
Dan tiba tiba Dewi langsung loncat sehingga Tania refleks memegang tangannya.
"ngapain kakak selamatin aku, aku udah gak mau hidup lagi" ucap Dewi yang masih menggantung.
"lo bodoh, lo hanya mementingkan diri lo sendiri" ucap Tania berhasil menarik tangan Dewi, tapi justru ia malah terpeleset, Tanialah sekarang menganntung di rooftop.
"tolong Tarik gue" ucap Tania.
Namun Dewi hanya diam. "gue tolongin gak ya, tapi dia tadi nolongin gue, gimana nih apa gue lari aja yaa" batin Dewi tetap diam.
Tania pun sudah tidak tahan tangannya sudah sakit bergelantungan di sana.
"Tania" teriak Varel langsung menghampiri Tania dan menyelamatkannya.
"lo jahat banget sih, gak nolongin Tania" bentak Cintia.
"dasar kecoak lo" sinis Bella.
"yang kamu ga papa?" tanya Varel pada Tania.
"ga papa yang" ucap Tania.
Varel pun langsung menggendong Tania untuk di bawa ke uks karena tangan Tania terluka.
"tunggu aja Varel pasti gak akan tinggal diam" sinis Reza langsung pergi dari rooftop bersama teman temannya meninggalkan Dewi.
"bodoh banget lo Dewi" umpatnya merutuki dirinya.
*********
Tania dan yang lainnya sekarang berada di UKS.
"buset deh Tan gak nyangka gue si kecoak tu bisa gitu" ucap Bela.
"cuman suka sama Varel aja sampai mau bunuh diri gitu" ucap Citra heran.
"sono dah Var jadian sama dia" celetuk Candra.
Varel pun langsung menatap Candra Tajam yang di tatap malah cengengesan.
"mana mau si Varel sama model begituan ya gak Var?" tanya Risky.
"ya iya lah dikas 10 mobil sport mahal juga gak mau gue, gue mah sukanya sama Tania bukan sama dia ya gak yang?"'ucap Varel langsung mengecup kilas bibir Tania.
"ihh yang malu tau" kesal Tania.
"woik Var inget tempat main nyosor aja lu.
"hehe kelepasan gue" ucap Varel cengengesan.
Yang lainnya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Varel.
________________________________________
Waktu kini cepat berlalu, tidak terasa Tania Cs dan Varel Cs sudah lulus dari SMA Garuda.
Tempat yang mempertemukan mereka ber delapan, canda, tawa, sedih, senang mereka jalani bersama, sekarang mereka akan mengejar masa depan mereka.
"gak terasa ya kita udah lulus aja padahal baru kemarin rasanya masuk sekolah" celetuk Cintia.
"iya nih" jawab Citra.
"lo niatnya mau kuliah dimana Tan ga ada niat kuliah ke luar negeri secara kan lo pinter" kata Bela pada Tania.
"gue sih niatnya kuliah disini aja, gue gak mau jauh jauh dari keluarga gue, lagian kampus disini gak kalah bagus sama yang diluar negeri"
Mereka pun larut dengan obrolan mereka masing masing, sampai hari menunjukan sudah sore mereka pun pulang.
Tania dan Varel karena mereka berangkat bersama jadi mereka pulang bersama. Tapi Varel memberhentikan mobilnya di sebuah Tamab.
"loh yang ngapain ke sini?" tanya Tania heran.
Varel tidak menjawabnya dan langsung menarik tangan Tania untuk di ajak duduk di salah satu bangku taman.
"yang aku mau ngomong sesuatu" ucap Varel
"tapi kamu jangan marah ya" lanjutnya.
Tania hanya mengerutkan keningnya heran.
"ada apa?" tanya Tania.
"yang aku mau kuliah di London" ucap Varel.
Deg
Tania terkejut mendengarnya, dan ia hanya diam melepaskan tangan Varel yang menggenggam tangannya.
Varel pun serba salah melihat respon Tania.
"berapa lama?" tanya Tania.
"cuman 3 tahun aja yang" jawab Varel
Deg
lagi lagi Tania terkejut, karena ia akan di tinggalkan cukup lama oleh tunangannya itu.
Tania sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi.
"kok kamu baru ngomongnya sekarang sih Var, aku gak mau jauh jauh dari kamu" ucap Tania yang sudah terisak.
"kalok aku dari dulu ngomong sama kamu, aku takut kamu bakalan ninggalin aku yang" jawab Varel langsung memeluk Tania.
"aku janji aku ga bakalan macem macem disana, setelah aku pulang aku bakalan langsung nikahin kamu, aku janji" ucap Varel meyakinkan Tania.
Tania berpikir bahwa ia tidak boleh egois, toh itu semua demi masa depan Varel, Tania tinggal menanam kepercayaan saja dan berfikir positif terhadap Varel.
Tania tersenyum dan membalas pelukan Varel.
Halo guys gimana kurang seru ya partnya? di like dan di koment ya guys, happy reading all:)