
Bel istirahat pun berbunyi Tania dan Varel masih berada di Kantin.
"ehh lu bedua udah dua duan aja di kantin" ucap Candra yang tiba tiba datang bersama Reza dan Risky dan juga Cintia Bela dan Citra.
"ehh Tan lo bolos gak ngajak ngajak" ucap Bela.
"kenapa juga gak ikut gue keluar tadi biasanya kan juga gitu" ucap Tania.
"gue mau tobat" ucap Bela.
"tobat apaan gayaan amat lo" ledek Cintia.
Bela pun hanya nyengir saja.
Tiba tiba Dewi datang ke meja Tania dkk dan Varel dkk.
"kak Varel aku boleh gabung disini gak?" tanya Dewi sok polos.
"elahh ni anak curut pakek dateng lagi" kesal Risky.
"ga papa gabung aja" ucap Tania santuy.
"ihh lo apa apaan sih Tan ngebolehin ni anak centil duduk disini" kesal Cintia.
Dewi yang di katai centil pun sebenarnya kesal tapi dia tahan untuk menjalankan misinya mendapatkan Varel.
"udah kalian diem aja" suruh Tania.
Dewi pun duduk di sebelah varel, dia terus saja mencuri curi pandang Varel.
Tania yang melihatnya sebenarnya kesal tapi ia tahan.
"kak Varel, Dewi boleh mintak no Wa kakak gak?" tanya Dewi.
"busett dahh ni anak dari kemarin nanyain no lo mulu Var" celetuk Reza.
"no wa gue mau?" tanya Citra. Sebenarnya ia juga kesal dengan sikap Dewi ini.
Varel hanya diam tidak menanggapi ucapan Dewi.
"boleh ya kak" ucap Dewi merengek sambil memegang lengan Varel.
Tiba tiba Braaak Tania menggebrak meja sehingga membuat seisi kantin terkejut dan melihat ke meja Tania.
"lo kenapa maksa banget pengen punya no wa tunangan gue" bentak Tania pada Dewi.
Dewi hanya diam. "lo tau kan kalok Varel udah punya pacar, lo mau jadi pelakor?" bentak Tania lagi.
Dewi masih diam, ia tidak menyangka bahwa Tania semenakutkan gini.
"Dasar murahan lo" ledek Bela.
Dewi yang sudah kesal pun meninggalkan kantin dengan rasa malunya.
"gue bales lo" ucapnya dalam hati.
"bener bener gila tuh anak curut" ucap Risky.
"guys cabut" ucap Tania pergi dari kantin dan di ikuti oleh Cintia, Bela dan Citra.
"naa yoo Var ngambek tuh pacar lo" ledek Candra.
"sayang" panggil Varel
"apa sih kamu" ucap Tania ketus ia masih kesal dengan kejadian di kantin tadi.
Varel pun menarik tangan Tania, dan pergi ke taman belakang sekolah.
"apaan sih Var" ucap Tania ketus.
Varel pun hanya tersenyum.
"kamu cemburu ya yang?" tanya Varel.
"tauu ah, kamu pikir aja sendiri" kesal Tania.
Varel pun menggenggam tangan Tania.
"denger ya yang aku tuh sayangnya cuman sama kamu, gak akan ada yang pernah gantiin posisi kamu di hati aku" ucap Varel lembut.
Tania yang mendengar penuturan Varel pun tersenyum.
"yaudah yuk ke kelas" ajak Varel. Mereka berdua pun kembali ke kelas.
****************
"yang anterin aku pulang ya, aku gak bawa mobil" ucap Tania menghampiri Varel di parkiran sekolah.
"yaudah yuk" ajak Varel.
Saat Tania dan Varel hendak masuk ke dalam mobil tiba tiba Dewi datang.
"Kak Varel Dewi boleh nebeng gak soalnya supir Dewi gak jemput" mohon Dewi.
"gak bisa mobil gue cuman muat 2 orang" ucap Varel.
"yahh Dewi pulang nya gimana dong?"
"serah lo lah mang gue pikirin" ucap Varel langsung masuk ke mobilnya dan melajukannya keluar sekolah.
"dihh kayaknya tuh cewek suka banget sama kamu yang" ucap Tania di dalam mobil.
"udah gak usah dipikirin yang penting aku gak suka sama dia" ucap Varel, takut Tania cemburu lagi.
Sampai akhirnya mereka sampai di kediaman Kusuma.
"makasi yang, kamu gak mampiri dulu" ucap Tania.
"gak usah deh lain kali aja, aku langsung pulang ya" ucap Varel turun dari mobil dan mengecup kening Tania.
"yaudah aku pulang ya" lanjutnya
"iya kamu hati hati" ucap Tania.
Varel pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Tania.
Tania pun masuk ke dalam rumahnya.
Hai guys kalok partnya kurang seru koment yaa,, jangan lupa di like juga dan di vote sebelum baca, kalok masih ada typonya maaf yaa, happy reading all:):)