Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 33 - my memories...



" jadi apa lagi yang mau di beli Hid ? " tanya kak Aisyah kepada ku


" hmm… nggak tau sih "


" kalian mau beli apa ? " tanyaku kepada Syakirah dan Amirah


" hmm… nggak ada sih " jawab Syakirah


" Amirah ? "


Amirah hanya menggelengkan kepalanya sebagai pertanda tidak ada sesuatu yang ingin di belinya


" jadi mau kemana nih ? " tanya kak Aisyah kepada kami bertiga


" jalan-jalan aja "


" kemana ? "


" bukan di sini sih "


" jadi di mana ? " tanya kak Aisyah lagi


" hmm… yuk ikut " ajakku kepada mereka bertiga


kami berjalan menuju lantai baseman di mana mobil kami di parkirkan


" ini kan mau ke parkiran, emangnya mau kemana ? " tanya kak Aisyah tak sabar


" udah ikut aja " jawabku singkat


" Zahid mau ke mana ? " tanya Syakirah gantian


" ya… Zahid mau kemana ? " tanya Amirah dengan menggenggam erat tanganku


" adalah… ikut aja "


tak mendapat jawaban yang pasti dari ku, mereka memutuskan untuk berhenti bertanya ke padaku


" yuk kak " pintaku untuk segera naik ke mobil


segera saja kak Aisyah menaiki mobil dan mengeluarkan nya dari tempat parkiran


" jadi mau kemana ini ? " tanya kak Aisyah yang sudah siap menyetir mobilnya


" ke sini kak " jawabku dengan menunjukkan lokasi yang ingin ku kunjungi ke pada kak Aisyah


" owh… ke situ "


" bilang lah dari tadi " seru kak Aisyah yang terlihat mengetahui tempat yang ingin ku tuju


" kakak pernah ke sana ? " tanyaku ke kak Aisyah yang terlihat pernah mengunjungi tempat itu


" pernah sih "


" tapi… udah lama kali, mungkin… "


" …sekitar beberapa tahun lagi "


" waktu itu kak Aisyah ngapain ? " tanyaku lebih lanjut


" nggak tau pasti sih, kata Abi waktu itu kami ikut Abi ke sana, Abi lagi ngumpul-ngumpul sama temannya, teman kerja Abi " keterangan kak Aisyah jelas


" kalau nggak salah, Syakirah pun ikut pergi, kami sekeluarga pergi kesana… "


" …kalau tak salah waktu itu Syakirah masih berumur 5 tahun " kata kak Aisyah menebak-nebak pertemuan yang sudah lama sekali terjadi


" kak… kakak ceritain zaman kapan sih mana mungkin Syakirah ingat kembali " batinku dalam hati dengan perasaan ingin tertawa


" terus Zahid… "


" itu tempatnya tau dari mana ? "


" nggak dari siapa-siapa "


" Zahid pun pernah ke sana, udah lama juga nggak ingat lagi kapan Zahid pergi ke sana, tapi Zahid masih ingat jelas tempat itu "


" kenapa ? " tanya kak Aisyah


" karena… "


" waktu itu… Zahid kan lagi pergi sama Abi dan ummi Zahid "


" terus… ? "


" terus… Zahid dapat teman di sana "


" kawan ? " tanya Amirah mulai ikut pembicaraan kami


" ya… teman "


" terus apa istimewanya ? " tanya kak Aisyah


" nggak ada sih istimewanya, tapi… "


" tapi… ? "


" waktu itu pas di sana, Zahid pernah tersesat "


" tersesat ? " tanya kak Aisyah dengan tertawa


" iya… " jawabku meyakinkan


" tersesat kenapa ? " sabung Amirah


" waktu itu Zahid keasyikan sendiri main, tau-tau nya udah tersesat aja "


" terus pas tersesat… "


" …Zahid ada jumpa sama 4 anak perempuan kecil "


" itu pas Zahid lagi duduk-duduk di tempat ayunan, sambil menunggu Abi sama ummi Zahid mencari Zahid "


" terus kenapa sama 4 orang anak perempuan itu ? "


" Zahid pun nggak tahu, tapi tiba-tiba saja salah seorang dari mereka menyapa Zahid yang lagi berada di pinggir lapangan "


" kenapa dia bicara ? " tanya kak Aisyah lagi


" Zahid pun nggak tau " ucapku singkat


" terus, mereka ngapain ? "


" kalau seingat Zahid… "


" …ya otomatis Zahid tolak lah, kan nggak mungkin Zahid terima gitu aja "


" tapi… tiba-tiba salah satu dari mereka yang lain menarik paksa tangan Zahid, ya pasti Zahid terkejut lah, tiba-tiba di tarik begitu aja "


" jadi Zahid waktu itu kayak mana ? "


" hmm… ya kayak gitu lah, mau kayak mana lagi "


