Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl

Perfect Couple Bad Boy & Bad Girl
Empat puluh lima



Pagi hari pun tiba.


"hoammm, ehhh" Kejut Tania merasakan ada yang memeluk Perutnya. Ia hendak berteriak tapi ia menutup mulutnya, karena baru ingat kemarin ia memang tidur bersama Varel.


Tania pun segera menyingkap selimutnya.


"syukurlah" ucapnya melihat pakaian nya masih utuh, siapa tahu nanti Varel macam macam ekekek.


Tania pun melihat wajah tampan tunangannya itu yang masih terlelap.


"kalok lagi tidur kamu ganteng juga yang" gumam Tania.


Varel yang sebenarnya sudah bangun pun pura pura tidur.


"udah selesai liat wajah tampan suami mu yang?" tanya Varel tiba tiba membuka matanya.


"suami apaan, apa sih kamu" ucap Tania malu karena ketahuan.


tiba tiba Cuup. Varel mengecup bibir Tania.


"morning kiss yang" ucap Varel langsung lari ke kamar mandi.


Tania hanya geleng geleng melihat tingkah Varel, lalu ia pergi menuju dapur untuk membuat sarapan untuknya dan Varel.


"buat nasi goreng aja deh biar cepet" ucap Tania langsung berkutat dengan peralatan dapurnya.


Setelah selesai ia pun menghidangkannya di meja makan.


"wihh kamu masak apa yang" tanya Varel yang sudah siap dengan setelan kantornya tapi dasinya masih belum ia pakai.


"sarapan nya nasi goreng aja ya" ucap Tania


"ga papa asalkan kamu yang buat" Varel.


Mereka pun sarapan, setelah sarapan baru lah Tania siap siap ia akan berangkat ke kantor bersama Varel.


"yuk yang ke kantor" ajak Tania yang juga sudah siap dengan setelan kantornya.


"ihh kamu kok belum pakek dasi sihh" lanjutnya langsung mengambil dasi Varel dan memakaikannya.


Varel tersenyum senang karena diperhatikan Tania.


"yang kita udah kayak suami istri ya" celetuk Varel.


"apa sihh, yaudah yuk berangkat" ajak Tania.


Mereka pun sampai di kantor, tadi Tania menyuruh Varel menurunkannya agak jauh dari kantor karena ia tidak mau ada gosip yang beredar tentangnya, tapi Varel tidak mau menurunkan Tania, alhasil mereka dilihat banyak orang saat sudah sampai di depan kantor.


"ihh yang lepas deh tangan aku, malu tau diliat karyawan kamu" ucap Tania.


"udah ga papa nanti aku pecat yang berani gosipin kamu" Varel.


Saat masuk ke dalam kantor Karin melihat Varel menggandeng Tania, ia pun geram karena ia juga suka dengan Varel.


**********


Brakkk


seseorang menggebrak meja Tania saat tengah sibuk mengerjakan berkas, Tania pun terkejut begitupun juga teman temannya.


"ehh lu ada hubungan apa sama pak Ceo ha pak Ceo itu cuman punya gue" bentak Karin pada Tania.


Para karyawan yang melihat ada keributan pun langsung mengerumuni mereka.


"woii mbak santuy napa pakek gebrak gebrak meha kaget tau" celetuk Bela yang memang tak suka dengan Karin yang katanya atasannya itu".


"pasti lo jual diri ya sama pak Ceo cihh dasar ****** gak tau diri" ucapnya pada Tania.


"ehh mbak jaga tu mulut ya saya gak pernah jual diri sama pak Ceo" emosi Tania.


"alah gak usah ngelak deh lo" Ucap Karin langsung mendorong Tania hingga kepalanya terbentur sudut meja dan mengeluarkan darah.


"Tania" Teriak Cintia Bela dan Citra.


Tania memegang kepalanya yang berdarah tan tersenyum sinis ke arah Karin.


tiba tiba plakkk.


Tania menampar Karin.


"berani banget lo ya, gue atasan lo" marah Karin.


"cihh. gini kelakuan yang namanya atasan haa, untung gue masih sopan sama lo, tapi ini yang lo lakuin sama gue ha? lo pikir gue diem dari tadi gue takut gitu sama lo? mimpi" ucap Tania mencengkran kuat dagu Karin.


Lagi lagi Karin mendorong Tania tapi Tania tidak sampai terjatuh.


"gue pecat lo" Ucap Karin sok bossy.


"cih main pecat aja lo bisanya gak usah sok sok an lo" cibir Cintia.


"****** kok teriak ****** gak salah mbak" ucap Citra.


"pakek ngakuin pak Ceo milik lu lagi gak sadar mukak udah tebel kek riasan badut gitu, perlu gue ambilin kaca ha" kesal Bela.


Tiba tiba... "ada apa ini" ucap Varel tiba tiba datang karena melihat ada keributan di kantornya. Memang tadi Varel hendak mengambil berkasnya yang ketinggalan di mobil tapi ia melihat ada yang ribut dan ia pun menghampirinya.


"ini pak karyawan magang tiba tiba menampar saya" adu Karin pada Varel.


Varel yang melihat kepala Tania berdarah pun terkejut.


"sayang kamu kenapa?" tanya nya pada Tania.


Para karyawan yang mendengarnya pun terkejut.


"sayang?" batin Karin.


"siapa yang bikin ulah ini?" bentak Varel yang sudah emosi.


"tuh si Karin" adu Bela pada Varel.


"saya cuma mau melindungi bapak dari ****** ini pak dia deketin bapak pasti cuma mau incar harta bapak" ucap Karin tanpa rasa takut.


"jaga mulut kamu, siapa kamu bisa mengatai calon istri saya ****** ha? sekarang kamu keluar dari kantor saya, kamu saya pecat" ucap Varel lantang pada Karin.


"caa.. caalon istri?" tanya Karin tergagap.


"mulai sekarang siapa yang berani gangguin Calon istri saya siap siap berurusan dengan saya cam kan itu sekarang semua bubar" perintah Varel.


Para karyawan yang melihat Ceonya marah pun segera bubar dari kerumunan itu.


Varel pun langsung menggendong Tania untuk dibawa keruangannya.


"rasain lo di pecat, emang lo gak tau yang lo hina itu calon menantu keluarga Sanjaya sama Nona muda keluarga Kusuma" ledek Cintia yang melihat Karin masih mematung.


Karin pun terkejut mendengar ucapan Cintia, ia tidak tau kalau Tania berasal dari keluarga Kusuma.


Haii guys dilike sama di koment yaa happy reading all:)