
" maksudnya apa Hid ? " tanya ummi tidak tahu dengan istilah yang ku katakan barusan
" ya… kita menyukai seseorang, terus nggak perlu kita katakan sama dia kalau kita suka dia " jelasku pada ummi
" owh… "
" memangnya siapa yang Zahid suka ? " tanya ayah Amirah
" eh… kawan sekelas sih "
" namanya ? "
" Zahra " jawabku pelan
" Zahra… "
" …ummi bukannya itu… " ucap ayah Amirah dengan memandang ummi
" maaf om… " ucap kak Aisyah memotong perkataan ayah
" ayah… " panggil ummi dengan memberikan kode untuk tidak meneruskan pembicaraan lagi
entah apa yang aku rasakan, sepertinya mereka ada menyembunyikan sesuatu dariku
" kenapa om ? " tanyaku curiga
" nggak… nggak apa-apa nak… "
" jadi Zahid suka sama si Zahra " sambung ayah Amirah mengalihkan pembicaraan
" iya sih " jawabku singkat
" sekarang masih suka ? " tanya ummi
" di bilang suka sih nggak, di bilang nggak suka ya nggak juga " ucapku tak jelas
" ya suka lah itu namanya " kata ummi menarik kesimpulan dari perkataanku
" tapi… " sambungku
" kenapa nak ? "
" untuk saat ini Zahid bersyukur ada mereka... "
" mereka Ridha untuk masuk ke dalam kehidupan Zahid, memberikan bumbu-bumbu warna keindahan, tawa mereka, senyum mereka itu udah cukup bagi Zahid " kataku panjang lebar
" hahaha bisa aja "
" padahal dulu seringnya main ke sini " ucap ummi Amirah
" dulu mainnya sama Amirah… "
" hehehe… udah lama banget, kan beberapa tahun yang lalu " tawaku pelan mengingat masa lalu yang telah ku lewati
" ya gitu lah nak, nggak nyangka yang dulu nya teman kecil sekarang menjadi teman hidup " kata ayah lega
" memang jodoh nggak kemana " timpal kak Aisyah
terlihat jam yang menunjukkan waktu tengah malam, entah kenapa tidak ada sedikit pun rasa kantuk yang menghampiriku, ingin rasanya malam ini aku menghabiskan waktu bersama kedua calon mertuaku sebelum besok mereka bertolak pergi
" kayak mana pendidikanmu ? " tanya ayah
" ya biasalah yah, seorang anak SMA "
" ngomong-ngomong Amirah udah lama juga nggak masuk ya mi " ucap ayah Amirah ke ummi
" ya "
" nak kami minta tolong ya, bantu Amirah misalnya dia ada kesulitan pembelajaran, soalnya pasti dia udah ketinggalan banyak pelajaran "
" pasti yah " ucapku tegas
" ayah ummi " panggil seseorang dari belakang
ku tolehkan pandanganku ke arah sumber suara itu berasal
terlihat Amirah yang mengenakan piyama yang bercorak hello Kitty
" imutnya " batinku dalam hati
" belum tidur nak ? " tanya ummi
" udah tadi bentar ada dengar bising-bising amirah terbangun habis itu nggak bisa tidur lagi " kata Amirah sambil berjalan ke arahku lalu duduk di sebelahku
" belum tidur Hid ? " tanya amirah lalu mengecup keningku
" eh… "
entah apa yang dipikirkannya yang tiba-tiba datang ke arahku lalu duduk di sebelahku kemudian mencium keningku
" Amirah " panggil ummi sama ayah terkejut melihat putrinya yang berbuat nekat begitu
" eh… ya saya " jawab Amirah terkejut
" kenapa ? " tanya Amirah bingung
" tadi Amirah ngapain ? " tanya ummi
" nggak ada ngapa-ngapain " jawab Amirah bingung
" terus tadi kok Zahid di cium ? "
" ha… "
" …ci… cium " jawab amirah yang terkejut lalu menatap wajahku
tiba-tiba mukanya berubah warna merah, pandangannya dia tundukkan ke bawah menahan rasa malu
" sudah-sudah jangan di pikirkan, Amirah masih setengah sadar itu " kata kak Aisyah mencoba menenangkan keadaan
" i… iya kak " sahut Amirah lalu duduk di sebelahku
" Syakirah mana ? " tanya Amirah mencari keberadaan Syakirah
" dia lagi isti… "
" Zahid… " panggil seseorang dari lantai dua
" ya… di bawah " jawabku dengan suara tinggi agar terdengar olehnya
