Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab - 27 my statement



terlihat sebuah pusat perbelanjaan megah berlantai tiga, terlihat pengunjung yang silih berganti keluar masuk mall dengan menenteng tas perbelanjaan


"Zahid"


"sekarang bagaimana?" tanya Syakirah padaku


"ayo"


"tapi mau belanja"


"tapi katanya Zahid mau jumpa Amirah" ucap Syakirah lemes


"hei sayang…"


"nggak mungkin Zahid ajak Syakirah hanya untuk jumpa seseorang" ucapku


terlihat muka Syakirah memerah, dengan cepat dia menggenggam erat lenganku layak nya seperti sepasang kekasih


"ehem… ehem…"


"mesranya" kata seseorang yang berjalan di belakang kami


"loh kak"


"kak Aisyah ikut, katanya cuman mau ngantar kami" kataku dengan tertawa kecil


"hmm… terserah kakak lah mau ikut atau nggak" kata kak Aisyah dengan wajah sewot


"lagian nanti kan Zahid mau jumpa sama Amirah"


"terus?" tanyaku


"nanti Zahid entah bicarain apa-apa tentang Syakirah" kata kak Aisyah memberi alasan


"ngapain Zahid bicarain Syakirah" kataku dengan mendekatkan tubuh Syakirah ke bahuku lalu merangkulnya erat


"baiklah baiklah, tapi ingat kalian itu masih SMA memang kalian akan menikah tapi kalian harus tetap menjaga batasan…"


"Zahid Zahid, ini imut nggak" tanya Syakirah menunjukkan boneka yang ada di tangannya


"imut" jawabku singkat


"kalau gitu lagi imutan aku atau boneka?" tanya Syakirah


"owh jelas lah…"


"siapa?" tanya Syakirah lagi


"boneka lah"


"huft… dasar Zahid" kata Syakirah ngambek


"soalnya kalau boneka imut, tapi kamu itu…"


"bukan imut aja"


"Syakirah imut, cantik plus baik lagi" kataku memujinya


terlihat muka Syakirah merah merona karena mendengar pernyataanku tadi


"eh… kenapa shera?" tanyaku jahil


"hei kalian…" jerit kak Aisyah sambil berjalan menuju ke arah kami


"kalian dengar nggak apa yang kakak bilang?" tanya kak Aisyah kepada kami berdua


kami hanya saling memandang satu sama lain,menunjukkan kami tak mengetahui sama sekali apa yang kak Aisyah katakan tadi


"ngomong-ngomong tadi kakak ada bicara ya"


"tadi kakak bicara sama siapa ya?" tanyaku pura-pura tak tahu


"aduh…"


"kalian ini ya"


"hehehe"


"nggak canda doang" kata syakirah sambil tertawa kecil


"huft…" terlihat kak Aisyah menghela nafas kesal karena telah di bohongi oleh adiknya sendiri


"ya udah, yuk kak kita jalan" kataku pada kak Aisyah untuk melanjutkan perjalanan


terlihat pusat perbelanjaan dengan lantai bertingkat lebih dari 3 lantai dengan isi yang luas, beraneka ragam barang di jual di dalamnya, mulai dari pakaian, perhiasan sampai perabotan rumah tangga yang terlihat elegan


"Zahid, ke sana yuk" kata Syakirah sambil menunjuk sebuah toko yang menjual beragam pakaian wanita


Syakirah menarik lenganku dan berlari kecil menuju toko itu, aku yang ikut berlari karena dia menarik ku terlihat seperti anak kecil yang di jaga orang tuanya agar tidak nyasar entah ke mana-mana aja


"hei Syakirah"


"pelan-pelan aja, tokonya nggak bakal lari" kataku memintanya untuk tidak berlari


"memang tokonya nggak lari, tapi penjualnya kan bisa lari" katanya bercanda


"wih wih udah pandai jawab ya"


"hihihi" tawa Syakirah sambil berlari


"hei kalian berdua, tunggu" jerit kak Aisyah ke arah kami


terlihat beberapa pengunjung melihat ke arah kami


aku hanya tertunduk malu karena menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di pusat perbelanjaan ini


"hei kalian" tegur seorang pemuda yang berpakaian seragam dengan tulisan security yang terjahit di bagian depan seragamnya


"tolong jangan berlari-lari"


"ya bang"


"maaf…" kataku dengan menundukkan badanku sebagai bentuk permohonan maaf


"hei shera…"


"cepat minta maaf" pintaku pada Syakirah


"ehh…"


"kenapa…?" tanya Syakirah pura-pura bodoh


"udah cepat minta maaf…" mintaku paksa


"nggak mau…" kata Syakirah memberikan jawaban yang tak terduga


"eh…"


"cepat…" pintaku memaksa


"udah bang nggak apa-apa"


"yang penting tolong di jaga istrinya ya" ucap security tersebut pada kami berdua


"eh"


"istri…" batinku dalam hati


hei pak kami belum nikah loh, apa lagi kami ini masih pelajar, mohon jangan langsung simpulkan bang


