
hari pertama Amirah masuk ke sekolah berjalan baik-baik saja, walaupun ada beberapa hal yang hampir membuat kesalah pahaman
" hei… hei Zahid " panggil Syakirah dengan manjanya sambil menarik-narik lenganku
" ya kenapa ? "
" nggak apa-apa, cuman manggil aja, hihihi… " tawa Syakirah mempermainkanku
" huh " keluhku dengan menarik nafas pendek
" hei Zahid katanya ada anak baru yang masuk hari ini " sambung Amirah yang berjalan di sebelahku juga
" anak baru, siapa ? " tanyaku penasaran
" entahlah, katanya sih perempuan " tutur Amirah
" owh, kita lihat aja nanti "
" ini udah dekat sekolah, kalian duluan aja masuk sana, payah nanti kalau di lihat teman-teman lain " perintahku pada mereka berdua untuk masuk ke sekolah duluan
" kenapa ? " tanya Syakirah
" huh… kalau kita masuk bertiga nanti, apa kata mereka kalau kita masuk bersamaan. semalam aja hampir ketahuan, kalian memang istriku tapi mereka tidak tau dan jangan sampai mereka tau " jelasku panjang lebar
" tau apa ? " tanya Amirah dengan wajah polosnya
" jangan sampai tau kalau kita ini berhubungan gitu "
" owh… oke " jawab Syakirah dengan mempertemukan jari manis dengan ibu jari membentuk lingkaran yang berarti setuju atas penjelasan ku
" ya udah cepat nanti telat " desak ku pada mereka
" baik, baik "
" kami duluan ya "
" ya " jawabku singkat
sembari menunggu mereka masuk ke kelas, aku menunggu di halaman sekolah, kendaraan yang keluar masuk halaman sekolah baik itu para wali murid yang mengantarkan anak-anaknya ataupun kendaran guru-guru yang mengajar di sini
cukup lama aku menunggu, kupikir mereka sudah masuk ke kelas. langsung saja aku berjalan ke kelas dengan menenteng tas ransel yang berada di pundak sebelah kanan ku
aku berjalan melewati orang-orang yang berkerumunan di halaman sekolah, para orang tua dan para guru yang keluar masuk sekolah membuat halaman yang begitu luasnya menjadi sempit
" permisi " ucapku sambil menyusuri jalan masuk sekolah
akhirnya beberapa meter dari gerbang sekolah, suasana menjadi tenang tidak ada desak-desakan maupun antrian karena para wali murid ataupun orang tua hanya di kasi batas untuk mengantarkan putra putrinya sampai ke depan gerbang sekolah saja
entah karena suasana nya yang tenang atau aku yang melamun, aku terus berjalan dengan pikiran yang melayang-layang entah membayangkan apa
brukk…
" Allahuakbar " ucapku terkejut
" aduh… " ucap seseorang yang berada tepat di depanku
" perempuan " batinku dalam hati dengan mata masih terpejam
kubuka perlahan mataku
tepat beberapa centi dari wajahku terlihat seorang gadis yang berada tepat di hadapanku
mata kami berdua yang saling beradu membuat kami melihat satu sama lain entah berapa lama dengan posisi yang masih terjatuh dengan posisi nya yang berada tepat di bawahku
" ma… maaf " ucapnya meminta maaf padaku
segera saja ku singkirkan diriku dari hadapannya
" enggak, enggak apa-apa kok, maaf juga karena nggak lihat-lihat " kata ku meminta maaf dengan posisi sedikit tunduk padanya sembari membersihkan bajuku yang kotor
" enggak, enggak apa-apa kok. saya yang salah " ucapnya yang tak mau menyalahkanku
" enggak, enggak… saya yang salah " ucapku yang tak mau kalah
" enggak apa-apa "
" maaf bajunya kotor " ucapku sangat bersalah
" udah enggak apa-apa kok " ucapnya berdiri dengan membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor karena terjatuh barusan
tanpa kusadari kalau seseorang yang ku tabrak barusan adalah perempuan
seorang gadis dengan baju muslim sedang berdiri di depanku, wajahnya yang manis dan putih rasanya aku baru saja melihat bidadari yang turun dari surga
aku terdiam tak berkutik mata kami yang saling beradu pada saat itu membuatku tak berkedip sedikitpun
" anu… maaf " ucapnya memecahkan lamunanku
" eh iya "
" maaf yang tadi ya " ucapnya lagi meminta maaf kepadaku
" aku juga maaf… "
" …bajunya itu kotor " balasku
" udah nggak apa-apa, udah bersih kok " balasnya sembari membersihkan pakaiannya
" maaf ya " ucapku lagi
" enggak, enggak apa-apa kok " balasnya tidak mau menyalahkanku
