
Hari ini semangat Tania sudah kembali, karena tunangannya sudah kembali.
"pagi mah pagi pah" sapa Tania pada Andi dan Anggun.
"pagi anak papa yang cantik, ada apa nih kayaknya lagi bahagia" celetuk Andi.
"ya karna pujaan hatinya udah pulang lah pah, kemarin aja gak semangat banget" ledek Anggun.
"apa sihh mah" ucap Tania malu.
"yaudah Tania ayo sarapan terus berangkat sekolah" kata Anggun.
Mereka semua pun menikmati sarapan dengan tenang.
Di perjalanan sekolah Tania terjebak macet karena ada kecelakaan sehingga membuat jalanan macet. Tania sedang tidak membawa mobil ia di antar oleh supirnya.
"non kayaknya macetnya ini lama" ucap Pak Mamat supir Tania.
"saya mendingan makan aja pak" ucap Tania, meskipun dia sering terlambat tapi kali ini ia tidak mau terlambat terlalu siang, kan Tania pengen cepet cepet ketemu tunangannya di sekolah wkwkwk.
"yakin non ini masih lumayan jauh loh"
"udah gak papa pak saya lari aja" ucap Tania langsung keluar dari mobil.
"hosh.. hoshh... duh capek gue" ucap Tania tersengal sengal.
"semangat Tania dikit lagi" lanjutnya.
Saat Tania hendak lari ada motor sport berhenti di depannya.
"Haii" ucap pria itu.
"hmmm" jawab Tania karena ia tidak tau siapa pria itu.
"lo mau ke SMA Garuda?" tanya nya.
"iya" jawab Tania singkat.
" Kenalin gue Rio,sini bareng gue, gue murid baru di SMA Garuda, sekalian deh lo tunjukin sekolahnya dimana soalnya gue masih rada bingung gitu" ucap Rio.
Tania yang tidak yakin dengan ajakan pria itu pun hanya diam.
"udah lo gak usah takut gue bukan penjahat" lanjutnya lagi.
Tania pun langsung saja naik ke motor Rio, dia juga sudah capek lari dari tadi.
Rio pun menjalankan motornya menuju Sma Garuda.
******
Bel masuk sudah berbunyi dari tadi sementara Tania baru dateng.
"Tania kamu kenapa terlambat" ucap Pak Udin yang tengah keliling sekolah mengawasi siswa yang terlambat.
"yaa maaf pak tadi saya kejebak macet" ucap Tania santuy.
"ohh ya kamu?" tanya pak Udin pada Rio.
"saya murid baru pak, tadi saya liat Tania di jalan, lalu saya minta tolong untuk kasih tahu alamat sekolah ini Pak karena saya tidak tahu" ucap Rio.
"ya sudah kamu pergi ke ruang kepsek, dan kamu Tania karena kamu sudah menolong murid baru ini, kamu saya maafkan" ucap Pak Udin.
Tania pun hanya mengangguk dan pergi ke kelasnya.
"Permisi buk" ucap Tania pada Bu Wati yang tengah mengajar di kelas Tania.
"maaf buk saya tadi nolongin orang" kilah Tania.
"alah kamu alesan aja, kamu ibuk hukum bersihin toilet" tega Bu Wati.
"yah buk saya kan tadi nolongin orang buk terus kejebak macet masak ibu tega hukum saya" ucap Tania.
"udah gak usah banyak omong cepet kamu keluar atau ibuk tambah hukumann kamu?"
"elah buk iya iya ini juga mau keluar" kesal Tania.
Tania pun ogah ogahan keluar dari kelasnya,
Tiba tiba Tania di tabrak seseorang saat hendak pergi ke toilet. Sebenarnya ia tidak akan memebersihkan toilet, palingan cuman lewat aja lalu pergi ke kantin, tidak mungkin seorang Tania membersihkan Toilet.
"ehh maaf maaf"
"Rio?" ucap Tania.
"ehh Tania, Tan bisa gak tunjukin kelas XI IPS 3" ucap Rio. Rio sebenarnya kagum dengan kecantikan Tania.
"ohh bisa" ucap Tania dan langsung mengantar Rio kelas Rio bersebelahan dengan kelas Tania.
Saat Tania dan Rio sudah sampai di depan kelas, kebetulan Varel juga sedang keluar dari kelas ia hendak meyusul Tania, tapi ia melihat Tania dengan seorang laki laki tengah mengobrol di depan kelas XI IPS 3 Varel pun menghampirinya.
"sayang" ucap Varel pada Tania. dan menatap tajam Rio.
"ehh yang kok kamu ada di luar" tanya Tania.
"iya nyusulin kamu, ini siapa?" tanya Varel.
"oh ini Rio tadi dia nolongin aku waktu aku ke jebak macet" jawab Tania jujur.
"ohh makasi udah nolongin tunangan gue" ucap Varel pada Rio dan langsung menarik tangan Tania pergi.
Tania tau pasti Varel cemburu sama Rio, karena dari tadi dia hanya diam saja.
"yang kamu cemburu ya?" tanya Tania.
Tania dan Varel kini sedang berada di kantin.
Varel hanya diam.
"yang aku tu gak ada apa apa ya sama dia, dia juga murid baru" lanjut Tania.
"aku gak suka aja kamu deket sama cowok itu" ucap Varel dengan mukak datarnya.
Tania pun tersenyum dan menangkup kedua pipi Varel.
"duhh tunangan aku kalok lagi ngambek bikin gemes deh, aku juga gak suka sama dia yang, aku sayangnya cuma sama kamu" kata Tania lembut.
Varel pun tersenyum dan mengecup bibir Tania singkat.
"ihh yang ini di kantin tau" kesal Tania.
"gak ada yang liat kok" ucap Varel mengacak rambut Tania.
Tania pun hanya tersenyum, ia sangat sayang dengan Tunangannya itu, ia tidak akan rela jika tunangannya di ambil orang.
Varel sama Tania sama sama bucin wkwkwkwk.
Haii guys jangan lupa di like dan di koment yaa, dann di vote juga, kalok masih ada typo nya maafkan author ya, happy reading all:):)