"saya harus kembali bertugas"


"terima kasi atas pengertiannya" ucap nya lalu meninggalkan kami dan kembali bertugas


"huh…"


"apa-apaan sih orang itu" ucap Syakirah sewot


"sudah-sudah"


"yuk kita masuk" ajakku dengan membuka pinta toko di depan kami


"huh… dasar"


"udah ayo" kataku dengan menarik tangan Syakirah dan masuk ke dalam


"Zahid, Zahid"


"bagaimana menurutmu?" tanya Syakirah kepadaku dengan memperlihatkan sebuah boneka yang di berada di genggamannya


"hmm… so cute like u" komentarku kepada Syakirah


terlihat beberapa saat kemudian, ka Aisyah masuk ke dalam toko dan bergabung bersama kami


"sher…"


"iya… saya"


sher pilih aja ya dulu, Zahid mau keluar bentar"


"mau kemana…?" tanya syakirah


"heh…"


"pokoknya adalah…" kataku tak dapat memberikan jawaban yang jelas untuk menjawab pertanyaan amirah


"ya udah kalau gitu shera ikut juga ya"


" eh… shera-shera " panggilku lembut


"Syakira di sini aja dulu ya, temani kak Aisyah" pintaku untuk tidak mengikutiku


"Zahid mau ke kamar mandi" ucapku memberi alasan bohong


"bohong…" gertak amirah


"nggak Lo sayang, bentar aja"


"awas kalau bohong ya" kata Syakirah memberi peringatan


"iya shera sayang" ucapku memanjakannya


"ya udah…"


"kak izin bentar ya" kataku meminta izin kepada kak Aisyah


"mau kemana?" tanya kak Aisyah


"adalah…" kataku sambil meninggalkan mereka di toko


"baiklah Zahid…, ayo kita mulai" kata jiwaku pada diriku


sebenarnya tujuanku ke sini bukan hanya sekedar ingin bertemu dangan Amirah, tapi ada beberapa barang yang harus kudapatkan


jam masih menunjukan pukul 11:15 WIB, masih ada lebih dari dua jam untuk pertemuan ku dengan amirah


aku mulai berjalan sendiri melihat-lihat toko yang terdapat di dalam mall megah ini


mulai dari perabotan rumah tangga hingga barang dan alat elektronik seperti hp


terdapat sebuah toko yang membuatku tertarik, aku pergi berjalan menuju toko tersebut dan memberi barang yang ku inginkan untuk untuk di beli


"Alhamdulillah… siap juga" kataku menghela napas tenang karena sudah mendapatkan barang yang ku inginkan


tanpa sengaja aku melihat Amirah dari kejauhan


"Ami…" ucapku yang coba memanggil amirah dari kejauhan


"nanti ajalah" pikirku dengan mengurungkan niatku untuk memanggil Amirah


"Amirah… tolong tunggu ya" kataku dalam hati


melihat amirah yang pergi berlalu begitu aja aku memutuskan untuk bergabung kembali dengan Syakirah dan kak Aisyah


** in the store **


"huuuh …"


"mana sih Zahid, kok lama kali, katanya bentar aja" gerutu kak Aisyah yang lagi duduk di bangku pengunjung toko besama Syakirah


*****


aku kembali ke toko tempat di mana Syakirah dan kak Aisyah berada


"maaf lama" kataku yang barusan kembali


terlihat Syakirah menggenggam sebuah kantong tas perbelanjaan yang di beli nya ketika aku lagi pergi tadi


"sudah-sudah"


"yuk kita lanjut lagi" kata kak Aisyah yang bangkit dari posisi tubuhnya


"ke mana?" tanyaku pada syakirah dan kak Aisyah mengenai tempat yang ingin di kunjungi


"kita langsung ke sana aja nggak zahid" tawar kak Aisyah


"ke mana?" tanyaku meminta penjelasan dari mereka


"ke lokasi pertemuan aja" tawar kak Aisyah


"ya udah, terserah kakak"


padahal jam masih menunjukkan pukul 12:25 WIB, tetapi kami sudah pergi ke tempat lokasi pertemuan yang sudah di tentukan


"ya udah"


"ayo…" ajakku pada mereka dengan mengarahkan jalan menuju ke sana


"Amirah…"


entah kenapa tiba-tiba perasaanku terasa sakit, dadaku terasa sulit untuk mengambil napas seperti rasa sesak seseorang yang kehabisan napasnya


"ayolah Zahid…"


"tenanglah…"


"pertempuran mu sebentar lagi, persiapkan dirimu" kataku untuk menenangkan jiwaku


"baiklah…" kataku merasa semangat


entah kenapa tiba-tiba perasaan ciut tadi bisa berubah secepat ini


setibanya kami di cafe ayah kami mengambil tempat yang strategis, kami mengambil bangku yang berada di luar, karena suasana nya yang cukup mengasikkan


"baiklah, tinggal kau Amirah"


"please keep your promises amirah" kataku dalam hati sambil menantikan datangnya waktu siang