
Varel pun perg sendiri mencari Tania lagi.
"yang kamu dimana sih, aku khawtir banget sama kamu" gumam Varel.
Sudah sampai sore juga Varel belum menemukan Tania, dia akhirnya kembali ke Vila.
Saat Varel hendak masuk ke dalam Vila ada seseorang yang memanggilnya.
"sayang"
Varel yang mendengarnya pun menoleh, ia melihat Tani datang dengan membawa dua tas belanjaannya. Varel langsung menghampiri Tania dan langsung memeluknya.
"sayang kamu kenapa?" tanya Tania polos.
"kamu dari mana sih yang aku dan yang lain khawatir tau sama kamu, kamu gak kenapa kenapa kan?" tanya Varel yang mebulak balikan badan Tania.
"ihh apaan sih yang aku baik baik aja, yaudah masuk dulu nanti aku cerita.
"Tania" teriak Bela yang melihat Tania datang bersama Varel.
Cintia, Bela, dan Citra pun langsung memeluk Tania erat.
"woyy lepasin gue napa, gak bisa napas nih gue" ucap Tania.
"habisnya lo belanja lama amat" celetuk Cintia.
"lo habis dari mana dah Tan, kita ampek muter mueter cari lo tau gak" ucap Reza.
"gue habis dari rumah sakit" jawab Tania.
"apa?" teriak mereka semua.
Flashback on
Saat Tania tadi selesai belanja ia melihat Nenek nenek yang hendak menyebrang dan tak sengaja tertabrak motor.
"nek.. nenek Gak papa kan, sabar ya nek Tania bawa ke rumah sakit" ucap Tania.
Tania pun segera membawa nenek itu ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit nenek itu langsung di tangani oleh dokter.
Sampai sore Tania menunggu keluarga nenek itu, dan akhirnya mereka pun datang, mereka sangat berterima kasih pada Tania karena telah menolong nenek itu. Setelah itu Tania pun pamit pulang.
Flashback off
"ohh jadi gitu" ucap Risky mengangguk anggukan kepalanya.
"tapi lo gak papa kan Tan?" tanya Citra lagi.
"enggak santai aja lagi" ucap Tania.
"tapi kok lo inget jalan ke sini Tan, kan lo gak tau nama daerah ini" celetuk Risky.
"iya Tadi ada cowok yang kasih tau gue" ucap Tania.
"cowok?" tanya Varel melihat Tania.
"iya cowok ganteng lagi" ucap Tania sengaja mengerjai Varel, padahal mah yang nagter cuman bapak bapak.
"ohh" jawab Varel langsung pergi ke kamarnya.
Tania pun terkekeh melihat Varel yang cemburu.
"emang bener Tan, yang nganter lo itu cowok ganteng?" tanya Bela
"emangya kalok ganteng kamu mau apa yang?" tanya Risky pada Bela.
"ya gak ngapa ngapain lah yang kan aku cuman nanya" Bela.
"bener Tan?" tanya Cintia lagi.
"ya enggak lah, gue cuman ngerjain Varel aja, yang anterin gue tadi tuh bapak bapak" ucap Tania terkekeh.
"wahh tega amat lu Tan ngerjain Varel kayak gitu udah tau dia anaknya cemburuan" celetuk Reza.
"iya Tan, kasian si Varel tau dia udah nyariin lo dari pagi sampek sore, bahkan dia belum sarapan sama makan siang" ucap Citra kemudian.
Tania pun merasa bersalah karena sudah mengerjai tunangannya itu, dia pun langsung menyusul Varel ke kamar.
Sampai di kamar Varel, Tania melihat Varel yang duduk termenung di ranjang, Tania pun menghampirinya.
"sayang" ucap Tania memanggil Varel.
"hmmm" jawab Varel tanpa melihat Tania.
"yang maafin aku ya, aku udah ngerjain kamu, yang nganter aku bukan cowok ganteng kok, tadi yang nganter aku bapak bapak kok sumpah yang" ucap Tania jujur.
Namun Varel masih diam entah apa yang ia pikirkan, ia tidak menghiraukan Tania yang dari tadi bicara di sampingnya.
Tania yang melihat Varel tak memperhatikannya pun kesal.
"ya udah kalok kamu gak mau ngomong sama aku gapapa, aku emang salah" ucap Tania langsung keluar dari kamar Varel dan menutup pintu dengan keras.
Varel yang tersadar pun langsung menyusul Tania.
"Widihh bakalan ada drama nih" celetuk Candra yang melihat Tania keluar dari kamar Varel, dan Varel menyusulnya.
"udah gak usah ikut campur" celetuk Reza.
Tania kini tengah berada di kamarnya dengan perasaan kesal, inginnya hanya bercanda malah seserius ini.
"ngapa dah tu mukak?" tanya Cintia yang juga berada di kamar bersama Tania.
Tania hanya diam dan Varel tiba tiba datang ke kamar Tania.
"Cin bisa keluar bentar gak?" ucap Varel yang diangguki oleh Cintia.
Kini hanya Tania dan Varel yang berada di kamar.
"sayang" ucap Varel langsung memeluk Tania. Tapi Tania tidak membalasnya.
"yang maaf yaa aku gak perhatiin kamu ngomong tadi, aku masih khawatir yang sama kamu, aku takut kamu hilang dan pergi ninggalin aku yang" ucap Varel lirih.
Tania yang mendengarnya pun melepaskan pelukan Varel dan menggenggam tangan Varel.
"iya gak papa, aku yang salah kok maafin aku ya yang aku gak bermaksud ngerjain kamu tadi" ucap Tania merasa bersalah.
Varel pun tersenyum dan mengecup bibir Tania singkat, sehingga membuat Tania merona.
"yaudah kamu belum makan kan, yuk makan malam tadi Bela sama Citra udah masak" ajak Tania kemudian.
Varel pun hanya menganggukan kepalanya lalu keluar kamar bersama Tania.