
"kamu--?"
"apa kabar sayang?" ucap si Ceo yang ternyata adalah Varel.
Tania pun terkejut sekaligus senang, tapi kesal juga karena Varel mengerjainya.
"sayang aku kangen" ucap Varel manja langsung memeluk Tania.
"kamu kapan pulang kok gak kabarin aku?" ucap Tania pura pura ngambek.
"ya aku kan pengen kasi surprise buat kamu, eh kamu malah magang di kantor aku, maaf ya yang aku bentak kamu tadi, aku niat nya kerjain kamu" ucap Varel.
Tania pun ingin mengerjai balik Varel.
Tania menunduk pura pura sedih.
"kamu kenapa kok nunduk gitu? gak kangen ya sama aku" ucap Varel heran melihat Tania.
"maafin aku Var" ucap Tania pura pura sedih.
"maaf buat?"
"aku udah bohongin kamu selama ini Var" ucap Tania.
"maksud kamu?"
"aku udah nikah" ucap Tania.
Deg
Varel terkejut dengan ucapan Tania, ia emosi.
"kenapa kamu gak kasih tahu aku sih Tan, kenapa kamu tega nikah sama orang lain sementara status kita masih tunangan" kesal Varel.
Tania pun tertawa terbahak bahak melihat Varel.
"kok kamu ketawa?" tanya Varel heran.
"hahaaha,,, maaf ya sayang aku cuma bercanda, mana mungkin aku tega ninggalin kamu nikah sama orang lain" ucap Tania yang masih tertawa.
Varel yang dikerjai pun menyeringai dan langsung mencium bibir Tania lama, seolah melepas rindunya dengan wanita yang sangat ia cintai ini. Tania yang terbuai pun membalas ciuman Varel.
"hoshh...hoshh, ihh yang aku gak bisa napas" ucap Tania tersengal sengal.
"habisnya berani banget kamu ngerjain aku" ucap Varel.
"kamu duluan sih" kilah Tania.
"kamu gak ada niatan minta maaf gitu ke aku yang?" tanya Varel.
"minta maaf buat apa?" tanya Tania.
"tadi pagi kamu nabrak aku lo yang di depan kantor" Varel.
"ohh jadi yang aku tabrak tadi itu kamu? kenapa gak bilang?" Tania
"kamu gak liat aku" kilah Varel.
Tania pun hanya berdecak kesal.
Lagi lagi Varel tak henti hentinya memeluk Tania dan mengecupi seluruh wajah Tania.
"udah deh yang geli tau" ucap Tania.
"aku kangen banget sama kamu yang" ucap Varel.
"Yaudah nanti aja kangen kangenannya aku mau kerja dulu tar aku dimarahin atasan aku" ucap Tania mengelus pipi Varel.
"kamu disini aja yang, lagian bosnya juga aku, nantinya kantor ini juga punya kamu, kan kamu calon istri aku" ucap Varel enteng.
"iya tauu, aku gak mau aja di gosipin aneh aneh nantinya kalok mereka tau aku lama lama di ruangan kamu tar dikira ngapain lagi" ucap Tania.
"berani dia gosipin yang enggak enggak aku pecat" jawab Varel.
"iya bapak Varel yang terhormat saya permisi dulu mau lanjut kerja" goda Tania.
Tania tak menghiraukan kekasihnya itu, ia hendak keluar dari ruangan itu namun saat berada di depan pintu ia kembali masuk dan mengecup bibir Varel singkat lalu langsung lari keluar.
"sayang" teriak Varel.
Tania pun terkekeh sambil tersenyum memegang bibirnya.
"lo dipecat Tan?" tanya Cintia pada Tania, saat Tania sudah kembali ke mejanya.
"enggak lah" ucap Tania senyum senyum.
"kok bisa? ngapa dah lo tu senyum senyum" ucap Bela.
"ya bisa lah orang Ceo nya calon suami gue" sombong Tania.
"APA?" ucap Cintia, Bela dan Citra bersamaan.
"jadi yang punya perusahaan ini Si Varel?" tanya Citra.
Tania pun hanya mengangguk.
*******
sekarang waktunya makan siang, Tania Cs hendak makan siang di Cafe dekat kantor, tapi sayang Tania di telpon pak Ceo yang tidak lain adalah calon suaminya.
Tania:"hallo"
Varel:"yang ke ruangan aku sekarang"
Tania:"iya iya tunggu"
"mau kemana lo Tan gak jadi makan siang?" tanya Cintia.
"kalian duluan aja gue ada urusan" jawab Tania.
"oh yaudah kalok gitu" ucap Bela.
Tania pun kembali pergi ke ruangan Ceo karena sudah dipanggil oleh ya mulia raja.
Tok tok tok
"masuk"
Tania pun masuk setelah mengetok pintu.
"ada apa bapak memanggil saya?" tanya Tania Formal.
"ihh sayang kalok lagi berdua sama aku gak usah bahasa formal deh" kesal Varel.
"yaudah iya ada apa hmm?" tanya Tania.
"sayang temenin makan siang ya, sekalian kamu makan siang disini sama aku" Varel.
"yaudah yuk duduk makan siangnya juga udah disiapin" ucap Varel mengakak Tania duduk di sofa.
"yaudah yuk makan" ucap Tania.
"suapin ya yang" manja Varel.
"dihh manja banget kamu yang" ucap Tania tapi langsung menyuapi Varel.
Setelah acara suap suapan itu akhirnya jam makan siang pun habis.
"yang aku balik kerja dulu ya" ucap Tania.
"yang disini aja temenin aku, aku masih kangen sama kamu" rengek Varel.
"nanti kan bisa ketemu lagi habis kerja" ucap Tania.
"yaudah deh nanti aku antar kamu pulang ya" ajak Varel.
"oke" jawab Tania karena kebetulan ia sedang tidak membawa mobil.
Hai guys di like dan di koment yaaa, happy reading all:)