Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 42 - Hi..



" perkenalkan nama saya Amirah Syahirah, nama panggilan Amirah atau Syahirah " kata Amirah memperkenalkan dirinya di depan kelas


" senang berjumpa kalian lagi " sambungnya tersenyum bahagia


" Amirah… " seru Zahra berlari ke depan kelas lalu mendekap erat sahabatnya itu


aku tidak menyangka kalau hubungan Zahra dengan amirah sangat dekat


" maaf " bisik Amirah ke telinga sahabatnya itu


" Alhamdulillah ya, Amirah bisa bergabung lagi bersama kita " ucap wali kelas kami yang turut bahagia dengan kembalinya Amirah ke dalam kelas


" jadi Amirah, pasti banyak cerita yang ingin kamu ceritakan mengenai ketidak datangan mu sampai berminggu-minggu "


" bisa ceritakan sedikit pada kami " minta Bu guru pada Amirah untuk menceritakan sesuatu menarik yang terjadi selama Amirah tidak datang


" baik " jawab Amirah menganggukkan kepalanya


" eh… mulai dari mana ya… " tanya Amirah pada kami


" terserah dari manapun jadi " jawab Zahwa yang tidak sabar mendengar cerita yang akan di bawakan oleh Amirah


" hmm... "


" sebenarnya nggak ada sesuatu yang menarik sih " kata Amirah


" tapi… " sambungnya


" tapi kenapa ? " tanya teman-teman di kelas serempak


entah kenapa perasaan ku tiba-tiba mulai terasa tidak enak


tiba-tiba saja Amirah menatap ke arahku


" hei Amirah "


" apa-apaan tatapan mu itu… "


" …please jangan jawab yang nggak-nggak " batinku dalam hati dengan memberikan isyarat mata ke pada Amirah


" semoga kau paham "


" orang tua Amirah harus pergi ke luar kota " kata amirah mulai menceritakan apapun yang di alaminya selama ketidak datangannya


" terus ? "


" ya gitu aja sih " jawab Amirah tidak menceritakan hal lainnya


" jadi sekarang tinggal di mana ? " tanya Jundi


" di rumah " jawab Amirah pendek


" sendirian ? " tanya Imam


" nggak "


" jadi sama siapa ? " tanya Imam lagi ingin tahu tentangnya


" sama Zahid " jawab Amirah santai


" eh… "


" EeeHHhhhh… " ucap satu kelas terkejut


aku hanya mengangguk belum menyadari apa yang baru saja di katakan Amirah


seketika tatapan teman sekelasku mengarah ke arahku


" ada apa ini ? " tanyaku santai


" hmmm… "


entah kenapa aku merasakan hawa-hawa membunuh dari tatapan mereka


" hei ada apa ? " tanyaku lagi


" Zahid… kau… " ucap Hanif terpotong


" aku ? kenapa ? " tanyaku mulai bingung


" eh… "


" apa jangan-jangan… "


" Amirah… "


" mengatakan yang nggak-nggak " batinku mulai khawatir


ku tatap Amirah yang berada di depan kelas


" hei, sebenarnya ada apa ? bisa jelaskan nggak ? " tanyaku meminta seseorang menjelaskan masalah yang sedang terjadi


" jadi… "


" jadi kenapa ? " tanyaku kembali


" udah sampai mana ? " tanyanya lagi padaku


" udah sampai mana apanya ? " tanyaku makin bingung


" u… u… udah sampai di situ kah ? " tanya Zahwa terbata-bata dengan wajah malu kemerah-merahan


" di situ apa maksudnya ? "


" dan kenapa Zahwa nanyanya malu-malu segala ? "


" katanya kamu tinggal sama Amirah, jadi… "


" …udah sampai mana kedekatan kalian " kata Syifa menjelaskan secara detail semuanya


" owh… bilang lah "


" ehh… ehh… "


" EeeHHhhhh…… " seruku terkejut sendiri


" woi kenapa kau yang terkejut, seharusnya kami " kata Hanif


" udah telat " sambung Zahwa


" woi Amirah apa yang kau katakan pada mereka ? " seruku dalam hati menatap Amirah yang berdiri di depan kelas, seperti tidak ada beban yang di pikul saat mengatakan hal itu


" kan aku udah suruh rahasiain hubungan kita "


" hehehe… " tawaku kecil tidak tau apa yang harus ku katakan


" maksud Amirah, waktu itu Zahid main-main ke rumah Amirah terus numpang istirahat di sana " kataku menjelaskan hal tak jelas


