Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Dua belas



Dalam perjalanan ke rumah Tania, langit yang seadari tadi mendung kini sudah turun hujan.


"yah yang hujan, kita neduh dulu ya" ajak Varel.


"iya yang" Tania.


Varel pun menepikan motornya di sebuah halte bus karena hujan sangat deras.


"yahh pakek hujan lagi" ucap Tania menggigil kedinginan.


Varel yang melihat Tania kedinginan pun melepas jaketnya dan memakaikannya pada Tania.


"ehh gak usah yang, kamu pakek aja kamu juga kedinginan kan" tolak Tania.


"udah gak papa aku gak mau tar kamu sakit" ucap Varel tersenyum.


Varel pun memeluk Tania menyandarkan kepala gadis itu di dada bidangnya seraya memberi kehangatan.


Tania yang dipeluk Varel pun malu malu tapi mau.


"kayaknya hujannya gak mau berhenti deh yang kita terobos aja yuk udah mau malam juga nih" ajak Tania.


"tar kamu sakit lagi sayang"


"enggak udah yuk trobos aja"


Dan akhrinya Varel dan Tania pun terpaksa menerobos hujan.


"pegangan ya yang" pinta Varel


"iya" Tania.


Akhirnya mereka sampai di kediaman Kusuma.


"makasih ya Var"


"iya yang, aku pulang dulu ya udah basah kuyup gini" ucap Varel.


"iya hati hati"


Varel pun langsung menjalankan motornya untuk pulang.


"ehh Tania kamu kenapa kok basah kuyup gitu" tanya Mama Anggun.


"iya tadi hujan hujanan mah"


"itu jaket siapa sayang" tanya Anggun


"ehh iya jaket Varel kelupaan, tadi Tania dianter sama Varel mah"


"terus Varel nya mana?"


"udah pulang mah"


"kok gak disuruh masuk kan masih ujan"


"orang dianya basah kuyup juga jadi dia pulang, lain kali aja katanya mampir"


"ohh yaudah kamu mandi gih tar sakit lagi"


"iya mah ini sekarang Tania mau mandi sekalian cuciin jaket Varel"


Tania pun pergi ke kamarnya sambil tersenyum mengingat perlakuan manis Varel tadi.


*************************************


Hari ini adalah hari minggu Tania berniat ke rumah Varel untuk mengembalikan jaket Varel.


"ehh sayang kamu mau kemana pagi pagi kok udah rapi" tanya Anggun.


"aku mau ke rumah Varel mah mau balikin jaket, oh ya papa belum pulang dari luar kota ma?"


"belum sayang, yaudah kamu hati hati ya"


"iya mah Tania berangkat dulu"


Sesampainya di rumah Varel Tania langsung memencet bel rumah Varel.


"eh non mau nyari siapa ya silahkan masuk dulu non" kata Art rumah Varel"


"panggil bi Asih aja non, oh den Varel nya masih tidur di kamar non"


"oh iya bi Asih mama Nia kemana ya?" tanya Tania


"nyonya besar lagi keluar kota non sama tuan besar"


"ohh kapan bik?"


"kemarin malam non"


"ohh kalok gitu Tania mau bangunin Varel dulu ya bik"


"iya non"


Tania pun langsung ke kamarnya, dan ia melihat laki laki yang ia sayangi masih bergulung selimut.


"Var bangun var udah mau siang ini" celetuk Tania membangunkan Varel.


Varel yang merasa terusik pun berkata dengan masih memejamkan matanya "iya bik nanti Varel bangun, kepala Varel masih sakit" celetuknya mengiri si bibi yang membangunkannya


Tania yang mendengarnya langsung menyentuh kening Varel "astaga kamu demam yang" celetuk Tania merasakan panas kening Varel


Varel yang merasa keningnya di sentuh pun membuka matanya.


"ehh sayang kamu ngapain?" tanya nya terkejut melihat sang kekasih ada di kamarnya.


"aku mau balikin jaket kamu, badan kamu panas yang" khawatir Tania.


"udah ga papa ntar aja hilang, mungkin karna kehujanan kemarin"


"maaf ya yang gara gara aku kamu sakit"


"enggak ini bukan salah kamu, kamu gak usah khawatir gitu dong" celetuk Varel yang melihat Tania menunduk.


"Yaudah aku mau ambil handuk sama air dulu buat kompres kamu"


"iya jangan lama lama ya temenin aku disini"


"iya gak lama kok" jawab Tania sambil mengelus kepala Varel.


Varel sangat senang mendapat perhatian dari kekasihnya itu.


Tak lama kemudian Tania datang membawa kompresan dan semangkuk bubur.


"yang sini aku kompresin" celetuk Tania


Tania pun dengan telaten merawat Varel.


"kamu belum makan kan?" tanya Tania.


Varel hanya menggelengkan kepalanya.


"yaudah sini aku suapin kamu makan ya"


Varel pun makan dengan di suapi Tania.


"makasih ya sayang udah rawat aku" celetuk Varel.


"iya sama sama, yaudah kalok gitu aku pulang ya udah mau sore juga ini"


"nginep aja sini yang temenin aku"


"yee ntar aku di marahin mama lagi" tolak Tania.


Varel pun hanya tertawa, dan langsung bangkit mencium kening Tania lama.


"yaudah kamu hati hati ya" Varel


Tania yang keningnya dicium pun blushing, mukaknya merah kayak kepiting rebus.


"emm yaudah" balas Tania sambil mencium pipi Varel dengan cepat lalu langsung keluar dari kamar Varel.


Varel yang mendapat ciuman mendadak di pipinya pun mematung sambil tersenyum memegang pipinya.


"isss Tania bodoh lo main nyosor pipi orang aja" umpat Tania dalam hati merutuki kebodohannya.