
“He maya, mulut lo emang kaya ember tumpah yang ada diancol ya.. gak bisa dijaga” tunjuk vina yang hampir menghajarnya jika tidak ditahan oleh teman temannya
“Udah lah vina kita gak ada waktu untuk orang yang gak punya temen kaya dia” ujar cinta yang memegang tangan vina
“he em.. nanti tangan kamu kotor loh beb, najis tau” tambah mita dengan suara yang dibuat buat seperti anak kecil
“kurang ngajar ya kalian, gue gak butuh temen yang gue butuhin cumang alex, udah deh gue gak ada waktu buat kalian para lesbian.. lagian alex juga udah nunggu gue dipintu gerbang .. hemm” maya yang sudah pergi meninggalkan ketiga sahabat itu
Mereka yang saling menatap kepergian maya yang memang jika datang tidak jelas dan tidak penting. Tidak memperdulikan kejadian tadi mereka hanya saling berpamitan dan masuk ke dalam mobilnya masing masing
Mita yang sedang mencari kunci yang berada didalam tasnya tak sengaja pandangannya melewati ban mobil miliknya, hingga dia tersadar bahwa mobilnya kempes
“Loh.. ahh kok mobil gue bisa kempes ya, kayaknya tadi pas berangkat gak kenapa napa” ujar mita yang membanting tasnya pasalnya kuncinya ketemu malah ban mobilnya yang kempes
“percuma gue cari kunci” mendengar mobil cinta yang sudah hidup mita langsung berlari untuk meminta tumpangannya
Tok tok ketuk mita pada mobil cinta, cinta pun membuka kaca mobilnya “kenapa?”
“mobil gue ban nya kempes, anterin gue pulang ya cin..” mohon mita
“aneh aneh aja, udah yuk masuk.. gue udah laper”
Saat cinta ingin memundurkan mobinya yang merasa aneh, dia pun turun untuk mengeceknya. Dan ternyata mobil milik cinta juga kempes, cinta yang kesal menendang ban mobil
“ cin.. gue numpang mobil loh dong.. ban mobil gue kempes nih..” ujar vina yang baru datang, yang memang mobilnya berada di ujung parkiran yang lebih teduh
“ kenapa cin?” mita yang baru turun dari mobil cinta
“loh elo kok di mobil cinta?” tanya vina
“Mobil gue ban bagia depan kempes” jawab mita
“wait wait jadi mobil kita ban nya kempes semua nih?”cinta
Mereka semua terdiam saling menatap “kayanya kalian juga punya perasaan yang sama deh..” ujar cinta yang diangguk kan mereka semua. Dengan wajah emosi mereka berjalan kearah gerbang
Sementara maya yang sedang memohon pada alex dan teman temannya agar di perbolehkan menumpang mobil alex, tidak hanya memohon maya juga memasang wajah sedihnya agar dapat mempengaruhi mereka.
Hha, bukannya terpengaruh fiki malah semakin jijik melihatnya, fiki langsung memalingkan wajahnya pada hanphone yang dipegangnya, melihat itu maya langsung memohon pada edo yang memiliki sikap yang bijak, dan pengasih.
Mungkin dengan memasang wajah sedih edo menjadi kasihan dengannya.
Hem.. gak ada jawaban dari mereka semua, maya yang berada di samping mobil alex itu tetap menunggu sampai alex mengijinkannya.
Brak.. suara mobil yang yang dipukul keras oleh vina dan sebelah tangan vina dilipat disamping pinggang seperti orang menantang.. tidak hanya vina, cinta dan mita juga menyilangkan tangan didepan dada dengan ekspresi emosi.
“heh.. lo apa-apaan sih vin, lo ituh emang punya kebiasaan ngerusak barang orang ya..”maya yang menarik tangan vina dari atas mobil alex.