Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Dua puluh satu



Kini Varel tengah menyetir mobil Tania yang akan menuju rumah Varel.


Dan sampailah mereka di Rumah Keluarga Sanjaya.


"sayang ayo masuk" ajak Varel.


"yaudahh aku juga kangen sama mama"


"mama... mama" teriak Varel.


"apasih kamu Var,,, ehh ada anak mama yang cantik" sapa Nia langsung memeluk Tania.


"ye giliran anak nya sendiri aja di kacangin" celetuk Varel.


"yaudah kamu gak usah bacot Var, Tania sayang ayo temenin mama masak, oh ya mama kamu apa kabar?"


"baik mahh" kata Tania.


Varel mendengus kesal terhadap mamanya itu dan ia pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.


"Tania kamu bisa masak?" tanya Nia


"bisa ma" jawab Tania.


Meskipun Tania bad girl sering bolos tapi dia pintar masak dan juga pintar dalam hal pelajaran meskipun ia sering tidak memperhatikan pelajaran di kelasnya.


"serius? wah mama jadi gak sabar jadiin kamu mantu mama" celetuk Nia.


Tania hanya menunduk malu.


"yaudah Tania yang masak mama tunggu aja di meja makan"


"yaudah mama juga pengen nyoba masakan kamu"


Tania pun langsung memasak, dia cukup pintar memasak karena ajaran mamanya. Setelah bergelut lama di dapur Tania pun menyelesaikan masakannya dan menyajikannya di meja makan.


"waahh bau nya enak banget masak apa nih" celetuk Nando yang baru datang dari kantor.


"ini pah mantu mama yang masak" Nia


"serius Tania?" tanya Nando


"iya pah" jawab Tania tersenyum


"yaudah kamu panggilin Varel deh sayang itu anak gak turun turun dari tadi" ucap Nia menyurih Tania.


Tania pun langsung naik ke atas menuju kamar Varel. sesampainya di kamar Varel ia melihat kekasihnya itu tidur dan bertelanjang dada. Tania pun terpesona melihat ada roti sobek di perut Varel. "tunangan gue ganteng amat" gumam Tania memandangi wajah tampan Varel.


"yang.. sayang bangun gihh, di suruh mama makan" ucap Tania menepuk nepuk pipi Varel.


Namun Varel tak bergeminb sedikit pun dia masih betah di mimpinya.


Entah kebranian dari mana Tania tiba tiba mengecup bibir Varel karena Varel tak kunjung bangun. Saat bibir Tania sudah menempel dengan bibir Varel, tiba tiba Varel membuka matanya. Tania pun gelagapan ia hendak berdiri tapi tangannya sudah di tarik oleh Varel.


Dan Tania pun jatuh diatas tubuh Varel yang masih bertelanjang dada. Varel langsung menekan tengkun Tania dan mel***t bibir pink Tania. Tania yang kehabisan napasnya pun memukul dada bidang Varel, Varel pun melepas pagutannya, dengan Tania yang msih berada di Atas Varel.


"iss Varel kamu tuhh" kesal Tania


Varel tersenyum dan mengecup pucuk kepala Tania.


"betah ya kamu di atas aku yang" celetuk Varel.


Tania pun gelagapan dan langsung berdiri wajahnya sudah memerah.


"siapa nyuruh narik aku tadi" kesal Tania.


"yang nyosor duluan siapa" ejek Varel.


"siapa suruh kamu susah dibangunin" Tania pun mendengus kesal dan langsung beranjak keluar dari kamar Varel.


Sampai di depan pintu Tania mebalikan badannya.


"cepet turun makan" ucap Tania dan langsung turun ke meja makan.


"loh sayang Varel nya mana" Tanya Nia.


"masih diatas tadi ma, habisnya susah dibangunin" kesal Tania.


Nando dan Nia hanya terkekeh mendengarnya.


"widihh banyak banget, mama masak" ucap Varel yang sudah duduk di meja makan dan pastinya di samping Tania.


Tania pun langsung mengambilkan Varel nasi layaknya seorang istri.


"makasih yang" celetuk Varel


Tania hanya mengangguk saja. Mama dan Papa Varel yang melihatnya pun tertegun kagum akan sifat Tania. Dan mereka pun mulai menyantap makanannya.


"wihhh masakan mama enak banget" celetuk Nando.


"eitss ini bukan masakan mama ini masakan menantu mama" ucap Nia.


"serius kamu yang masak Tan" tanya Nando.


"iya pah" jawab Tania tersenyum.


"duhh memang istri idaman kamu yang gak salah aku pilih calon istri" celetuk Varel.


Tania hanya tersenyum saja.


Hari sudah hampir sore Tania juga sudah lama menghabiskan waktu di rumah Varel.


"Mah pah Tania pulang dulu Ya udah sore" pamit Tania.


"gak nginep aja sayang?" tanya Nia.


"besok sekolah mah lain kali ya Tania nginep"


"yaudah kamu hati hati ya Tan" ucap mama dan papa Varel.


Varel pun mengantar Tania keluar, Varel yang melihat Tania sedari tadi diam pun menarik tangan Tania dan mendekapnya.


"apaan sih Var aku mau pulang" ucap Tania berusaha melepaskan dekapan Varel.


Namun Varel masih memeluk nya dengan erat.


"kamu marah ya yang sama aku" tanya Varel


"enggak" ucap Tania singkat.


Varel pun gemas dengan tingkah tunangannya yang tengah merajuk ini.


"yaudah aku minta maaf ya, habisnya aku gemes sama kamu yang" ucap Varel yang memeluk pinggang Tania.


"aku gak marah cuman kesel aja"


"yaudah maafin aku ya sayang, jangan marah dong tar cantik nya ilang"


"dasar gombal" celetuk Tania dan langsung tersenyum.


Varel pun mengecup kening Tania lama sebulum gadisnya itu pulang.


"aku pulang ya yang" Tania.


"iya hati hati jangan ngebut negbut yang"


"iya" ucap Tania yang hendak masuk ke mobil, tapi ia berbalik lagi dan "cuuup" Tania mengecup pipi Varel singkat dan langsung masuk dan melajukan mobilnya.


Varel pun hanya tersenyum memegang pipinya.


Maaf ya kalok kurang seru dan typonya banyak.


Minta koment sama like nya yang banya ya readers ku:):)