
Rumah keluarga Kusuma
"eh anak Mama udah pulang" tanya Mama Anggun.
"kenapa kok mukaknya di tekuk gitu, pulang sama siapa?" lanjutnya.
"dianter Varel mah" jawab Tania
"lohh Varel nya mana"
"udah pulang"
"ihh kamu calon mantu nya mamah kok gak diajak masuk sih" ledek mama Anggun.
"calon mantu apaan dah mah, seenaknya aja ngakuin anak orang calon mantu"
"ehh calon mantu idaman mama tuh" jawab mama Anggun cekikikan.
"tau dah mah, Tania mau ke kamar capek" ucap Tania langsung kabur.
Rumah keluarga Sanjaya
"Varel kamu udah pulang" tanya Mama Nia
"iya lah mah kan Varel udah disini"
"oh iya ya" jawab Mama Nia tertawa.
"terus tuh mukak kenapa di tekuk" tanya Mama Nia.
"mah kalok liat dia sama orang lain deket kok rasanya sakit ya" Varel.
"cieee anak mama lagi jatuh cinta nihh ceritanya"
"apasih mama" kilah Varel.
"siapa sih kenalin dong sama mama, cantik apa enggak calon mantunya mama"
"apaan deh mama jadian aja belum"
"lohh gercep dong Var emang mau di ambil orang" ejek Mama Nia
"apa sih mama" elak Varel langsung lari ke kamarnya.
"apa gue suka ya sama Tania" gumam Varel
"ahhh gak tau dah pusing gue" lanjutnya.
************************************
Hari sudah menjelang malam Tania baru bangun dari tidurnya.
"ehh buset lama amat gue tidur yak" gumam nya.
Tak lama kemudian teedengar notif chat dari hp Tania.
085XXXXXXX
save no gue
Tania Azk
siapa lo fans gue ya?
085XXXXXX
Varel
Tania Azk
dari mana lo dapet no gue?
Beruang Resek
apa sih yang seorang Varel gak bisa dapetin.
Sementara di tempat lain Varel senyum senyum melihat isi chatnya dengan Tania.
Tania Cicak
dih sok ae lu beruang
Varel P
yodah inget save no gue, bye bye cicak ku
varel langsung mematikan hp nya dengan senyum merekah setelah mengirim pesan ke Tania.
"Dia bilang gue Cicak ku apaan maksudnya" tanya Tania senyum senyum sendiri.
*************************************
Keesokan harinya di sekolah Tania yang hendak memasuki gerbang sekolah dipanggil oleh Rafael.
"Tania" teriaknya.
"ehh ka Fael, ada apa kak"
"enggak, pengen jalan bareng aja sama lo"
"oh" Tania.
Varel yang sebenarnya sudah melihat dari tadi pun merasa geram dan langsung pergi ke kelas.
"yee lo gak tau sih, tadi kan Varel lagi kepanasan liat bidadarinya jalan ma cowok laen" ejek Risky.
"bacot lo Ky" Varel.
"yang sabar bang" ejek Candra.
Sesampainya Tania di kelas yang diantar oleh Rafael.
"ehh Tan nanti jam istirahat lo ketaman belakang ya, ada yang mau gue omongin" Rafael.
"ohh ok" jawab Tania singkat
"cie cie Tania lagi deket sama si Ketos ni yee" ejek Bela.
"sejak kapan sih lo deket sama si ketos Tan?" tanya Cintia.
"bentar lagi ada yang ngasih pj nih" goda Citra.
"apaan sih kalian gue sama kak Fael gak ada hubungan apa apa ya"
Varel yang mendengar ocehan sahabat Tania sebenarnya geram, ia mencoba menahan emosinya.
Jam istirahat pun tiba.
"beb" sapa Candra pada Citra.
"iya kenapa beb?"
"kantin yuk" ajak Candra.
"yuk, tapi sama temen temen aku juga ya"
"yaudah yuk"
"eh Tan lo mau kemana?" tanya Cintia.
"gue ketaman belakang bentar lo duluan aja"
Tania pun bergegas pergi ke tama belakang sekoalah.
Varel yang melihatnya pun hendak mengikutinya.
"ehh Var lo mau kemana dah gak ikut ke kantin lo ?" tanya Reza.
"kalian duluan aja gue nyusup ntar" kata Varel langusung pergi.
Di tama belakang
"ada apa ya kak ngajak gue ketemu disini" tanya Tania pada Rafael.
"emm gue mau ngomong sesuatu sama lon Tan"
Varel hanya melihat gerak gerik Rafael dari kejauhan.
"mau ngomong apa kak?"
Rafael pun langsung memegang kedua tangan Tania.
"Tan gue suka sama lo, lo mau gak jadi pacar gue?"
Tania terkejut dengan pernyataan Rafael.
"duh gue terima gak ya, gue kan gak suka sama dia" gumam Tania dalam Hati.
Tiba tiba Varel datang dan langsung menarik tangan Tania, Tania pun mencoba berontak tapi tidak bisa. Meskipun dia jago berantem dan kuat tapi tetap saja gak sebanding sama tenaga nya Varel.
"kak maaf ya gue gak bisa, gue gak ada rasa sama lo" teriaknya kemudian.
Rafael pun mendesah kecewa akan penolakan Tania.
"tunggu aja lo pasti bakalan jadi milik gue" gumam Rafael.
Varel menarik tangan Tania dan di ajak ke parkiran.
"naik" perintah Varel menyuruh Tania naik ke motornya.
"ngapain sih Var sakit nih tangan gue"
"naik" ucap Varel sekali lagi meninggikan suaranya.
Tania yang tau Varel sudah sangat emosi pun segera naik ke motor Varel, dan Varel pun menjalankan motornya ke sebuah taman yang gak jauh dari sekolah.
"ehh ngapain kesini Var" tanya Tania.
"ikut gue"
Tania pun mengikuti Varel karna Varel sudah menarik tangannya dari Tadi.
Sampai lah mereka di sebuah tempat yang banyak tumbuhan bunga, warna warni pokoknya terkesan indah.
"wih kok gue baru tau ya ada tempat seindah ini disini" celetuk Tania kagum.
Varel pun hanya tersenyum.
"ohh ya lo ngapain narik tangan gue sakit tau gak" kesal Tania.
"Tan gue gak suka lo deket deket sama Rafael"
"kenapa emang nya serah gue dong"
"karna gue--"