
Setelah lama kemudian dokter keluar dari ugd.
"dokter bagaimana keadaan anak saya" tanya Andi.
"keadaan anak bapak sekarang masih kritis karena benturan yang keras di kepalanya lumayan keras sehingga pembuluh darahnya pecah" ucap Dokter.
Varel yang mendengarnya langsung terduduk lemas.
Anggun syok dan pingsan mendengar keadaan putrinya.
************************************
Kini sudah lima hari Tania belum juga sadar dari komanya, Varel pun terus menjenguk kekasihnya itu sehabis pulang sekolah.
"sayang kamu kapan sih sadarnya, kamu gak kangen apa sama aku" celetuk Varel mengajak Tania bicara.
Namun yang diajak bicara tak bergeming sedikit pun masih terbaring lemah.
"eh Varel kamu udah makan" tanya Anggun yang baru datang dari membeli makanan.
"nanti aja mah Varel gak laper"
"yaudah nanti kamu makan ya"
"iya ma"
Tak lama kemudian datang Sahabat sahabat Tania dan Varel.
"ehh Varel udah di sini aja" celetuk Risky.
Varel yang ditanya hanya mengangguk saja.
"kalian mau jenguk Tania ya?" tanya Anggun.
"iya Tante" ucap mereka bersamaan.
"ya udah tante keluar dulu ya"
"iya tan" celetuk Bela.
"Tan kapan sih lo sadar gue kangen sama lo tau gak" ucap Cintia sedih.
"iya Tan masak seorang bad girl kayak lo lemah gini sih Tan" celetuk Bela dan Citra yang sudah tak bisa lagi menahan tangisnya.
"lo yang sabar ya Var" ucap Reza
"Iya Var Tania pasti sembuh" sambung Candra.
Varel hanya mengangguk saja.
Setelah lama berada di rumah sakit mereka semua pun pamit pulang termasuk Varel.
"Mah Varel pulang dulu ya, nanti malem kesini lagi"
"iya Var kamu pulang aja dulu, mamah sama papah kamu masih di Londen?"
"masih ma"
"oh yaudah kamu hati hati ya nanti"
"iya mah"
"sayang aku pulang dulu ya nanti aku kesini lagi temenin kamu lagi" ucap Varel mengusap kepala Tania.
Anggun yang melihat Varel sangat sayang pada putrinya itu tersenyum senang.
Varel pun langusung bergegas pulang.
Ngomong ngomong sola Clara, dia udah di keluarkan dari sekolah karena sudah melakukan tindakan kekerasan, keluarganya pun jatuh miskin. Siapa suruh keluarga kusuma dilawan ya itu upahnya wkwkwkwk.
************************************
Kini sudah satu minggu Tania di rawat di rumah sakit dan ia belum sadar juga.
"sayang ini udah seminggu kamu kok gak mau bangun sihh, kamu gak kangen apa sama aku" celetuk Varel sambil memegang tangan Tania.
Varel berencana menginap di rumah sakit menemani Tania mumpung besok hari minggu.
Karena sudah mengantuk Varel pun tertidur dengan posisi masih duduk di sebelah Tania.
keesokan harinya Tania membuka matanya perlahan lahan dia tersenyum melihat kekasihnya yang sudah ia rindukan itu tertidur pulas.
Tania pun mengusap kepala Varel. Varel yang merasa ada yang menyentuh kepalanya pun terbangun.
"sayang kamu udah sadar" ucap Varel tersenyum.
"bentar ya aku panggilin dokter dulu"
Dokter pun memeriksa Tania
"keadaan pasien sudah membaik, dan sudah melewati masa koma besok sudah bisa pulang" ucap dokter.
Varel, Anggun, dan Andi yang mendengarnya pun tersenyum begitupun Tania.
*************************************
"Taniaa gue kangen sama lo" teriak Bela yang masuk ke ruangan Tania di rawat.
"yang kontrol napa ini rumah sakit" Risky.
"hehe maap maap kelepasan" celetuk Bela cengengesan.
"Tan lo udah baikan kan?" tanya Cintia.
"udah Cin besok gue udah boleh pulang"
"ciehhh babang Varel udah gak galau lagi" celetuk Candra.
"lo tau gak Tan semenjak lo sakit si Varel tu gak pernah yang namnya Fokus, tiap hari ngelamun mulu, kek ayam kelaparan" kata Reza
"pa'an sih lo za" kila Varel
"emang ayam kelaparan tuh ngelamun ya za?"tanya Citra.
"ya mana gue tau kali aja kalok ayam laper tuh ngelamun" celetuk Reza asal.
"satt lo Za" kesal Citra.
Mereka semua pun hanya tertawa.
"ehh udah sore nih kita pamit pulang dulu ya Tan" pamit Cintia.
"iya balik gih ganggu aja kalian" celetuk Varel.
"eleh gayaan amat lo Var, bilang aja lo mau beduaan sama Tania" Risky.
"serah gue lah"
"yaudah Tante om kita pamit dulu ya" Bela.
"iya kalian hati hati" ucap Anggun dan Andi.
Mereka semua pun pulang.
"Var kamu jagaain Tania sebentar ya Mama sama Papa mau cari makan dulu" ucap Anggun.
"iya mah"
Anggun dan Andi pun keluar dari ruangan Tania.
"sayang" celetuk Varel.
"iya" ucap Tania yang masih malu malu padahal Varel adalah kekasihnya.
"sayang" ucapnya lagi.
"apasih Var"
"ih jawab nya kok gitu sih" manja Varel.
"iya Varel sayang kenapa hmmm"
"enggak, aku cuma kangen aja sama kamu"
"aku juga kangen sama kamu" ucap Tania malu.
"kamu jangan pernah tinggalin aku, aku gak bisa hidup tanpa pacar aku yang cantik ini"
"ihh apasih kamu yang gombal"
"gombal gini kamu sukan kan"
Tania pun hanya tersenyum, dan mereka berbicara panjang lebar menghapus kerinduan diantara mereka.
Kalok banya typo maaf ya, kalok sedikir gaje juga maaf,,,
tapi author akan usaha buat yang lebih meanrik lagi.
minta like sama koment nya ya:):)