" hahaha… bisa gitu ya… " tawa Amirah yang mendengar keterangan dariku


" jadi siapa 4 anak perempuan itu ? " tanya kak Aisyah


" hmm… nggak terlalu ingat sih "


" tapi kalau Zahid lihat mereka berempat kompak, entah mungkin saudara atau teman… "


" …tapi waktu itu kalau nggak salah kawan Abi Zahid banyak, mungkin saja itu orang tua dari mereka "


" owh... " seru kak Aisyah


" sejak saat itu Zahid sering bertemu mereka… "


" …tapi hanya beberapa bulan saja, lalu pindah ke luar kota " kataku sedih


" terus… ? " tanya Syakirah


" Zahid ada ingat sesuatu tentang waktu itu… "


" ingat apa ? "


" satu hari sebelum Zahid pindah… "


" …kami berjumpa di taman ini " kataku menjelaskan


" terus… ? "


" Zahid nggak nyangka kalau kejadian waktu itu membuat Zahid menjadi berharap "


" berharap ? " tanya Amirah memandang wajah Syakirah penuh penasaran


" berharap kenapa ? " tanya Syakirah


" mereka bilang ' kira-kira kalau nanti Zahid pindah, Zahid masih ingat lagi nggak sama kami ' kata seseorang dari mereka "


" waktu itu entah kenapa rasanya sakit sekali, memang hanya beberapa bulan, memang hanya lelaki sendiri tapi… "


" …mereka sangat berharga bagi Zahid "


" terus yang lain bilang ' kalau gitu nanti misalnya kita jumpa lagi, kita nikah yuk ', ya Zahid nggak terkejut sih, soalnya ya masih di bilang polos sih waktu itu "


" ' nikah ? ' "


" ' iya… seperti ayah dan ibu, kata ayah ibu saya waktu itu mereka pernah berpisah cukup lama, tapi mereka ada buat janji kalau nanti bertemu lagi kita harus nikah, sampai sekarang ayah dan ibu kita terus… selalu bersama, mereka saling menyayangi satu sama lain, macam mana ? ' "


" puft… hahaha " tawa kak Aisyah yang mendengar ceritaku


" memang sih kalau di bilang, nggak mungkin orang percaya " balasku ikut tertawa kecil


" terus kelanjutan nya bagaiman ? " tanya Syakirah penasaran


" terus… ' nikah ? boleh juga, tapi janji ya, kalau nanti kita jumpa lagi kita harus nikah ' , ' tapi nikahkan harus perempuan sama laki-laki ' , ' hmm… kalau gitu kami perempuannya Zahid laki-laki nya, macam mana Zahid ' kata anak itu sembari mengulurkan tangannya kepadaku "


" hah… " ucap Amirah dan Syakirah terkejut bersamaan


" ja… "


" ja… "


" jadi… Zahid bilang apa sama mereka ? " tanya Amirah yang tak percaya dengan ceritaku


" ya… gitulah "


" namanya juga masih kecil… "


" …Zahid bilang ' baiklah, tapi janji ya ' "


" itulah kenangan yang tak terlupakan sekaligus kenangan yang terakhir bagi Zahid ketika masih di sini "


" sekarang… " kataku dengan perasaan sedih


" sekarang itu semua hanya tinggal cerita, Zahid nggak tau lagi tentang mereka berempat, Zahid nggak tau sekarang mereka berada di mana, mungkin ada yang sudah menikah " ucapku dengan hati yang pilu


" nomor orang tua nya nggak ada Zahid simpan ? "


" nggak ada, waktu tanya Abi sama ummi Zahid pun nggak ada, katanya nomor hp lamanya udah nggak bisa di hubungi lagi "


" owh… "


" kenang-kenangan nggak ada ? "


" hmm… kalau nggak salah ada Zahid kasih… "


" kayaknya liontin "


" liontin ? " tanya Syakirah dan Amirah dengan wajah yang saling bertatapan


" ya liontin, kenapa ? " tanyaku kepada mereka berdua


" hmm… kayaknya… "


" kayaknya kenapa sher ? "


" enggak, enggak jadi " kata Syakirah yang tidak jadi bicara


" jadi harapan Zahid bagaimana ? " tanya kak Aisyah


" harapan ? kenapa kak ? "


" ya misalnya jumpa mereka berempat lagi, Zahid nanti mau ngapain ? " tanya kak Aisyah dengan pertanyaan yang lebih jelas


" pengennya sih Zahid bisa menepati janji Zahid sama mereka "


" maksudnya yang menikah itu ? " tanya Syakirah tak percaya


" iya sih, tapi kalaupun mereka masih mau " ucapku tersenyum


tak terasa perjalanan yang ku pikir akan memakan waktu yang lama terasa sangat sebentar, taman yang pernah ku datangi beberapa tahun lalu kini aku kembali melihatnya dengan pemandangan yang sama


" sungguh kenangan yang sangat indah "