
Hari ini Hari senin yang biasanya Sma Garuda akan melaksanakan upacara bendera di pagi hari.
"duh mamah kok gak bangunin Tania sih ma kan telat deh ni" omel Tania tergesa gesa turun dari tangga.
"kamu udah mama bangunin tapi tidurnya kebo banget"
"biasanya kalok telat kamu mah bodo amat"
"iya emang tapi ini kan hari senin mah Tania harus ikut upacara bendera, Tania males aja dipanggil gara gara telat kumpul"
"ohh gitu udah khilaf nih ceritanya"
"eitss yang namanya Tania mah gak pernah khilaf" ucapnya pd
"yaudah cepet sarapan katanya mau upacara" lanjut Mama Anggun.
"iya ma, ehh papa kapan sih pulang, lama amat di luar kota" tanya Tania kemudian.
"besok papa baru pulang"
"ohh oke deh ma"
Tania pun melanjutkan sarapannya.
*************************************
Tania pun berlari ke kelasnya untuk menaruh tas dan akan ke lapangan.
"ehh Tan ngapain lu ngos ngosan gitu dah" tanya Cintia.
"eh lo pada ngapa gak ke lapangan upacara?" tanya Tania.
"katanya sih tadi gak diadain upacara, guru guru kayaknya ada rapat dadakan gak tau dah kenapa" lanjut Citra.
"ehh sett dahh tau gitu gue gak lari larian tadi" ucap Tania seraya duduk dibangkunya karna lelah.
Tak lama kemudian datang Varel dkk.
"ehh sayang kenapa pagi pagi kok udah keringetan" tanya Varel pada Tania
"biasa Var, Tania lagi latihan lari marathon" celetuk Bela.
"eh babang Varel pagi pagi kok udah sayang sayangan" ejek Risky.
"sirik aja lo serah gue lah" Varel.
"yee becanda doang kali, ngapain gue sirik, gue kan udah punya Bela, iya gak yang" ucap Risky menatap Bela.
"apa sih kamu" Bela
"eh Var kamu kok sekolah, udah sembuh?" tanya Tania.
"lo sakit Var? bisa sakit juga ternyata lo" celetuk Reza.
"ya bisa lah ogeb gue kan manusia" kesal Varel.
"berkat kamu rawat aku kemarin aku jadi cepet sembuh yang, aku gak bisa kalok sehari gak liat kamu" jawab Varel tersenyum.
"elehh gayaan amat lu dah" hardik Candra.
Tania yang mendengar perkataan Varel pun hanya Tersenyum.
"eh udah udah ngobrolnya guru guru udah slesai rapat tuh bentar lagi dapet pelajaran pak Anto, si guru killer ahli matematika" celetuk Cintia.
Dan benar saja si guru killer udah nyampek aja di kelas, semua siswa langsung diam.
"baik anak anak kita mulai pelajaran matematika hari ini, bukak buku kalian cari bab 2" kata Pak Anto.
Sementara di meja lain.
"ehh Tan kemarin lo ke rumah Varel ya" tanya Cintia.
"hmmm" yang di jawab deheman oleh Tania.
"terus rumahnya besar gak Tan, mamanya baik gak, bapaknya baik juga gak, Tan, Tania jawab dong" tanya Cintia panjang lebar.
Tania yang mulai kesal pun berteriak "iyaa Cintiaa semuanya baik kok" kata Tania yang meninggikan suaranya tanpa sadar.
semua siswa melihat ke arah Tania.
"Tania kamu kenapa berteriak di jam pelajaran saya" bentak pak Anto
"ya maaf pak saya gak sengaja" kilah Tania
"cepet keluar, kamu bapak hukum hormat di tiang bendera sampai jam pelajaran bapak selesai"
"bapak kok gitu sih saya kan gak sengaja kok main hukum hukum aja" kesal Tania.
"iya pak ini juga mau berangkat" ucap Tania langsung keluar dari kelasnya.
Varel yang melihat Tania di hukum pun hendak menyusulnya.
"Varel mau kemana kamu" bentak pak Anto.
"mau nyusul calon istri saya pak" teriak Varel langsung lari keluar kelas.
Semua siswa yang mendengarnya pun bisik bisk mengenai hubungan Varel dan Tania.
"sudah sudah yang lainnya diam" kata Pak Anto yang mulai frustasi.
"buset dah si Varel bucin amat" celetuk Risky.
"namanya juga cinta ky" balas Candra.
Varel pun menyusul Tania kelapangan tapi Tania tidak ada disana, dia pun terus mencari Tania, dan melihatnya sedang duduk di kantin.
"ehh pacar aku kok jalanin hukumannya di kantin sih" kata Varel sambil mengacak pucuk kepala Tania.
"ehh kamu yang ngapain ke sini" tanya Tania.
"nyusulin calon istri aku lah"
Tania yang mendengar Varel menyebutnya Calon istri pun merona.
"apasih kamu Var, balik ke kelas sana tar dihukum lagi"
"udah tanggung yang kalok balik ke kelas sekarang toh di hukum juga"
"eh iya ya" ucap Tania cengengesan.
Sampai jam istirahat berbunyi Varel dan Tania masih betah duduk di kantin, tak lama kemudian sahabat sahabat mereka pun datang.
"eh mbak sama masnya kok udah dua duan aja di sini" ucap Reza menghampiri Tania dan Varel sambil merangkul Cintia.
"iya gak usah ngiri lo" Varel.
"ee buset santuy broo" ucap Reza kemudian.
Jadi lah mereka duduk ber delapan. Dan datanglah Clara cs menghampiri meja Tania dan teman temannya.
Clara langsung mengambil minuman yang ada di meja lalu menyiramnya ke baju Tania.
"eh lo apa apaan sih Clar" bentak Varel yang melihat baju Tania basah.
"ehh kak lo tu bener bener ya suka banget nyari masalah sama Tania" bentak Bela.
"ehh ngapain lo teriak depan Clara emangnya lo gak tau Clara siapa" ketus Maya.
"mang nya lo siapa" bentak Cintia kemudian.
"asal kalian tau ya gue itu keluarga terkaya ke 9 di negara ini" sombong Clara.
"cihh baru no 9 aja bangga" ledek Citra
"ehh miskin diem lo" bentak Rania mengatai Citra miskin.
Tania yang sedari diam pun menampar Clara dan menjambak rambutnya.
"ehh kak gue masih sopan yang manggil kakak, lo nyari masalah sama gue lo kira gue bakal diem aja? cihhh lo liat aja nanti" bentak Tania yang langsung pergi dari kantin.
"awas lo Clar berani apa apain Tania, gue gak akan tinggal diem" hardik Varel kemudian menyusul Tania.
Clara yang di ancam Varel pun bergidik ngeri dan pergi dari kantin yang diikuti oleh teman temannya.
"widih serem juga tuh si Tania" celetuk Candra.
"sampek buat si mak lampir kicep" lanjut Risky
"singa betina di lawan, bener bener nyari masalah tuh mak lampir" ejek Cintia.
"dia belum tau aja Tania siapa" sambung Cintia.
"emangnya siapa sebenernya Tania yang?" tanya Reza pada Cintia.
"tar juga kamu Tau yang" Cintia
Reza hanya manggut manggut aja.
Maaf ya kalok karya author banyak Typo nya
minta like dan komen nya yaa
:):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):):)