Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Lima belas



"oke kalau kalian udah saling suka kita gak perlu jodohin lagi, langsung tunangan terus nikah deh" kata Nando.


"nikah?" tanya Tania dan Varel barengan lagi.


"Tania kan msih kelas X om, masih sekolah juga gak bisa ditunda dulu ya nikah nya sampai kita lulus nanti"


"iya pah lagian Varel juga masih sekolah, nunggu lulus aja ya baru nikah"


"iya kasian mereka juga msih sekolah" kata Anggun dan Nia barengan.


Nando dan Andi hanya manggut manggut saja.


"ok baiklah kalok gitu kalian berdua tunangan aja dulu, nikahnya nunggu kalian lulus, gimana Di kamu setuju" tanya Nando pada Andi.


"ya seperti itu saja baiknya" celtuk Andi.


Tania dan Varel hanya manggut manggut saja.


"gimana kalok tunangannya lagi 2 minggu aja dari sekarang" usul Nia.


"iya boleh juga tuh jeng" Anggun.


"oke kita sepakat pertunangan kalian akan diadakan 2 minggu lagi" final Nando.


Tania dan Varel hanya mengangguk mengikuti semua yang orang tua mereka rencankan toh mereka bedua juga saling cinta.


"ok kalok gitu Varel mau ngobrol sebentar sama Tania ya berdua" ijin Varel langsung menarik tangan Tania mengajaknya ke luar restaurant.


Para orang tua mereka hanya tersenyum melihat kedekatan mereka.


*****


Di sinilah mereka duduk berdua di sebuah taman dekat restaurant menikmati udara malam dibawah sinar rembulan dan langit yang dipenuhi bintang.


"sayang" Varel.


"iya" jawab Tania.


"kamu mau kan nikah sama aku"


"enggak" jawab Tania yang niatnya mengerjai Varel.


Varel yang tadinya tersenyum tiba tiba mukanya datar.


Tania yang melihatnya pun menahan tawanya.


"aku bercanda kali yang, aku mau kok nikah sama kamu tapi nunggu lulus dulu" celetuk Tania sambil memegang tangan Varel.


Varel yang mendengarnya pun tersenyum.


"makasih ya yang kamu udah mau sama orang kayak aku" lanjut Varel.


Tania pun hanya tersenyum. Varel langsung memeluk Tania dengan manja.


"apa kita nikah muda aja yang, biar kamu tetep sama aku gak ada yang ngambil" celetuk Varel kemudian.


"yee gimana sih kamu kan tadi udah sepakat mau nikahnya kalok udah lulus"


"tapi aku takut kamu diambil orang yang" rengek Varel.


Mulai dah ni bucin nya si Varel wkwkwkwk.


"enggak akan yang, orang aku cinta nya sama kamu" lanjut Tania.


Varel tersenyum senang mendengar perkataan Tania. Varel mendekatkan wajahnya pada wajah Tania dann cupp. Varel mengecup singkat bibir Tania.


"ihh Varel ciuman pertama aku" kesal Tania memanyunkan bibirnya.


Varel yang melihatnya jadi gemas.


"hehe habisnya bibir kamu menggoda sih yang, itu juga ciuman pertama ku loh yang"


Tania yang mendengarnya pun malu, mukanya merah.


"ehemm"


"eh papah" Tania terkejut melihat papahnya dan mamanya datang begitupun dengan kedua orang tua Varel.


"orang kalok udah kasmaran lupa sama dunia" ejek Anggun.


Tania dan Varel yang di sindir pun tersenyum malu malu.


"udah malem ayo kita pulang" ajak Nando


"yaudah Tania ayo pulang" Anggun.


Mereka pun saling berpamitan dan pulang.


Hari ini adalah hari minggu Varel masih bergulung selimut di kamarnya.


"Var, Varel bangun dong"


"apa sih ma, Varel masih ngantuk, lagian ini hari minggu ngapain bangunin Varel pagi pagi sih"


"kamu mandi sana tolong anterin kue ke rumah Tania, tadi mama bikin kue kebanyakan"


Varel langsung bangun mendengar nama Tania.


"ohhh kalok gitu Varel mandi dulu ma"


"ihh dasar kalo udah denger nama Tania aja langsung bangun"


Varel hanya cengengesan dan berlari ke kamar Mandi.


Rumah keluarga Kusuma


"ehh ad Varel masuk dulu yuk" ajak Anggun.


"ehh iya tante"


"ada apa tumben pagi pagi udah main kesini"


"ini tante Varel di suruh bawa kue sama mama tadi mama bikinnya kebanyakan"


"ohh makasi ya Varel, kamu udah sarapan?"


"nanti di rumah aja Tante"


"jangan panggil tante dong, panggil mamah aja, kamu kan calon mantu mamah"


Varel pun hanya tersenyum kikuk.


"ehh ada Varel" celetuk Andi.


"pagi om" sapa Varel.


"panggil papah aja biar enak"


"ehh iya pah" jawab Varel kikuk.


"yaudah Var kamu tolong bangunin Tania ya, itu anak kalo tidur udah kayak kebo, nanti kita sarapannya sama sama aja" suruh Anggun.


"iya mah Varel bangunin dulu"


Varel pun naik ke atas ke kamar Tania. Dibukanya pintu kamar Tania, Varel kagum melihat desain kamar Tania yang bernuansa biru muda itu.


Memang biru muda warna kesukaan Tania.


Varel melihat Tania yang masih nyaman tidur di bawah selimut" Varel pun membuka gorden kamar Tania supaya sinar Matahari bisa masuk.


"sayang bangun yang" ucap Varel menepuk nepuk pipi Tania.


Tania tak bergeming sedikitpun.


"astaga pacar gue kebo banget dah" gumam Varel.


Varel tanpa babibu lagi langsung mengecup bibir Tania. Tania yang merasa ada yang menyentuh bibirnya pun membuka matanya, dan Varel langsung melepas ciu***nya pada bibir Tania.


"loh Varel kamu ngapain di sini?" kaget Tania.


"bangunin kamu lah yang"


"iya aku tau kok pagi pagi udah disini aja"


"iya tadi aku disuruh anterin kue sama mamah kesini"


Tania hanya ber oh ria saja


"yaudah kamu mandi gih yang, terus turun ke bawah sarapan tadi di suruh mama kamu"


"yaudah aku mandi dulu kamu tunggu di bawah sana"


"aku nungguin di sini aja ya yang"


"gak kamu kebawah sana" kata Tania menatap tajam Varel.


Varel pun hanya tertawa dan dengan cepat mengecup bibir Tania, lalu langsung lari ke bawah.


"ihhh Varelll" teriak Tania.


Varel yang mendengar teriakan Tania pun tertawa, ia sangat senang mengerjai kekasihnya itu.


Maaf ya jika banyak typo nya. Jangan lupa like dan komentnya makasii:););):)