Please Don'T Leave Me

Please Don'T Leave Me
Bab 36 - moved



" mi, kami langsung berangkat ya " ucap Syakirah dengan menjinjing sebuah tas di atas pundaknya


" iya… ummi sama ayahnya Amirah sudah di kabari kan kalau kalian malam ini mau nginap di sana " tanya ummi


" udah mi "


" ya udah hati-hati ke sananya, jangan ngerepotin ummi sama ayahnya Amirah " pesan ummi kepada kami


" ya ummi "


" assalamualaikum " salam kami bertiga


" walaikumsalam " balas ummi


" cepat ayo ! " seru kak Aisyah dari dalam mobil yang sudah menunggu dari tadi


segera kami masuk ke dalam mobil, dengan cepat kak Aisyah langsung menekan pedal gas mobil dengan kecepatan yang hampir mendekati 60 km/jam


" kakak ikut nginap di sana ? " tanyaku pada kak Aisyah yang sedang fokus mengendarai mobil


" pasti lah " seru kak Aisyah semangat


" ehh… "


" kenapa ? nggak senang kakak ikut nginap " tanya kak Aisyah yang melihat respon ku seolah tidak senang


" bukan gitu maksudnya… "


" jadi kayak mana maksudnya ? " tanya Kak Aisyah


" nggak jadi… "


" nggak jelas " ucap kak Aisyah datar


kring… kring…


terdengar suara panggilan telepon yang berdering di salah satu hp di antara kami


" Mir, hp mu… " ucap Syakirah


" owh… iya " jawab Amirah dengan merogoh hp nya yang berada di dalam kantong


" halo, assalamu'alaikum " ucap Syakirah membeli salam kepada seseorang yang di seberang telepon


" walaikumsalam, nak udah di mana " balas orang tersebut


" owh ummi, ini lagi di jalan bentar lagi sampai " kata Amirah menjelaskan posisi kami berada ke ummi yang menelpon Amirah


" owh ya udah hati-hati ya nak " pesan ummi


" iya ummi "


" assalamu'alaikum " ucap ummi memberikan salam sebelum menutup panggilan


" walaikumsalam " balas Amirah


" pelan-pelan aja kak " pinta Amirah ke kak Aisyah


" aman… "


" jadi Amirah… "


" …Amirah udah fix memang mau tinggal di sini " tanya ku memulai obrolan di dalam mobil


" insyaallah ya… " jawab Amirah tegas


" udah lama Amirah menunggu saat-saat seperti ini " sambung Amirah


" saat-saat seperti ini ? maksudnya " tanyaku bingung


" sekarang kan Amirah udah sama Zahid… "


" terus ? "


" …ke mana Zahid pergi Amirah pasti ikuti " ucapnya pelan dengan tertunduk malu dengan ucapannya sendiri


aku yang mendengar pernyataan nya itu tak tahu harus menanggapinya bagaimana, aku berusaha untuk tetap bersikap tenang walaupun hati ini melonjak kegirangan


" ow… owh… gitu ya " jawabku yang tidak tahu kenapa omonganku jadi terbata-bata begini


" ehem… ehem… "


" kenapa sher ? " tanyaku


" nggak apa-apa, entah kenapa rasanya hawa di sini tiba-tiba jadi sedikit panas "


" aduh panasnya " keluh Syakirah kepadaku dengan mencuri-curi pandangan dariku


Syakirah yang berpikir aku tidak menyadari nya, pikiran isengku mulai saat melihat Syakirah yang mencoba mencuri perhatian ku


" owh panas ya… "


ku arahkan semua AC tersebut ke arah Syakirah dengan tingkat kedinginan maksimum


" masih panas ya… "


" …kak buka jendelanya ya " pintaku izin untuk membuka jendela


" buka aja " seru kak Aisyah yang paham dengan sikap ku ini


Amirah yang melihat aksiku hanya tersenyum


" berr… Za… Zahid… "


" di… dingin… tutup dong " pinta Syakirah yang tiba-tiba menggigil


segera saja aku menutup jendela, ku pelankan AC yang terarah ke Syakirah


" Za… Zahid nggak pe… "


ku rentangkan tangan kananku ke bahu Syakirah, segera saja ku dekapkan tubuhnya yang menggigil ke tubuh ku


" siapa bilang Zahid nggak peka " bisikku pelan di telinganya yang tertutup kerudung


terlihat pipi Syakirah memerah, memerah bukan karena kedinginan melainkan menahan rasa malu


terasa detak jantung Syakirah yang bergerak tak ber irama, detak jantungnya yang berdetak dengan tempo yang begitu cepat, membuatku khawatir dengan dirinya


ku eratkan pelukan ku di tubuhnya


" sher are you ok ? " tanyaku khawatir


" i…iya " ucapnya terbata


ku tempelkan dahiku dengan dahinya, terlihat dengan jelas wajah Syakirah yang kemerah-merahan, wajahku yang berjarak hanya beberapa centi, terasa tarikan dan keluaran nafasnya yang berhembus di wajah ku, hawa hangat yang kurasakan dari dahinya


" Syakirah… "


" ya saya… "


segera ku baringkan kepalanya ke atas pangkuanku


" Shera demam " ucapku khawatir


" e… enggak kok " sanggahnya sambil berusaha untuk duduk kembali


" udah tidur aja dulu " kataku mencegah Syakirah bangkit dari tidur


" tidurlah " pintaku


" enggak apa-apa loh Zahid " tolak Syakirah mengatakan dirinya masih baik-baik saja


