Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
eps 12



“mulai sekarang gue tinggal disini and you now? Hem aku akan school here in indonesia, so you have to berbagi, ber-ba-gi” defras yang mulai sok berkuasa


“ga, lo bohong.. you’re lying” karna cinta yang tidak percaya defras mengambil handphone dari dalam tasnya untuk menghubungi orang tuanya, panggilan pun tersambung


defras menyerahkan handphone nya pada cinta, namun cinta tidak ingin menerima panggilan “lo yang ngomong dan lo lospeker”.


“hallo mom”


“yes defras, this is momi” yang menjawab ternyata ibu dari defras


“apa mom and dad udhah daftarin aku sekolah?” tanya defras yang saat dia berbicara terdengar mominya memanggil dadynya


“yah defras ini dady? Dimana kakak kamu? ayah mau bicara” saat dadynya bertanya defras dan cinta hanya saling melempar pandang tidak ingin berbicara pada dadynya karna cinta tau mungkin jika dia membantah dadynya dia akan kena marah.


“yes dad?” cinta yang pasrah menerima panggilan dari ayahnya, didalam hatinya dia mengutuk defras karna tidak mau diajak kerja sama


“cinta sayang, Im so sorry sayang. Mungkin kita gak bisa membiar defras terus dibelanda yang pergaulannya sangat bebas ini, jadi ayah mohon defras ikut dengan kamu kamu didik defras, kita disini..


“now dad no..” cinta memotong pembicaraan


Bruk.. defras menjatuhkan tubuhkan diatas kasur, hari yang panjang untuk dirinya yang harus menghadapi keluarganya sekaligus kakaknya yang galak mungkin memang dia tidak pernah berkomunikasi langsung dengan cinta, yahh defras memaklumi karna dia dan ibunya hanya tiri


Setelah satu jam berdebat dengan kakaknya defras akhirnya bisa merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk, berbeda dengan kursi pesawat dan juga kursi taxsi yang mengantarnya, eh.. rasanya tulang bokongnya hampir retak, bahkan lehernya pun meronta karna tidur tanpa bantal


Ah.. tak butuh waktu lama defras mengucapkan kata terakhirnya sebelum dia melayang kealam bawah mimpi “aku sayang kak cinta..


Pagi hari.. vina menganggap seperti ada yang aneh “apa karna ujian?


Vina menatap teman temannya yang berjalan disamping kanan dan kirinya, “suram” dari parkiran sampai di depan kelas vina hanya berbicara sendirian


“Oh yo morning wanita wanita cantik?”sapa alex yang memang mereka sedang berhadapan dengan geng jihwan


Tidak ada jawaban bahkan yang alex dapat hanyalah tatapan datar


`haha itu yang gue rasain dari parkiran sampai depan kelas ini, sukur lo dicuwekin`` vina yang berbalik badan dan berkata lirih


“lo kenapa vin?” tanya edo


“em, enggak gue gak papa. Oh ya kayaknya kita harus masuk deh, gue takut kalian ngerasain apa yang gue rasain dari tadi makanya kita masuk dulu ok, yuk gaes” ajak vina yang membuat ketiga pria geng jihan itu semakin bingung dengan situasinya.


“kaya ada yang aneh sama mereka.. emm lebih tepatnya mereka berdua”alex yang bertanya tanya pada kedua temannya


Edo yang bingung dengan keadaan cinta membuatnya melirik kedalam kelas cinta “yah lo bener, gue harus tau setelah pulang sekolah ini” edo yang memilih pulang sekolah karna disaat itu dia bisa berbicara sepuasnya tenpa takut waktu jam istirahat habis


“udah.. kita balik kekelas kita, dan untuk elo lex lain kali kalo lo minta gue puter jalan supaya berpapasan sama cinta gue gak akan mau lagi” fiki yang sudah memasang wajah sewot


🐾🐾🐾🐾🐾