" maaf juga ya, nggak lihat-lihat " katanya bersalah
"enggak apa-apa, seharusnya saya yang lebih hati-hati " seruku tak ingin menyalahkan dirinya
"ha… hahaha… "
kami berdua tertawa kecil entah kenapa kami saling menyalahkan diri kami sendiri
" perkenalkan saya Raudhatul Nabilah " kata nya mengenalkan dirinya
" owh iya, saya Zahid " kataku gantian memperkenalkan diri
" eh… kita pernah jumpa ya " sambungku memulai pembicaraan
tiba-tiba saja mukanya berubah menjadi merah, melihat hal itu membuatku khawatir plus bingung
" Raudhah, ke-kenapa ya ? " tanyaku khawatir
" Nabilah " terdengar seseorang yang memanggil nama Nabilah dari kejauhan
ku arahkan pandanganku ke sumber suara tersebut, terlihat seorang wanita paruh baya yang berdiri di depan kantor kepala sekolah
" per… permisi ya " ucapnya terbata lalu pergi meninggalkanku
" dia kenapa ? " tanyaku dalam hati
aku yang terlalu terbawa suasana tidak menyadari kalau jam sudah berlalu begitu jauh
" gawat… udah jam segini " ucapku saat melirik jam tangannya yg sedang ku kenakan
" aduh telat lah ini " kata ku pasrah berlari menuju kelas
" assalamualaikum, maaf te… "
terlihat suasana kelas yang masih berserak, tak terlihat wali kelas yang biasanya mengawasi kami di depan kelas
" mana ibu ? " tanyaku pada mereka
" kok lama Zahid ? " tanya Syakirah
" enggak apa-apa tadi ada masalah dikit "
" owh "
" ibu mana ? " tanyaku lagi pada mereka
" enggak tau, katanya ada urusan bentar, jadi keluar kelas bentar "
" owh " jawabku sembari meletakkan tas ke atas tempat dudukku
" kapan balik ? "
" mungkin sebentar-sebentar lagi "
" owh "
syukurlah tidak telat
" urusan apa ? " tanyaku lagi penuh penasaran
" e-n-g-g-a-k t-a-u loh Zahid " seru Zahwa sembari mengeja huruf satu persatu
" hehehe, oke - oke " seruku kembali
tak tahu apa yang bisa kulakukan untuk mengisi kekosongan jam saat ini
tok… tok… tok…
" assalamualaikum " ucap seorang perempuan paruh baya sambil masuk ke dalam kelas
" wa'alaikumsalam " balas semua siswa yang berada di dalam kelas termasuk diriku
" Afwan ibu masuknya telat " ucap wali kelas kami sembari menata buku yang berada di atas meja guru
" nggak apa-apa buk " jawab Syifa
" yaudah mulai aja persepsinya " pinta ibu guru untuk membuka kegiatan belajar mengajar hari ini
** 15 minutes leter **
" so… today we have a new friends " ucap wali kelas kami memulai pembicaraan pada pagi hari ini
teman-teman yang lain saling berpandangan melihat satu sama lain, bingung mendengar ucapan wali kelas kami barusan
" hanya anak baru nya, slow down lah , kok kayak aneh aja kalau ada anak baru " batinku dalam hati
aku yang terlihat biasa saja mungkin karena sudah mengetahui terlebih dahulu dan sesuai dengan apa yang di katakan Amirah saat berjalan tadi
" oke-oke keep silent please " kata ibu menenangkan kami
" silahkan nak masuk " perintah ibu ke anak baru yang sudah menunggu sejak tadi di depan kelas
" assalamualaikum " ucap anak baru itu lembut dengan berjalan memasuki kelas
" eh… perempuan… "
" …suaranya " ucapku bingung
perlahan ku perhatikan dengan seksama anak baru itu
" perempuan "
" eh… "
" bukannya… "
" silahkan nak, perkenalkan diri " perintah ibu pada anak baru itu
" assalamualaikum "
" nama saya Raudhatul Nabilah "
" saya pindah karena ayah saya bertugas di sini " ucap gadis itu singkat mengenalkan dirinya
"ehh… EeeHhh… " jeritku keras sambil berdiri di tempat dudukku
aku yang menjerit entah kenapa dan tiba-tiba membuat orang-orang di dalam kelas terkejut dan melihat tajam ke arahku
" kenapa Hid ? " tanya Syakirah
" eh… eng-enggak apa-apa kok " ucapku malu
" bodohnya aku, kenapa aku tiba-tiba menjerit " batinku dalam hati menahan rasa malu
" maaf " ucapku pelan sembari duduk kembali di bangku
" silahkan lanjut nak " pinta wali kelas kami pada anak baru
" woi-woi ini serius kan… bukan bercanda kan… "
" …betul nya dia anak baru itu " gumamku tak percaya dengan apa yang ku alami pagi ini
" it is a dream ? " gumamku tak percaya
" betulkah ini ? "