
Hari ini Kenzo mulai masuk ke sekolah dasar begitu juga ke empat sahabatnya Kevin Bianca dan Jovita.
"Ken udah selesai belum ayo turun sarapan?" ucap Tania menghampiri putranya di kamar.
"iya mamah ku sayang" ucap Kenzo yang sudah siap dengan seragam merah putihnya.
"widih anak papa udah ganteng aja" celetuk Varel yang juga sudah siap dengan setelan kantornya.
"iya lah pa Ken juga setiap hari ganteng kali papa aja yang baru sadar dengan kegantengan ken" ucap Kenzo.
"terserah kamu deh Ken papa males debat sama kamu"
"udah kalian berdua ini cepet sarapan ntar kamu diantar papa aja Ken" ucap Tania.
"gak ah ma aku dianter supir aja kasian papa" ucap Kenzo.
"tumben kamu pengertian Ken" Varel.
"iya lah pah aku gak mau aja papa malu"
"malu?" tanya Varel.
"iya pah ntar papa malu dikira supir aku sama temen temen aku secara kan aku ganteng pa"
buset ni anak kalo gak anak gue, gue ceburin juga ke comberan batin Varel.
"maksud kamu papa gak ganteng apa, enak aja pokoknya nanti kamu berangkat sama papa" kesal Varel.
Tiba tiba brakkk Tania menggebrak meja makan karena jengah melihat anak sama bapak yang adu mulut itu.
Varel dan Kenzo pun terkejut. Tania hanya menatap Varel dan Kenzo tajam. Entah kenapa mood nya sekarang tidak baik dan ia mudah emosi. Tania pergi begitu saja meninggalkan Varel dan Kenzo yang masih mematung di meja makan.
"nah kan kamu sih Ken mama ngambek kan tu" ucap Varel.
"ya Ken kan bercanda pah, kok mamah sensian si" celetuk Kenzo.
"papa juga gak tau, yaudah papa antar kamu ke sekolah"
*******
Sesampainya di sekolah Kenzo.
"papa berangkat dulu ya Ken, kamu belajar yang bener jangan nempel mulu sama Caca"
"iya pah kalok gak nempel mulu sama Caca aku gak bisa jamin"
"terserah kamu deh, awas aja nilai kamu nanti jelek papa hukum kamu" ucap Varel pada Kenzo dan langsung menjalankan mobilnya menuju kantor.
Kenzo adalah anak yang jenius ia memiliki otak yang pintar sama seperti Tania dan Varel.
Baru hendak masuk ke sekolah Kenzo melihat Bianca yang diantar oleh Risky.
"pagi Om Risky pagi Caca" sapa Kenzo menghampiri mereka.
"eh Kenzo udah dateng aja" ucap Risky.
"iya dong om aku kan rajin" sombong Kenzo.
"rajin apaan" sambar Bianca.
"yaudah kalian masuk kelas sana" ucap Risky.
"yaudah om kita ke kelas dulu, yuk Ca" ucap Kenzo langsung menarik tangan Bianca.
"eh Kevin sama Vita udah disini aja" celetuk Kenzo.
"iya lah kan kita rajin" ucap Kevin.
"eh Ca aku duduk sama kamu ya" ucap Jovita.
"iya Vit" ucap Bianca
"eh gak boleh Caca duduknya sama aku" ucap Kenzo.
"dihh cowok mah duduknya sama cowok" ucap Jovita.
"iya Ken kamu duduk sama aku aja" celetuk Kevin.
*************************************
Entah kenapa Tania males bicara sedari tadi ia hanya diam, sekarang mood nya benar benar rusak entah kenapa.
"pah Mama masih marah ya sama kita?" tanya Kenzo yang melihat Tania tidak berbicara dari tadi.
"papa juga gak tau, udah yuk susul mama kamu ke kamar" ajak Varel.
"yang kamu masih marah ya sama kita gara gara ribut dari tadi?" ucap Varel yang melihat Tania sedang duduk diranjang membaca majalah.
"iya mah Ken minta maaf ya, Ken tadi cuma bercanda deh sama papa"
Tania yang melihat suami dan anaknya itu merasa kasihan, karena ia juga bingung mengapa ia malas bicara sedari tadi.
"mama enggak marah cuma mama males aja ngomong dari tadi mama juga gak tau kenapa"
Varel dan Kenzo saling tatap mereka juga bingung.
"sini kalian berdua peluk mama" ucap Tania.
Varel dan Kenzo pun memeluk Tania.
"maafin mama ya"
"iya gapapa sayang" ucap Varel.
"emm yang aku pengen nasi goreng" celetuk Tania.
Varel mengerutkan keningnya heran karena malam malam Tania ingin nasi goreng.
"kok kamu diem gak mau ya beliin" ucap Tania yang air matanya sudah menetes.
"loh mama kenapa nangis?" tanya Kenzo.
"eh yang bukan gitu, iya sekarang aku suruh bibik buatin ya jangan nangis ya" ucap Varel yang merasa aneh dengan tingkah istrinya itu.
"gak mau aku maunya kamu sama Kenzo yang beliin di pedagang kaki lima di pinggir jalan itu ya"
"haa?" kejut Kenzo yang merasa aneh dengan keinginan mamanya.
"yaudah kita beliin ya kamu tunggu dulu" ucap Varel.
Varel dan Kenzo pun membelikan nasi goreng untuk Tania dengan masih bingung akan sikap Tania.
minta like sama koment nya ya guys, jangan lupa vote karya aku happy reading and thankyou for all:)