termangu. Bingung dengan sikap Syeera.


“Hei, sweetie. Ada apa? Kenapa wajah mu sedih begitu?”


Kaisar mendekat dan duduk di sebelah Syeera. Gadis itu duduk dengan memeluk lututnya di pinggiran pantai. Wajah cantiknya tertekuk dan matanya berkaca-kaca. Membuat hati Kaisar tergerak untuk mengusap lembut pucuk kepala nya.


“I hate, daddy. Hiks,” ucap nya dengan tangisan yang tiba-tiba pecah.


Syeera menatap nya dengan berkaca-kaca, satu tetes air matanya mengalir di pipi lembutnya. Membuat Kaisar tergerak untuk mengusap wajah Syeera.


“Jangan menangis, sweetie.”


“Dia memang Daddy ku, tapi dia juga sangat jahat pada Mommy.. hiks hiks hiks.”


“Memangnya apa yang dia lakukan?” Kaisar penasaran dan semakin menggali sesuatu yang membuat gadis kecil itu sedih.


“Kemarin aku melihat Daddy bicara pada Mommy, lalu datang seorang wanita dengan perut buncit memukul Mommy dan mendorong Mommy hingga terjatuh.”


“Really?” tanya Kaisar dengan tatapan serius, yang di jawab anggukkan oleh Syeera.


“Brengsek, kau Jordan! Lagi-lagi kau masih mengganggu Winter. Dan Prilly? Beraninya kau menyakiti wanitaku. Kalian berdua akan menerima akibatnya,” gumam Kaisar dengan tangan mengepal kuat pasir pantai itu.


“Sweetie, berhenti menangis.” Kaisar menarik Syeera kedalam dekapan nya yang erat dan hangat.


Syeera mendongak menatap lekat wajah Kaisar. “Om, Kai. Boleh Syeera minta sesuatu?”


Kaisar mengangguk tersenyum sambil menyentil hidung imut Syeera. “Tentu saja, Sweetie. Apapun itu.”


“Jangan sakiti Mommy, dan berjanjilah kau akan membuatnya selalu tersenyum bahagia...” ucap Syeera dengan harapan yang luas.


Kaisar terdiam. Dia begitu terpukau dengan sikap Syeera yang begitu menyayangi Winter sang ibu. Dia bahkan hanya bisa diam dan menangis diam-diam saat melihat sang ibu di sakiti oleh pria yang dia panggil dengan sebutan Daddy.


Kaisar kembali memeluk Syeera. Mengecup pucuk kepalanya berulang kali dengan penuh kasih sayang. “Don't worry, sweetie. Aku akan terus membuat Mommy mu bahagia. Tentunya dengan mu juga, jadi berhentilah menangis dan jangan mengingat kejadian itu lagi. Okay, berjanjilah juga satu hal padaku. Bahwa kau akan terus tersenyum bila bersamaku.”


Syeera mengusap air matanya dan tersenyum Lalu dia mengacungkan jari kelingking di depan Kaisar. Pria itu mengerutkan dahinya tidak mengerti. Syeera pun menarik tangan Kaisar lalu menyatukan jari kelingking mereka bersamaan.


“Janji,” ucap Syeera.