" dengan bismillah aku ucapkan


dengan bismillah aku ucapkan


wahai anakku…


tidurlah sayang…


Syakirah yang tadinya memberontak, setelah ku nyanyikan beberapa bait lagu, kini dia sudah tenang dengan kedua matanya yang terpejam


" maaf ya Mir " kata ku pelan ke Amirah


" kenapa ? " tanya Amirah bingung


" nggak apa-apa, tapi Syakirah "


Amirah hanya tersenyum ke arahku


" nggak apa-apa Hid… "


" …lagi pula Syakirah pun lagi demam " ucap Amirah


" ya… "


" …semua ku " ucapku bersalah


" hmm… jangan salahi diri sendiri "


" Syakirah sakit kan bukan keinginan Zahid, tapi kan Allah yang memberikannya " ucap Amirah menasehati ku


" iya sayang… makasih " ucapku pada Amirah dengan mengelus Pelan kepala amirah


"Amirah kalau mau tidur, senderkan aja kepala Amirah ke bahu Zahid " pintaku


Amirah langsung menyandar kan kepalanya ke atas bahu kiri ku


" tidurlah, nanti kalau udah nyampe nanti Zahid bangunin "


" iya " jawab Amirah lalu memejamkan kedua matanya


betapa beruntungnya aku yang memiliki dua bidadari yang sedang tertidur pulas di sebelah ku


ku tatap wajah mereka satu persatu


" kalian cantik… " kataku pelan di depan mereka


" tapi saat kalian tertidur… "


" …kalian terlihat tambah imut " ucapku bahagia dengan mencubit pelan pipi mereka berdua


" Zahid " panggil kak Aisyah


" ya, kenapa kak ? "


" nggak apa-apa, bosan lah… "


" pengen cerita " seru kak Aisyah


" cerita apa ? " tanyaku bingung


" apa ajalah… "


" …Zahid menurutmu siapa yang kamu pilih ? " tanya kak Aisyah tak jelas


" pilih? pilih apa kak ? " tanyaku meminta penjelasan yang detail


" ya… di antara mereka berdua… "


" …siapa yang bakal Zahid pilih " tanya kak Aisyah lagi


" maksudnya kayak mana kak, pilih ? pilih apaan " tanyaku semakin bingung


" haduh… " ucap kak Aisyah dengan menggeleng pelan kepalanya


" dasar nggak peka " seru kak Aisyah


" pilih di antara mereka berdua, siapa yang paling Zahid cintai "


" kenapa ? " tanyaku


" nggak apa-apa pengen tau aja, mumpung mereka lagi tidur "


" nggak ada " jawabku


" nggak ada… "


" …maksud Zahid nggak ada yang Zahid sukai di antara mereka berdua " kata kak Aisyah yang terkejut mendengar jawaban ku


" kak, awas kak, pelan-pelan " ucapku ke kak Aisyah yang terlihat tidak fokus dengan kemudinya


" eh… owh iya iya " balas kak Aisyah yang mencoba memfokuskan kembali kemudinya


" serius Zahid nggak ada suka di antara mereka berdua ? " tanya kak Aisyah dengan sikap tenang


" eh… sejak kapan Zahid bilang nggak suka sama mereka berdua " ucapku heran


" barusan " sambung kak Aisyah


"owh… maksud Zahid itu… "


" …misalnya di tanya untuk memilih siapa yang Zahid pilih di antara mereka berdua yang paling Zahid cintai… "


" …maka Zahid tidak akan memilih, tapi… "


" …kalau memaksa siapa yang Zahid pilih, kalau gitu Zahid bakal jawab… "


" …Zahid pilih mereka berdua " kataku menjelaskan panjang lebar


" kok gitu ? " tanya kak Aisyah


" Zahid bersyukur ada yang mencintai Zahid, karena itu Zahid nggak mau menyia-nyiakan perasaan mereka… "


" …sakit rasanya bila perasaan kita tak di terima dengan seseorang yang kita cintai "


" Zahid tak mau mereka mengalami hal yang sama, yang pernah Zahid rasakan dulu "


" kenapa ? emangnya Zahid… "


" Zahid pernah merasakan yang namanya jatuh cinta… "


" …Zahid suka sama dia tetapi dia sukanya dengan orang lain "


" itu rasanya sakit kali kak, tapi apa boleh buat Zahid udah terlanjur mencintai nya jadi ya… "


" …Zahid harus berani ngambil resiko lah dalam hal ini, memang rasanya sakit kali, tapi perlahan lah Zahid lupain dan syukurnya ada mereka berdua yang tambah membantu Zahid untuk melupakan masa lalu itu "


" jadi… Zahid nggak mau menyia-nyiakan perasaan seseorang yang menyukai Zahid dengan tulus "


" Zahid pasti akan memperjuangkan seseorang yang tulus mencintai Zahid, dari pada memperjuangkan seseorang yang sama sekali tak ada perasaan sama Zahid " kata ku panjang lebar


" hiks… hiks… kasihan… adik kakak satu ini " ucap kak Aisyah dengan pura-pura menangis


" kakak sedih atau ngejek hah "


" hihihi… bercanda "


" ngomong-ngomong siapa orang yang Zahid sukai itu ? " tanya kak Aisyah tentang orang itu


" teman Zahid "


" teman ? "


" ya teman sekelas "


" SMA ini ? "


" ya SMA ini lah "


" siapa namanya ? " tanya kak Aisyah yang sudah tak sabar untuk mengetahui identitas orang tersebut


" namanya… "


" …Zahra "