Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 40 - bye-bye



" udah mau berangkat ya yah " seruku melihat ayah yang sedang mengemasi barang-barang yang akan di bawa


" iya bentar lagi " jawab ayah sambil mengemas - mengemasi barang bawaan


terlihat ummi masih duduk di dalam menikmati sisa-sisa waktunya bersama mereka


aku membantu ayah mengemasi barang-barang yang akan di bawa takut akan nanti ada yang tertinggal


" udah semua yah " kataku pada ayah setelah selesai mengecek seluruh barang bawaan


" ya udah kita istirahat dulu " ajak ayah duduk di kursi teras


aku hanya mengangguk menuruti perintah ayah


entah kenapa tiba-tiba pikiranku teringat tentang foto yang berada di dalam kantong celanaku


" yah… " panggilku dengan melihat sekeliling kami


" kenapa ? " tanya ayah yang melihat ke arahku


" ada yang mau Zahid tanyakan sama ayah " kataku pada ayah


" apa dia ? " tanya ayah dengan tampang serius


" ini, Zahid mau tanya sama ayah, itu ruangan yang di ujung sana ruangan apa ya ? " tanyaku memulai pembicaraan


" ehm… "


" itu ruangan kerja ayah dulu… "


" sekarang udah nggak, udah pindah ke lantai atas " perjelas ayah


" owh… " gumamku setelah mendengar kan penjelasan dari ayah tentang ruangan yang berada di ujung rumah ini


" sama ayah ada satu lagi yang mau Zahid tanya… " kataku pada ayah


" apa dia "


" ini… " ucapku dengan menunjukkan sebuah foto pada ayah


" kenapa ? " tanya ayah dengan meraih foto yang ku tunjukkan pada ayah


" nggak apa-apa, cuman pengen tahu… "


" dari mana kamu dapat ini ? " tanya ayah yang memotong perkataan ku


" dapat di mana ? " tanya ayah lagi dengan nada serius


" di depan ruangan itu yah " jawab ku


ayah hanya terdiam tak berkata sepatah kata pun


" yah " panggilku


" owh ya " jawab ayah


" ummi ayo, udah jam segini nanti ketinggalan " jerit ayah ke dalam ruangan


ayah tak lagi membahas masalah foto itu, foto yang ayah pegang langsung di masukannya ke dalam saku celananya


" iya yah " balas ummi dari dalam


" ya udah Amirah, Syakirah, Zahid, Aisyah kami berangkat dulu ya " pamit ummi pada kami berempat


tak dapat terelakkan, sekian lama bersama kini Amirah harus berpisah dengan mereka yang telah membesarkannya, Amirah memeluk erat ummi dengan menangis begitu kencang dalam pelukan ummi


" udah nak, bentar aja nya… "


" …kan ada Zahid, Syakirah, sama kak Aisyah " kata ummi menenangkan Amirah yang sedih karena harus berpisah dengan orang-orang yang dicintainya


" jangan nangis nak, orang ayah bentar aja di sana. hanya beberapa bulan aja, nanti kalau udah selesai kami langsung balik ke sini " sambung ayah


" i… iya yah, hiks… hiks… " jawab Amirah sedih


kami menyalami ayah dan ummi sebelum mereka bertolak pergi


" ya udah kami berangkat dulu ya " kata ummi dari dalam mobil melambaikan tangannya pada kami


" ya mi hati-hati " sambung ku dengan membalas lambaian tangan mereka


ummi dan ayah berangkat dengan mengendarai mobil, perlahan bayangan mobil mereka sudah mulai memudar hingga hilang tak berbekas


" udah jangan nangis… " kataku dengan memeluk hangat Amirah


" …doakan aja sampai dengan selamat " ucapku menenangkan amirah yang masih sedih


Amirah mengangguk kecil dan berhenti untuk tidak sedih lagi


" yuk masuk… " ajak kak Aisyah


" …nanti kita balik bentar lagi ya, ngambil barang-barang habis itu ke sini lagi " pesan kak Aisyah


" iya kak " jawabku singkat


kak Aisyah masuk ke dalam kamar lalu merebahkan dirinya di atas kasur, kak Aisyah langsung tertidur beberapa saat setelah dia merebahkan tubuhnya di atas kasur


" capek kali ya kak " batinku dalam hati saat melihat kak Aisyah yang tertidur begitu pulas


