Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Lima puluh dua



Belakangan ini sifat Tania aneh menurut Varel dan Kenzo, seperti kemarin ia meminta dibelikan rujak mangga muda pada waktu dini hari, Varel merasa aneh dengan tingkah istrinya itu jika tidak di kabulkan ia akan menangis.


Dan hari ini Tania sudah berkali kali bulak balik ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.


"yang kita ke rumah sakit aja yuk, aku takut kamu kenapa napa" ucap Varel


"enggak usah palingan aku cuma masuk angin aja"


"mama kenapa ma?" tanya Kenzo menghampiri Tania dan Varel ke kamar mereka.


"mama gak papa Ken, cuma masuk angin aja, udah sana kamu berangkat ke sekolah sama papa"


"yaudah deh" ucap Kenzo.


"beneran yang ga papa aku kerja nih tapi aku khawatir sama kamu yang kita ke rumah sakit aja ya" ucap Varel.


"enggak papa Var udah ih sana anterin Kenzo terus ke kantor, di rumah juga ada bibik aku ga


papa kok"


"yaudah deh kalau ada apa apa telpon aku ya, yuk Ken papa anter ke sekolah."


"yaudah yuk" ucap Kenzo.


Varel pun mencium kening Tania dan langsung keluar dari kamar bersama Kenzo.


Saat hendak masuk ke mobil tiba tiba Risky datang bersama Bela dan Bianca.


"ehh Ky pagi pagi tumben ke rumah gue" celetuk Varel.


"iya nganter bini gue katanya kangen sama bini lo, sekalian anter Caca ke sekolah" ucap Risky.


"Tania ada Var?" tanya Bela.


"ada di dalem Bel, masuk aja dia kayaknya lagi gak enak badan" jelas Varel.


Bela pun langsung masuk ke dalam dan menemui Tania.


"emm Om Risky Ken ke sekolah bareng sama Om sama Caca ya kasian papa biarin dia berangkat kerja lagian kantor papa gak searah sama sekolahnya Ken" celetuk Kenzo.


"alah bilang aja kamu mau deket deket sama Caca" ledek Varel.


"papa diem aja, masih mending aku gak ngerepotin papa jangan banyak bacot deh" kesal Kenzo.


"yaudah sini bareng sama Om" ucap Risky.


"titip bocah ni satu ya Ky" ucap Varel.


"udah aman sama gue"


"oh ya Ca jangan mau deket deket sama Ken ya" celetuk Varel.


"siap Om" ucap Bianca terkekeh.


"iss papa apaan sih sana kerja, Caca kan harus tetep sama Ken ya kan Ca?" ucap Kenzo.


"udah yuk sekolah tar telat lagi" ucap Bianca.


Risky pun mengantar dua bocah cilik itu ke sekolah dan Varel berangkat ke kantor.


Sementara di kamar Tania.


"Tan beneran lo sakit?" celetuk Bela tiba tiba masuk ke kamar Tania.


"eh Bela kapan dateng lo nongol aja di kamar gue" ucap Tania terkejut.


"barusan, eh beneran lo sakit?"


"gak tau nih, gue mual mual mulu dari tadi"


"gak tau deh"


"yuk ke rumah sakit kita periksa" ajak Bela.


"yaudah deh gue ganti baju dulu"


**********


Sesampainya di Rumah sakit Tania dan Bela langsung pergi ke dokter kandungan.


Dokter pun segera memeriksa perut Tania.


"gimana dok saya hamil?" tanya Tania.


"iya bu, usia kandungannya baru 4 minggu" jelas dokter.


"nah bener kan gue" celetuk Bela.


Tania pun tersenyum berarti Kenzo akan memiliki seorang adik. Begitu juga Bela senang dengan berita kehamilan Tania.


"terima kasih dok" ucap Tania.


"Dan ini vitamin penguat kandungannya bu karena diusia kandungan ibu yang masih muda ini sangat rawan akan keguguran, dan ini obat pereda mual mualnya" ucap dokter.


"baik dok terima kasih, saya permisi dulu" ucap Tania dan Bela.


Tania pun tidak sabar memberikan Varel kejutan mengenai kehamilannya ini.


Sore hari pun tiba Varel pun pulang dari kantor.


"eh yang kamu udah pulang" ucap Tania melihat Varel masuk ke kamar.


"udah yang, kamu udah gak mual mual lagi kan?"


"udah mendingan yang, oh ya aku ada sesuatu buat kamu" ucap Tania memberikan sebuah amplop pada Varel.


"ini apa yang? bukan surat cerai kan? aku masih sayang lo sama kamu aku gak mau cerai" cerocos Varel.


"iss siapa juga yang mau cerain kamu sih, makanya baca dulu" kesal Tania.


Varel pun membaca isi surat tersebut dan ia pun terkejut dan menatap Tania.


"kamu hamil yang? serius?" tanya Varel senang.


"iya aku hamil baru 4 minggu"


"makasih ya sayang udah ngandung anak aku lagi aku seneng banget" ucap Varel menghujni wajah Tania dengan kecupan.


"ih yang geli tau"


"artinya Kenzo mau punya adik dong" celetuk Varel.


"apa Ken mau punya adik?" ucap Kenzo yang tiba tiba masuk ke kamar orang tuanya.


"iya Ken mama kamu lagi hamil adik kamu" ucap Varel.


"artinya Ken ada temen dong nantinya di rumah" ucap Kenzo bahagia.


Tania hanya mengangguk tersenyum ia sangat senang dengan kehamilannya ini.


"Ken harap sih adiknya Cewek ma biar gak ngalahin kegantengannya Ken" celetuk Kenzo.


Tania dan Varel hanya melongo mendengar ucapan Kenzo.


Halo guys jangan lupa di like sama di koment ya dan sebelum baca aku mohon di vote ya karya aku, maaf kalau masih ada typonya happy reading all dan buat yang udah baca cerita aku makasih ya:)