Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Tiga puluh enam



Hari ini kelas XI IPS 2 sedang mendapat pelajaran Matematika yang amat membosankan, begitu bel istirahat berbunyi para siswa bersemangat untuk segera beristirahat karena mereka sudah sangat bosan.


Begitu pula Tania dkk dan Varel dkk. Tania dan juga Varel belum juga baikan sudah 2 hari ini mereka hanya saling diam. Saat Tania dkk hendak ke kantin datang seorang laki laki menghampiri Tania.


"Tania kantin bareng yuk" ajak Rio


Tania melirik Varel sekilas "boleh deh yuk" ucap Tania. Tania dan Rio pun langsung pergi ke kantin, sementara teman temannya masih di dalam kelas.


Varel yang melihatnya merasa kesal, ia tidak rela jika Tania bersama laki laki lain.


"woyy Var lo gak cemburu apa" ledek Reza.


"iya Var buruan gih jelasin ke Tania daripada nanti keduluan si Rio" ucap Cintia.


Varel pun langsung keluar dari kelas dengan emosi dan segera menyusul Tania ke kantin.


Sampai di kantin ia melihat Tania tengah duduk berdua dengan Rio, Varel pun langsung menarik tangan Tania.


"lo apa apaan sih, sakit tangan gue nih" kesal Tania.


"ikut" ucap Varel penuh penekanan.


Varel pun segera membawa Tania keparkiran.


"masuk" ucap Varel menyuruh Tania masuk ke mobilnya.


"gak mau" tolak Tania.


"masuk" ucap Varel lagi yang sudah meninggikan suaranya.


Tania pun langsung masuk, karena ia tau kalau Varel sedang sangat Marah sekarang.


Varel pun mengajak Tania ke taman tempat mereka jadian dulu, Varel langsung menarik tangan Tania untuk di ajak duduk di salah satu bangku taman.


"lo apa apaan sih Var" kesal Tania.


"Tan dengerin aku dulu" ucap Varel lembut.


Tania pun diam dia akan mendengar penjelasan Varel kali ini, sesuai nasehat mamanya dan teman temannya, karena tidak bisa dipungkiri Tania juga masih suka dengan Varel.


"Tan aku gak pernah bohong sama kamu, waktu itu memang aku lagi di suruh beli kue sama mama, waktu aku mau pulang, karena aku laper aku mampir sebentar di Cafe dan aku lupa ngabarin kamu. Tiba tiba aja tu anak curut dateng duduk semeja sama aku, aku udah usir dia tapi dia gak mau pergi, yaudah aku biarin aja dia gitu aku gak peduli, tiba tiba dia dengan lancangnya ngelap mulut aku yang belepotan dan tepat saat itu kamu dateng, dia sengaja pengen ngerusak hubungan kita Tan" ucap Varel panjang lebar.


Tania yang mendengarnya pun menunduk, ia sudah salah mengira Varel membohonginya,


"maafin aku Var, aku gak mau denger penjelasan kamu dulu, malah main putusin kamu aja" ucap Tania yang sudah terisak.


Varel pun langsung memeluk Tania, mendekapnya dengan perasaan hangat.


"udah ga papa yang penting sekarang kamu udah denger semuanya kan, aku gak mungkin suka sama cewek lain, karena aku cintanya cuma sama kamu, jadi aku gak bisan jauh dari kamu, jadi kita baikan ya sekarang" ucap Varel.


Tania pun mengangguk. Varel pun tersenyum dan langsung memasangkan cincin Tania yang dikembalikan nya kemarin.


"maafin aku ya Var" ucap nya lagi.


"udah ga papa sayang" ucap Varel dan langsung mengecup bibir Tania, membuat wajah Tania merona merah.


"yuadah yuk balik ke sekolah" ajak Varel.


"yuk" jawab Tania.


Sampai di sekolah mereka masih tetap berpegangan tangan hingga sampai di kelas.


"ada yang udah baikan nih" celetuk Bela.


"udah Tan, jangan lagi deh putusin si Varel, bisa gak tidur 7 hari 7 malem tuh anak" ucap Candra meledek Varel.


Tania yanh mendengar nya hanya tersenyum.


Mereka pun kembali berkumpul dan sekali kali tertawa melihat Tania dan Varel yang sudah balikan.


Ini nih yang udah baikan:):):):)