" eh… nggak apa-apa… "


" Amirah istirahat aja dulu nanti Zahid bangunin kalau udah mau berangkat, ajak syakirah juga "


" hmm… iya " jawab Amirah singkat meninggalkanku lalu pergi ke kamar bersama Syakirah


aku kembali ke ruangan tamu, lalu mengistirahatkan tubuh ku di atas sofa yang empuk


tidak tahu kenapa, aku tiba-tiba memikirkan tentang foto tersebut dan juga ekspresi ayah saat ku tanya mengenai foto tersebut


" sebenarnya ada apa ? " tanyaku dalam hati


" foto itu… "


aku merogoh saku celanaku lalu meraih handphone ku yang berada di dalamnya


syukurlah aku sempat memfoto gambar itu ke dalam handphone ini


aku memerhatikan dengan teliti orang-orang yang terdapat di dalam foto tersebut, ada beberapa orang yang ku kenali wajahnya dan beberapa dari mereka yang terlihat asing bagiku


tetapi pandanganku berfokus pada seorang anak perempuan yang berada di ujung, dan tepat di sebelahnya adalah diriku waktu masih kecil dulu


" ayolah, siapa kau ? " tanyaku mencari tahu tentang anak perempuan dalam foto itu


" huh… "


tak kusadari aku tertidur di atas sofa sambil menggenggam handphone yang belum sempat ku simpan, tertidur akibat tidak tidur malam, sama seperti mereka juga kak Aisyah, Amirah, dan Syakirah


cukup lama tertidur. saat bangun aku melihat ke arah jam yang tergantung di dinding rumah, waktu sudah menunjukkan pukul 11:00 WIB, tak terasa kalau waktu sudah menunjukkan pagi yang menuju siang


aku bangkit dari sofa yang masih dalam keadaan setengah sadar dan kepala pusing, mungkin akibat tertidur terlalu lama dan begadang semalaman


aku menuju kamar di mana kak Aisyah istirahat


" kak… " panggilku dengan mengetuk pintu kamar tersebut


" kak Aisyah… "


" kak… " panggilku lagi untuk ketiga kalinya


klek…


suara pintu yang terbuka dan gagang pintu yang mengarah ke bawah


kak Aisyah membuka pintu tersebut, terlihat kak Aisyah yang bangun dengan keadaan setengah sadar sama seperti ku tadi dengan wajah yang lemas dan rambut yang tak teratur


" kenapa Hid ? hoah… " tanya kak Aisyah pelan dan menguap


" maaf menganggu kak, kita mau pulang jam berapa ? soalnya jam udah jam sebelas… "


" …dan ummi dari tadi nelponin terus " kata ku terus terang


" hah… udah jam sebelas ! " kata kak Aisyah terkejut lalu melihat jam yang berada di handphone nya


" iya udah jam sebelas "


" terus waktu ummi nelpon, Zahid angkat nggak ? " tanya kak Aisyah


" nggak " jawabku pendek


" kok nggak di angkat ? " tanya kak Aisyah lagi


" tadi Zahid juga ketiduran, nggak kedengaran " sambungku


" owh, ya udah siap-siap lah, sekalian bangunin Syakirah sama Amirah ya " pinta kak Aisyah lalu menutup pintu dan segera bersiap-siap


" ya kak "


segera aku menuju ke kamar di mana Syakirah dan Amirah tidur


" Syakirah Amirah yuk bangun udah mau berangkat " panggilku dengan mengetuk pintu mereka


" Syakirah Amirah " panggilku untuk kedua kalinya


" ya " jawab seseorang dari dalam lalu membuka pintu itu


" loh Syakirah mana ? " tanyaku saat melihat hanya Amirah yang membuka pintu


" owh masih tidur " jawab Amirah menunjukkan Syakirah yang masih tertidur pulas


" dasar Syakirah " batinku dalam hati dengan tersenyum kecil


" ya udah bangunin ya, habis itu langsung bersiap-siap, soalnya udah mau berangkat " pesanku pada Amirah


" owh iya " balas Amirah singkat


setelah membangunkan mereka aku segera menyiapkan diri ku sendiri


" balik nanti ngambil barang-barang terus balik ke sini lagi nyusun barang-barang… "


" haduh… bakal capek nih " keluh ku dalam hati


" dan besok sekolah ya… "