Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 35 - the wish



" owh…, ya udah kami balik dulu ya… "


" …udah mau sore " kata Zahwa berpamitan mau pulang


" oh… iya iya "


" assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam "


tak terasa waktu berlalu begitu cepat, jam tangan yang ku pakai sudah menunjukkan pukul 18:00


" ya udah kita juga balik yuk " ajak ku pada mereka bertiga


" hmm… "


" kakak keluarin mobil dulu, tunggu di sini aja " kata kak Aisyah lalu pergi ke parkiran untuk mengeluarkan mobil


" ya kak… cepat ya " jerit Syakirah


" ya… "


kepala ku yang terkena pukulan masih terasa pusing, syukurnya mimisan ku sudah berhenti


" maaf ya Zahid " ucap Amirah yang tiba-tiba meminta maaf


" he… kenapa ? " tanyaku bingung


entah apa yang di pikirkan Amirah sampai-sampai dia meminta maaf


" maaf Amirah tadi nggak bisa buat apa-apa "


" Syakirah juga… "


" …maaf " sambung Syakirah meminta maaf juga


aku berpikir kenapa mereka yang meminta maaf, seharusnya aku yang meminta maaf pada mereka berdua


" nggak apa-apa "


" seharusnya Zahid yang minta maaf… "


" maaf udah ninggalin kalian berdua " ucapku merasa bersalah atas kejadian yang barusan terjadi


" nggak… soalnya tadi kan masih ada kak Aisyah "


" walaupun begitu kak Aisyah juga seorang perempuan… "


" …mungkin akan ketakutan seperti kalian "


ku rentangkan kedua tanganku lalu ku peluk erat mereka berdua


" tapi… "


" …yang terpenting syukurlah kalian berdua baik-baik saja "


" hmm… " jawab mereka berdua bersama


tiin… tiin…


" udah ayo… "


" …nanti di rumah aja mesra-mesraanya " panggil kak Aisyah yang mengejutkan kami berdua


kami yang terkejut dengan klakson mobil kak Aisyah dengan segera ku lepaskan rangkulan tanganku dari mereka berdua


" dasar kakak " ucap Syakirah jengkel


" hihihi… " tawa Amirah yang melihat tingkah laku kakak beradik ini


" udah ayo… " ajakku pada mereka berdua untuk masuk ke mobil


segera kak Aisyah menancap kan gas mobil dan pergi meninggalkan taman itu


" jadi tadi kenapa ? " tanya Kaka Aisyah yang masih penasaran sama kejadian yang barusan terjadi


" biasa kak, anak-anak sok keras gitulah " jawabku jengkel


" owh… "


" Zahid… " panggil Amirah


" ya sayang " balasku jahil


Amirah terdiam setelah mendengar balasanku barusan


" kenapa ? " tanyaku sambil melihat ke arahnya


terlihat wajah amirah yang memerah karena malu


" Amirah… "


" lucuuu… " seru Syakirah yang duduk disampingnya lalu mencubit kedua pipi amirah


" aduh, sakit… " seru Amirah dengan nada lucu


" ya Allah betapa bersyukurnya aku memiliki mereka yang mau mendampingiku, jangan biarkan salah satu dari mereka pergi meninggalkan ku… "


" …jika engkau mau, engkau dapat mengambil diriku terlebih dahulu, jangan biarkan aku melihat kepergian mereka nanti ya Allah "


" Amin… " doa ku dalam hati dengan penuh harapan dan keyakinan


" Zahid… "


" Zahid… " panggil Syakirah lagi


" oh, saya… "


" kenapa Syakirah ? "


" Zahid curang… " ucap syakirah yang tiba-tiba marah kepadaku


" kenapa ? " tanyaku bingung


" Zahid peka dong " kata Amirah yang memberikan kode cinta kepadaku


" hmm… oh… "


" kenapa my Honey ? " panggilku lembut


mendengar hal itu seketika muka Syakirah memerah menahan rasa malu


" loh kenapa merah tuh mukanya ? " tanyaku pura-pura tak tahu


" wih… Syakirah pun imut kalau lagi malu-malu " ucap Amirah dengan meraih pipinya lalu mencubit nya pelan seperti yang dilakukan Syakirah padanya barusan


" aduh… sakit " seru Syakirah sambil berusaha melepaskan cubitan Amirah


" hahaha… "


" doa-doa selamanya kalian bisa begini terus ya " ucapku bahagia melihat ke akuran ke dua calon istriku


" jadi mau ngomong apa tadi ? " tanyaku kembali ke pokok pembicaraan


" hmm… apa tadi ya " kata Amirah sambil mengingat-ingat apa yang mau di katakannya tadi


" owh… iya iya "


