Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 41 - back



" Syakirah sama Amirah mau gabung atau pisah ? " tanyaku pada mereka berdua


" gabung aja… " jawab Syakirah


" …nggak apa-apa kan ? " tanya Syakirah meminta persetujuan Amirah


" ya nggak apa-apa " sambung Amirah menyetujui permintaan Syakirah


" ya udah kalau gitu kamar kalian di situ aja… " tunjukku pada salah satu kamar yang berada di lantai dua


" …kalau nggak mau gabung itu ada kamar satu lagi "


" terus Zahid di mana ? " tanya Amirah


" Zahid di situ aja " tunjukku ke arah kamar yang berada di lantai bawah


" tempat ummi sama ayah ? " tanya Syakirah


" yup "


" ya udah nggak apa-apa, tapi kalau mau Zahid tidur bareng kami juga lah " goda Amirah kepadaku


" dasar ya " balasku tersenyum


" ya udah beres-beres sana " pintaku pada mereka memulai bersih-bersih rumah


tak terasa waktu berlalu begitu cepat, panas matahari yang sangat terik menunjukkan jam sudah mulai memasuki waktu siang


aku masuk ke dalam kamar di mana ummi dan ayah Amirah tidur, terlihat kamar dalam keadaan kosong dengan kasur tersusun rapi


ku rebahkan badan ku ke atas kasur yang begitu empuk


" enaknya " gumamku sendiri


" Zahid… "


" Zahid… " panggil Syakirah


" ya saya " jawabku membalas panggilannya


" kenapa ? udah selesai beres-beres nya " tanyaku padanya


" sudah " jawab Syakirah dengan mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf "v" ke arahku


" cepat amat " kataku tak percaya


" sudah loh, tadi sama Amirah " jelas Syakirah


" hihi… iya " jawab ku tertawa kecil melihat ekspresi Syakirah


" terus Amirah nya mana ? " tanyaku melihat ke belakang Syakirah mencari keberadaan Amirah


" itu… " tunjuk Syakirah ke arahku


" itu mana ? " tanyaku bingung pada Syakirah


" itu di sebelah Zahid " sambung Syakirah


ku tolehkan pandanganku ke arah sebelahku, yang benar saja Amirah yang dari tadi sudah berada di sini tak ku sadari kalau dia berada di sebelahku


" eh… " ucapku terkejut


" …loh sejak kapan ? " tanyaku bingung


" huft… dasar Zahid " ucap Amirah dengan mulut yang di gembungkannya


" hehehe sorry-sorry " ta aku kecil meminta maaf pada Amirah


" terus kenapa ? " tanyaku pada Syakirah


" kenapa, kenapa ? " tanya Syakirah kembali bingung


" kenapa apa nya ? ya kenapa lah, tadi manggil Zahid memangnya kenapa ada apa ? " tanyaku mulai bingung dengan pertanyaan yang ku tanyakan pada Syakirah


" kenapa… " ucap Syakirah dengan melirik ke atas memikirkan apa maksud pertanyaan ku


" …owh… maksudnya, ini bersih-bersih nya udah siap terus mau ngapain ? " tanya Syakirah yang sudah paham akan pertanyaanku


" mau nya ngapain ? " tanyaku pada mereka berdua


" terserah Zahid " jawab amirah


" besok udah sekolah… "


" … itu barang Amirah untuk sekolah masih ada, soalnya udah lama nggak masuk, barang-barang nya masih aman ? "


" etto… " ucap Amirah dengan berpikir memikirkan sesuatu


" eh… " gumamnya bingung menatap ke arahku


" e… nggak tau " ucap Amirah bingung


" ya udah, ayo " ajakku pada mereka berdua


" ke mana ? " tanya Amirah penasaran


" ayo ikut aja " jawabku tidak memberi penjelasan yang jelas


" kak Aisyah " panggilku


" ya kenapa ? " tanya kak Aisyah yang lagi merebahkan badannya di sofa dengan memainkan handphone nya


" anterin kami " pintaku


" ke mana ? " tanya kak Aisyah berhenti bermain hp


" nyari barang-barang untuk Amirah "


" owh… ya udah ayo " jawab kak Aisyah semangat


" kakak keluarkan mobilnya dulu ya " ucap kak Aisyah bergegas menuju garasi untuk mengambil mobil


" ok "


" nyari barang untuk apa ? " tanya Amirah lagi


" owh… "


kami duduk di sofa sambil menunggu kak Aisyah yang sedang mengambil mobil di garasi


" bentar ya Hid, lagi di panasin " ucap kak Aisyah yang tiba-tiba saja masuk ke dalam