terlihat Syakirah yang menuruni anak tangga perlahan, dengan matanya yang masih setengah terbuka
" baru bangun " jawabnya pelan
dia berjalan menuju tempatku duduk, lalu duduk di sebelahku
" Zahid… " panggilnya lalu mendekatiku dan mencium pipi kananku
" eh… " seru amirah terkejut yang melihat Syakirah yang tiba-tiba saja mencium pipi kananku
" Syakirah… " panggil ummi Amirah terkejut
" eh… ya saya " jawab syakirah dengan kesadaran penuh
" Syakirah ngapain tadi ? " tanya ummi
" nggak ada " jawabnya singkat
" jangan bilang… "
terlihat kak Aisyah mengangguk paham dengan apa yang ingin aku katakan
" astaghfirullah kalian berdua ini… "
" …kenapa sama Kelian berdua, kecapean hah ? " tanyaku dengan menatap wajah mereka satu persatu
" emangnya kenapa sama Syakirah ? " tanya Syakirah masih bingung dengan apa yang barusan terjadi
" Amirah jelaskan dulu " pita kak Aisyah
" jadi gini… " bisik Amirah menjelaskan semuanya kepada Syakirah
" e… eh… " teriak Amirah yang tak percaya dengan apa yang baru saja di lakukannya
" nice Syakirah " ucap kak Aisyah dengan memberikan jempol ke arah Syakirah
Syakirah tertunduk ke bawah dengan wajah yang memerah menahan rasa malu
" eh… udah nggak usah di pikirin, kan masih belum sadar " ucapku menenangkan Syakirah
" i… iya… " jawab Syakirah dengan pandangan tertunduk ke bawah
" kayak mana ? udah enakan, masih pening kepalanya, coba sini " tanyaku khawatir dengan keadaan Syakirah, soalnya tadi selama di perjalanan tubuhnya sedikit panas
" iya… udah sehat kok "
" syukurlah " ucapku lega
" ya udah sana kalian tidur lagi " pinta ku pada mereka berdua
" nggak bisa, lagi pula Zahid kok nggak tidur " sanggah Syakirah
" nggak bisa tidur " jawabku singkat
" owh… "
" jadi ummi sama ayah besok berangkat jam berapa ? " tanya Amirah
" mungkin sekitar jam sembilan dari sini " jawab ayah
" besok rencana Ke mana kalian, masih libur kan "
" mungkin besok kami beres-beres yah, kan pindahan ke sini " kataku
" owh iya ya "
" tolong di jaga ya rumahnya " pinta ummi kepadaku
" iya yah "
" tapi yang paling penting tolong Amirah nya di jaga "
hanya senyuman kecil ku tujukan ke mereka sebagai pertanda setuju
" ya udah ummi sama ayah istirahatlah, besok kan berangkat biar fit tubuhnya… "
" …kak Aisyah juga "
" ok " jawab ummi singkat lalu beranjak dari tempat tidurnya
di susul ayah yang mengikuti ummi dari belakang menuju kamar tidur
" selamat malam " ucap ummi memberi dalam pada kami
" malam… "
" selamat malam… " ucap kami berempat serentak
" kakak nggak tidur ? " tanya Amirah
" belum ngantuk "
" owh… "
" Mir dapur sebelah mana ? " tanyaku dengan melihat sekeliling rumah
" di situ " tunjuk Amirah di dekat tangga
" owh… bentar ya " kataku lalu beranjak dari tempat dudukku menuju dapur
" mau ngapain ? " tanya Amirah
" nggak ada, cuman pengen lihat-lihat aja "
" owh ya udah "
aku tak menyangka bakal tinggal di rumah yang seluas ini, dengan berlantaikan dua, terdapat dua kamar mandi untuk tamu dan terdapat kamar mandi di setiap kamar, taman yang cukup luas menandakan bahwa rumah ini dapat mencapai harga hingga milyaran rupiah
sebuah garasi dengan mobil mewah yang terparkir di dalamnya
" kayak mana bersihin rumah segede ini " batinku pusing
" cuma mereka berdua "
aku berjalan mengelilingi isi rumah ini, tanpa sengaja mataku tertuju pada sebuah ruangan yang terkunci rapat dan bertuliskan "privasi" di depan pintu nya, sebuah ruangan yang berada di pojok rumah membuat ruangan tersebut menambah aroma misterinya
aku berjalan menuju ruangan tersebut
" eh… apa ini " kataku saat melihat secarik foto yang berada di celah bawah pintu ruangan tersebut
" bukannya ini… "