" Amirah mau minta sesuatu sama Zahid… "


" kalau boleh, kalau nggak pun gak apa-apa sih " kata Amirah yang ingin meminta sesuatu dariku


" apa dia ? " tanyaku


" malam ini kita bisa nggak nginap di rumah Amirah "


" satu malaaamm… saja "


" soalnya besok ayah sama ummi kan udah berangkat ke luar kota " kata Amirah meminta untuk menginap di rumahnya malam ini


" Zahid sih nggak apa-apa, tapi kalau Syakirah mau Syakirah boleh ikut, tapi kalau nggak… "


" …Syakirah nggak apa-apa kan satu malam ini tanpa Zahid " kataku kepada Syakirah


" nggak… " tolak Syakirah


" eh… "


"eh… bukan gitu maksud Syakirah… "


" …maksud Syakirah, Syakirah nggak apa-apa kan ikut nginap di rumah Amirah "


" hmm… nggak apa-apa kok, makin ramai makin bagus " sambung amirah senang


" di mana ada Zahid di situ pasti ada Syakirah " ucap Syakirah yang merubah makna sebuah kata kiasan


" itu bukannya 'di mana ada kemauan di situ ada jalan' " batinku dalam hati membenarkan kalimat yang seharusnya


" ya udah kita pulang dulu ngambil pakaian sekalian minta izin ummi sama Abi "


" ya "


" tapi Amirah… "


" …Amirah yakin nggak mau ikut ayah sama ummi ke luar kota "


" yakin, kenapa ? " tanya Amirah kepadaku


" soalnya kan… berarti kalian bakal jarang ketemu, terus nanti Amirah rindu "


" kan ada hp " jawab Syakirah singkat


" memang sih… tapi kan bertemu dari hp sama bertemu langsung itu berbeda "


" memang sih, tapi… "


" …selama masih ada Zahid itu sudah cukup "


" jadi… " ucap Amirah terputus


" jadi kenapa ? " tanyaku penasaran


" tolong sayangi Amirah, jaga Amirah " katanya dengan suara pelan dan pandangan yang tertunduk ke bawah


aku hanya tersenyum saat mendengar permintaan calon istriku nanti


" Amirah, Syakirah "


" percaya sama Zahid… "


" walaupun kalian meminta begitu "


" tanpa kalian bilang pun Zahid pasti… "


" …Zahid pasti bahagiain kalian, Zahid pasti jaga kalian, Zahid bakal melindungi kalian, soalnya… "


" soalnya apa ? " tanya mereka berdua kompak


" …soalnya itu adalah janji Zahid sama orang tua kalian berdua… "


" …janji Zahid dengan ummi dan Abi Syakirah… "


" …janji Zahid dengan ayah dan ummi Amirah "


" dan pasti Zahid tepati untuk selamanya "


" karena… "


" terima kasih sudah mau mengisi kehidupan Zahid dengan warna kalian, terima kasih sudah mau mengisi kehidupan Zahid dengan tawa bahagia kalian, terima kasih sudah mau mengisi kehidupan Zahid dengan perasaan tulus kalian untuk mencintai Zahid " kataku panjang lebar dengan menatap wajah mereka berdua satu persatu


" kami juga…


" …terima kasih untuk Zahid atas semua yang telah Zahid lakukan untuk kami "


" Zahid sudah menyelamatkan Syakirah dari seseorang yang Syakirah benci, terima kasih karena udah mau terluka karena Syakirah " ucap Syakirah berterima kasih kepadaku


" terima kasih juga karena udah mau memberi kesempatan bagi Amirah untuk mewarnai kehidupan Zahid " sambung Amirah yang berterima kasih kepadaku juga


" semoga kita bisa tetap bersama, kita tetap bisa tertawa seperti ini, tetap bisa menangis bersama di kala ada masalah, tetap bisa saling menyokong di mana salah satu di antara kita terjatuh " ucapku penuh pengharapan kepada mereka berdua


" pasti " seru Syakirah mantap


" pasti dong " ucap Amirah meyakinkan


" Amin ya Allah… "


" enaknya kalian bertiga, bisa bahagia, sedangkan kakak… " sambung kak Aisyah cemberut


" …masih sendiri "


" ya udah nanti Zahid cariin pasangan untuk kakak, nanti tinggal di seleksi aja mana yang sesuai dengan kriteria kak Aisyah " kata ku mempermainkan kak Aisyah


" ah… ogah " tolak kak Aisyah


" hahaha… " tawa kami berempat di dalam mobil


" ya Allah semoga aku masih dapat menikmati hari-hari ku seperti ini untuk selamanya " dos ku dalam hati


" Syakirah, Amirah… "


" …thank you so much "