Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Sembilan belas



"ehh sayangg kamu mau kemana" teriak Varel yang hendak menyusul Tania.


"kak itu siapa?" tanya gadis itu, ya gadis itu adalah Vina adik Varel.


Vina baru pulang dari singapura karena dia bersekolah disana. Vina tinggal disana bersama orang tua ayahnya. Vina masih duduk di kelas 2 Smp. Biasanya Vina akan pulang 2 minggu sekali.


"itu calon istri kakak" ucap Varel yang langsung mengejar Tania takut terjadi sesuatu dengan Tania.


Tania pun pergi dari rumah Varel dengan perasaan marah, air matanya terus mengalir, sesak yang ia rasakan di dadanya.


Tania mengendarai mobilnya dengan kecepatan Penuh dia tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya. Tania pun berhenti di sebuah Taman.


"kenapa juga gue harus pergi sihh, seharusnya gue tanya tuh cewek siapa" gumam Tania.


Hujan pun turun saking derasnya. Tania enggan beranjak dari taman itu dan membirkan dirinya basah kuyup di bawah guyuran hujan.


Sementara Varel datang ke rumah Tania dengan paniknya.


"bik Tania nya ada?" tanya Varel pada pembantu rumah Tania.


"tadi katanya mau ke rumah den Varel"


"ohh Tania tadi udah pulang kok bik tapi belum sampai rumah ya?" bohong Varel.


"ohh belum den, non Tania belum pulang"


"yaudah saya nunggu di ruang tamu aja ya bik" ucap Varel kemudian.


Varel pun menunggu Tania dengan kekhawatirannya. Karena hari sudah menjelang malam Tania juga belum pulang.


Sampai akhirnya Tania pulang dengan keadaan basah kuyup.


"sayang kamu dari mana aja, kenapa basah kuyup begini" tanya Varel cemas.


Tania hanya menatap datar Varel.


"ngapain kesini?" tanya Tania ketus.


"yang dengerin aku dulu, aku bisa jelasin" kata Varel memelas.


"udah pulang sana" usir Tania.


Varel langsung memeluk Tania, meskipun seluruh pakaian Tania basah dia tidak peduli.


"lepas gak" bentak Tania.


"gak mau sebelum kamu kasih aku buat jelasin semuanya"


"yaudah cepet ngomong"


"dia itu Vina adik aku" jelas Varel.


Tania yang mendengarnya pun terkejut, berarti dia sudah salah paham sama adik kekasihnya itu.


Melihat Tania belum juga bicara Varel pun menjelaskan tentang adiknya yang bersekolah di luar negeri.


Tania pun merasa bersalah, karena sudah pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan Varel terlebih dahulu.


"maafin aku yang" ucap Tania lirih sambil menunduk.


"enggak papa ini bukan salah kamu, ini juga salah aku karena gak pernah cerita sama kamu, jadi buat kamu salah paham" ucap Varel lembut


Tania pun langsung memeluk Varel dengan sayang, ia merasa bersalah terhadap Varel.


"yaudah kamu mandi sana, ntar sakit lagi aku gak mau ya kamu sakit, nanti ke rumah aku lagi, aku kenalin kamu sama Vina.


Tania pun bergegas ke kamarnya untuk mandi.


*************************************


"Vin nih kenalin calon istri kakak" ucap Varel memperkenalkan Tania.


"ohh jadi ini Kak Tania yang selalu diceritaan Kan Varel itu" ucap Vina.


"maaf ya kak tadi Vina udah bikin kakak salah paham" ucap Vina.


"udah ga papa Vin, itu juga salah kakak main langsung pergi aja"


Mereka pun mengobrol di ruang tamu.


"kakak kok mau sih sama kakanya aku, padahal dia bad boy lo" ucap Vina.


"jangan mulai lagi deh Van" kesal Varel.


"ya mau gimana lagi Vin, kakak udah cinta banget sama kakak kamu gimana dong" ucap Tania, padahal dia juga badgirl.


Varek yang mendengarnya langsung memeluk Tania di depan Vina.


"ihh Var lepasin deh malu tuh diliatin adik kamu" ucap Tania.


"bocah diem aja gak usah iri" ejek Varel.


"huuu siapa juga yang iri, mending Vina tidur di kamar dari pada liat kakak yang tingkat kebucinannya tinggi" ledek Vina langsung lari ke kamarnya sambil memeletkan lidahnya.


"resek lo bocah" kesal Varel.


Tinggalah Tania dan Varel di ruang tamu.


"sayang" ucap Varel manja.


"apa sih Var" ucap Tania mengelus kepala Varel yang tengah tidur di pahanya.


Varel pun menatap Tania, Tania mengerutkan dahinya heran.


"kenapa?" tanya Tania lagi.


"kamu jangan pernah tinggalin aku ya yang"


"iya asal kamu gak kecewain aku aja"


"enggak kok aku sayang sama kamu, aku gak aka kecewain kamu"


"ohh iya aku udah gak sabar buat tunangan sama kamu minggu depan" lanjut Varel kemudian.


"eh iya ya aku sampek lupa, tapi kan mamah sama papah kita lagi di luar negeri yang, terus gimana sama acaranya?" bingung Tania.


"tenang aja semua pasti udah direncanain sama mereka, kita tinggal tunggu beres aja"


"ya udah deh"


"apa kita langsung nikah aja yang" celetuk Varel kemudian.


Tania yang mendengarnya pun langsung menarik gemas hidung mancung Varel.


"dihh sakit yang" ringis Varel.


"abisnya kamu ngomong asal ceplos aja" Tania.


"emangnya kamu gak mau nikah sama aku yang?" tanya Varel sambil manyun.


Tania pun tertawa dibuatnya.


"mau lah sayang, tapi kan nunggu kita lulus dulu" ucap Tania lembut sambil menangkup kedua pipi Varel.


Varel langsung duduk dan mencium bibir Tania.


Bukannya hanya sekedar menciumnya tapi melu***nya. Tania yang terbuai pun membalas ciuman Varel.


"ihh yang, aku gak bisa napas" ucap Tania.


"tapi kamu menikmatinya kan tadi" goda Varel.


"apasih kamu" ucapa Tania malu.


Maaf ya jika banya typonya minta like dan komentnya. Happy reading:)