" please, tolong paham " ucapku memohon dalam hati


" hmm… iya kah ? " tanya Zahwa ragu


" udah-udah nanti lagi tanya-tanya nya kita udah lewat jam pembelajaran nih " kata wali kelas membubarkan kami


" syukurlah thanks buk " ucapku berterima kasih dalam hati pada wali kelas


" ya udah Amirah silakan duduk " pinta wali kelas pada Amirah


akhirnya pelajaran di mulai dengan melewati jadwal belajar seperti biasanya karena kembalinya Amirah ke kelas


** rest time **


" aduh Amirah… "


" tadi apa aja yang amirah katakan pada mereka sih " keluhku padanya


Amirah menggelengkan kepalanya yang berarti tidak ada mengatakan sesuatu yang yang aneh pada mereka


" terus kenapa mereka kok bisa tau kalau kita tinggal serumah "


" mereka tanya Amirah jawab " jawab Amirah polos


" dasar Amirah " ucapku mengelus lembut kepalanya


" hihihi… Amirah memang kayak gitu Hid " tawa Syakirah kecil


kami menikmati waktu istirahat kami dengan memakan roti lapis buatan Amirah dan Syakirah, sungguh lezat...


" permisi "


ucap seseorang dengan suara pelan dan lembut di depan kami


ku angkat pandanganku ke arahnya, terlihat Zahra berdiri tepat di depan kami bertiga.


seperti yang kuduga, suaranya itu hanya dia yang memiliki suara pelan dan lembut ketika berbicara


Zahra berdiri tepat di depanku dengan penampilan anggun dan menawan serta cadar merah maron yang di gunakan nya


" iya kenapa ya ? " tanya ku padanya


" Ehh… boleh gabung " pinta Zahra meminta izin ikut gabung bersama kami menikmati waktu ngemil


" owh iya silahkan " jawabku menjauh darinya dan mempersilahkan duduk dekat mereka berdua


entah kenapa perasaan ku tiba-tiba jadi tegang, perasaan segan dan tak pantas padanya. tak pantas maksudku bukan yang lain tetapi rasa tak pantas diri ini duduk di dekatnya dan berinteraksi dengannya, tak pantas rasanya seseorang rendahan ini untuk dekat dengannya


perasaanku padanya sudah tak ada lagi, sekarang aku hanya menganggapnya sebagai sebatas teman tak lebih dari itu


aku mengasingkan diri dari mereka menikmati sendiri kue lapis yang di buat mereka, terlihat mereka yang penuh tawa dan berbincang satu sama lain, tidak tau entah apa yang mereka perbincangkan


merasa diriku seperti nyamuk, alias sebagai pengganggu lebih baik aku pergi demi kenyamanan mereka


" Mir, Shera, Zahra… Zahid duluan ya " izinku pada mereka bertiga untuk kembali ke kelas duluan


entah kenapa keringat terus bercucuran dari keningku, setelah beberapa meter dari mereka perasaanku kembali tenang


" apakah ini semua karena dia " batinku menyimpulkan keadaanku saat ini


" ayolah Zahid kau sudah punya istri loh, untuk apa kau memikirkan yang lain "


" ayolah brother, calm down " ucapku menenangkan diriku sendiri


aku kembali ke kelas terlebih dahulu terlihat beberapa teman-teman yang lain sudah berkumpul, tak berselang beberapa lama mereka bertiga tiba di kelas beberapa menit sebelum pelajaran di mulai


seperti biasa kegiatan belajar mengajar di mulai dari pagi hingga waktu asar, sungguh melelahkan


begitulah kehidupan sekolahku


** after asar **


" yuk balik " ajakku pada mereka berdua


" iya " jawab mereka kompak


" hei Zahid " panggil Syakirah


" ya kenapa ? "


" katanya besok ada anak baru ya " ucap Syakirah


" hmm… nggak tau, mungkin " jawabku ragu


" iya-ya katanya perempuan sih " sambung Amirah


" kalau gitu syukurlah bertambah anggota kita lagi "


" anggota ? " tanya mereka berdua bingung


" maksudku teman sekelas kita lagi " kataku menjelaskan lebih lanjut


srett…


" kenapa ini ? kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak ketika memikirkan hari esok "


" huh tenanglah Hid, santai "


" besok will be ok " batinku dalam hati mencoba menenangkan perasaanku yang tiba-tiba merasakan hal buruk akan terjadi besok hari


** tomorrow **


" he… "


" HhhEee…… " teriakku keras di dalam keras


" perkenalkan nama saya… "


" R*******l N*****h "


tak ku sangka dia orang itu


*


( you can guess the name )


" R*******l N*****h "