" cepat amat " batinku dalam hati


aku bingung dengan kak Aisyah yang baru saja pergi ke garasi untuk mengambil mobil tiba-tiba saja sudah masuk ke dalam dengan mobil yang terparkir di depan halaman rumah, sungguh skill yang luar biasa


" ya udah yuk " panggil kak Aisyah sekembalinya dari dapur


" ya kak… "


" …kalian duluan aja " pintaku pada Syakirah dan Amirah


" Zahid mau ngapain ? " tanya Amirah


" mau kunci rumah, sekalian mengecek mana tau ada yang ketinggalan "


" owh… ya udah kami duluan ya " seru Syakirah lalu masuk ke dalam mobil


aku mengecek kembali keadaan rumah, kunci yang tersimpan di laci kamar ummi ku ambil, setelah merasa semuanya aman, ku kunci rumah tanpa ada celah sedikitpun bagi pencuri untuk menerobos rumah ini


" benar-benar rumah elite, nggak ada sedikitpun celah bah " gumamku melihat rumah Amirah yang terlihat megah dari luar walaupun dalamnya tak kalah megah dengan yang luar


" udah yuk kak " pintaku pada kak Aisyah untuk segera menjalankan mobil


" udah semua kan… "


" kunci udah ? kompor, kompor, udah di matikan kan ? " tanya kak Aisyah memastikan semuanya


" udah semua loh kak… "


" …tadi nggak ada yang masak kan ? " tanyaku pada mereka berdua


" ya udah yuk gerak, bismillahirrahmanirrahim " ucap kak Aisyah memulai dengan melafalkan kalimat bismillah


kami pergi ke pusat perbelanjaan yang terdapat di kota, mencari kebutuhan untuk sekolah besok, sekalian nyari perabotan untuk rumah


tidak perlu waktu yang lama untuk pergi ke sana, hanya 45 menit perjalanan kami menuju ke sini


" mau nyari apa nih ? " tanyaku se tiba nya di sana


" nyari jilbab dulu yuk Hid " pinta syakirah


" Amirah ? " tanyaku gantian


" ya udah nggak apa-apa sekalian Amirah juga mau nyari jilbab untuk di rumah " jawab Amirah menyetujui saran Syakirah


" kalian pergi aja dulu… " perintah kak Aisyah pada kami bertiga


" kakak mau ngapain ? " tanyaku pada kak Aisyah


" nggak ada ngapa-ngapain… "


" …kalian pergi aja dulu, kalau udah dapet nanti jumpa lagi "


" jumpa di mana ? " tanya Syakirah


" tuh… di sana " seru kak Aisyah menunjuk ke arah kafe yang terdapat di dalam mall


" dasar kakak, makan aja kerjanya " ucap adiknya yang melihat tingkah kakak nya


" huh… ya udah nanti jumpa lagi ya " seru Syakirah memastikan


" iya loh adikku tersayang "


" ya udah kak, kami gerak dulu ya " ucapku lalu pergi meninggalkan kak Aisyah sendiri


" ya hati-hati "


Susana mall yang sangat ramai mungkin karena akhir pekan, ku gandeng tangan mereka berdua agar kami tidak terpisah


" Za… Za… Zahid ! " seru Amirah yang terkejut karena tiba-tiba tangannya ku genggam


" ya kenapa ? " tanyaku balik


" ta… ta… tangannya " ucap Amirah terbata-bata


" tangan, ini… kenapa rupanya ? " tanya ku dengan mengangkat tangan Amirah yang ku genggam


Amirah hanya terdiam tak berbicara sepatah katapun. wajahnya tiba-tiba saja berubah warna merah, terlihat wajahnya yang begitu imut saat malu-malu


" kenapa ? " tanya Syakirah yang melihat ekspresi Amirah


" nggak tau " jawabku dengan menggelengkan kepala


" hihihi… belum terbiasa ya " sambung Syakirah menggoda Amirah


" u… u… udah kok " jawab Amirah malu-malu


" lucunya " batinku dalam hati yang melihat wajah Amirah yang kemerah-merahan karena malu


" sudah-sudah yuk jalan cepat, nanti makin ramai makin payah kita nyari barang kalian "


" iya yuk " ucap Syakirah menggenggam erat tanganku


ku genggam erat tangan mereka berdua, keadaan mall yang sangat ramai memungkin kan membuat kami terpisah


" pelan-pelan aja ya " ucapku pada mereka berdua


kami masuk makin dalam ke pusat perbelanjaan yang di padati oleh sekumpulan manusia yang mungkin memiliki tujuan yang sama seperti kami


" enak kak Aisyah, tenang menikmati makanannya " batinku dalam hati


** kak Aisyah position **


" hachiiu… "


" kok tiba-tiba rasanya dingin… "


" berr… " gumam kak Aisyah merinding kedinginan