
Tania bangun dari tidurnya karena hp nya terus berbunyi.
Beruang resek
p
p
p
sayang!
Tania Azk
kenapa?
Tania tersenyum mendapat chat dari Varel.
Beruang resek
kamu lagi ngapain yang?
Tania Azk
baru bangun tidur
Beruang resek
dih jam segini baru bangun, mandi dulu sana.
Tania pun melirik jam yang ternyata sudah pukul 6 sore. "busett lama amat gue tidur yak" gumam Tania.
Tania Azk
iya sayang iyaaa,,,,
Balas Tania karena malu sudah mengetik kata sayang pada Varel, tapi wajarlah orang mereka udah jadian. Tania langsung lari ke kamar mandi sambil memegang dadanya yang sedari tadi dangdutan.
Sementara di tempat lain.
My love
iya sayang iya,,,
Varel tersenyum melihat balasan dari Tania yang juga memaggilnya sayang.
Kini sudah seminggu Varel dan Tania menjadi sepasang kekasih, tetapi msih belum dimetahui teman temannya karena mereka masih menyembunyikannya.
*************************************
Kantin Sekolah
Tania dkk sedang makan di kantin, dan Varel dkk juga sedang berada di kantin juga tapi mereka beda meja, Varel terus saja melirik ke arah Tania yang sedari tadi sedang tertawa bersama teman temannya.
Tania yang melihat Varel terus melihat kearahnya pun tersenyum pada Varel.
Sampai kemudian Clar the gengs mendatangi meja Varel.
"Varel sayang" kata Clara bergelayut manja di lengan Varel.
Varel pun menepisnya. "ihh Varel apaan sih kok tangan aku ditepis" manja Clara.
"apaan sih lo pergi sana" bentak Varel.
"Varel kok gitu sihh"
"ehh mak lampir minggat sono lo" bentak Reza.
"ehh Reza apaan sih sini ngobrol sama aku aja" hardik Rania.
"jijik gue sama lo, pergi sana jauh jauh" marah Reza.
Tania yang sedari tadi melihatnya pun mengepalkan tangannya.
"gila tu geng mak lampir cowok gue di goda" bentak Cintia.
"gue jambak juga tuh mulutnya" sambung Cintia.
Tania langsung pergi meninggalkan kantin, dia kesal melihat Clara yang bergelayut manja sama Varel.
Varel yang melihat Tania pergi pun menyusulnya dan menepis tangan Clara.
"ehh Varel sayang mau kemana?" teriak Clara.
"woyy mak lampir and the gengs minggat sono lo ganggu aja" teriak Risky.
Clara dan teman temannya pun pergi meninggalkan kantin dengan kesal.
Sementara di kamar mandi Tania terus mengumpat kesal. "gila tuh mak lampir kesel gue"
"sayang" suara Varel menghampiri Tania di kamar mandi.
"apa" jawab Tania ketus.
Varel pun menjadi gemas melihat Tania yang ngambek dengannya.
"kamu cemburu ya yang?"
"siapa juga yang cembur gr kamu" kilah Tania.
"masak sihh pacar aku gak cemburu" gemas Varel mencubit pipi Tania.
"apa sih Var sakit tau"
"yaudah maaf ya, aku gak suka kok sama dia, kalok udah ada yang manis di depan aku ngapain juga nyari yang pait" goda Varel.
Tania pun merona mendapat gombalan receh dari Varel.
"jadi jangan dirahasian lagi ya hubungan kita biar semua orang tau kalok kamu hanya milik aku" sambung Varel.
"yaudah yuk ke kelas" ucap Varel menggandeng tangan Tania.
Di kelas
"mau kemana mbak mas nya, mau nyebarang" ajak Risky yang melihat Varel menggandeng tangan Tania.
"bacot lo Ky" Tania.
"widih sejak kapan nih, pj dong" ledek Bela.
"seminggu yang lalu" ucap Tania.
"wihh jahat ya lo Tan gak cerita ke kita" Cintia.
"hehe maaf ya guys" ucap Tania cengengesan
"yupp perfect couple bad bot dan bad girl" celetuk citra tertawa.
"apaan dah lo cit" Tania.
"widih babang Varel gercep juga yahh" ledek Candra
"iya nih disembunyiin lagi" balas Reza.
"biar gak di ambil" jawab singkat Varel.
"ettt dah bambang" ledek Reza
dan mereka pun semua tertawa
Perfect couple
Tania x Varel
Cintia x reza
Bela x Risky
Citra x Candra
Saat ini siswa siswi Sma Garuda berhamburan pulang karena sudah waktunya pulang.
"yang pulang bareng aku ya" ajak Varel.
"iya deh yang mumpung aku gak bawa mobil" celetuk Tania
"yaudah yuk"
Tania pun naik ke motor Varel dan pegangan di pundak Varel, tapi Varel memindahkan tangan Tania untuk memeluknya.
"biar gak jatoh yang" ucap Varel cengengesan.
"dih itu mah modus nya kamu yang"
"hehe" tawa Varel.
Varel pun menancap gas untuk segera meninggalkan sekolah, dan sedari tadi ada oranh yang memperhatikan kedekatan dua pasutri itu.
"awas aja lo Tania gue bales lo" Gertak Clara yang sudah kesal dari tadi.
Sementara Varel mampir ke rumah nya dulu sebelum mengantar Tania.
"loh yang ini kan bukan rumah aku" kejut Tania melihat rumah yang lebih besar dari rumah dia.
"iya ini rumah aku, yuk masuk dulu aku pengen ganti baju gerah" ajak Varel.
"tapi,,,"
"udah gak usah takut" ajak Varel langsung menarik tangan Tania.
"mamah" teriak Varel.
"ihh kamu yang main teriak aja" kesal Tania.
"hehe maaf yang kelepasan, kamu tunggu sini dulu ya aku mau ke atas ganti baju"
yang dijawab anggukan oleh Tania, Varel pun bergegas mengganti baju nya.
"ehh ada tamu" sama Mama Nia.
"saya Tania tante" ucap Tania malu
"ohh jadi ini toh calon mantu nya tante, cantik banget pantesan Varel tergila gila sama kamu sayang"
"ehh ma..makasih tante" ucap Tania gugup.
"udah gak usah malu gitu, jangan panggil tante dong, panggil mama aja"
"ehh iya tan.. emm Mama" ucap Tania malu.
"udah ma jangan digoda dong calon istrinya Varel" celetuk Varel yang baru selesai ganti baju.
Tania pun hanya menunduk menahan malu akibat perkataan Varel yang menyebutnya calon istri.
"Yaudah mah Varel mau anterin Tania dulu ya"
"iya hati hati ya jangan ngebut ngebut tar kasian calon mantu mama" goda Mama Nia.
"iya ma" jawab Varel.
"yaudah Mah Tania pulang dulu ya" jawab Tania menyali tangan mama Varel.
"iya sering sering main kesini ya sayang"
"iya mah" Tania.
Varel pun bergegas mengantarkan Tania pulang karena hari sudah mau sore.